
Gerakan serentak banyak gamer penikmat game, anime, dan manga Jepang untuk memuja paha Ryza telah berhasil menyelamatkan franchise Atelier yang sempat berada di titik rendah. Sebegitu populernya karakter yang satu ini, hingga Gust tidak hanya meracik sebuah trilogi untuknya, tetapi juga membiarkannya dijadikan ujung tombak oleh Koei Tecmo untuk semua jenis kolaborasi dengan franchise yang berbeda-beda.
TIdak mengherankan jika Ryza saat ini masih menjadi sebuah bukti jelas bagaimana dengan hanya desain karakter, sebuah seri game bisa berujung sukses besar. Namun bagi Gust, Atelier harus tumbuh melebihi sekadar desain karakter saja. Hal tersebut disampaikan oleh studio head Gust – Junzo Hosoi dan Development Producer – Katsuto Kawauchi dalam wawancara terbarunya dengan situs Automaton.
Hosoi paham bahwa hingga titik ini, desain karakter memang masih menjadi salah satu ujung tombak popularitas untuk seri Atelier. Namun untuk memastikan keberlangsungan franchise ini, ia yakin bahwa kuncinya akan terletak pada sistem gameplay yang akan ia usung. Atelier tidak lagi bisa mengandalkan hanya sisi desain karakternya saja.
Hosoi menyebut bahwa nama Atelier ini, terlepas dari fakta bahwa ia makin populer, masih belum bisa disejajarkan dengan judul-judul RPG Jepang yang mendominasi di pasar global. Bahwa gamer-gamer belum berada di titik akan membeli sebuah game Atelier hanya karena mendengar namanya saja. Ia percaya bahwa hal ini nantinya akan berubah, didorong dari peningkatan sisi desain dan teknologi juga. Tidak hanya itu saja, ia juga akan didukung strategi rilis rutin yang mereka terapkan.

Ia percaya bahwa ekstra kerja keras di sisi gameplay ini akan membantu memperluas basis fans Atelier dan membuatnya kian menarik. Ambisinya adalah meracik sebuah RPG yang sebegitu kerennya hingga para fans-fans inti Atelier bisa dengan mantap merekomendasikannya ke gamer yang lain. Jika hanya mengandalkan sisi desain saja, Hosoi percaya pertumbuhan Atelier akan tertahan.
Semua langkah ini juga semakin dibutuhkan karena Gust juga mengaku bahwa mereka paham betul bahwa akan ada titik dimana Ryza berujung tidak lagi sepopuler saat ini. Smeentara di sisi lain, melahirkan sesuatu yang sesukses Ryza lagi bukanlah pekerjaan yang mudah.
Bagaimana menurut Anda soal strategi Gust untuk Atelier ini?

