Highguard Versi Steam Disambut 14.000 Review di Hari Pertama Rilis, Didominasi Negatif

Highguard Versi Steam Disambut 14.000 Review di Hari Pertama Rilis, Didominasi Negatif

Author picture
Author picture

Kasus yang mengitari nama Highguard memang terhitung unik di industri game. Keputusan event sebesar The Game Awards 2025 kemarin untuk menjadikannya sebagai game penutup acara, yang biasanya dialokasikan untuk game-game dengan hype tinggi, memang memancing tanda tanya besar.

Parahnya lagi? Alih-alih memanfaatkan momentum yang ada, Highguard justru memilih untuk bersikap diam, cukup untuk menimbulkan ragam spekulasi dan rumor soal apa yang terjadi di belakang layar. Namun untungnya, game ini tidak gaib. Ia akhirnya tersedia di beragam platform sesuai janji tanggal rilis yang diumumkan. Sayangnya, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Jika kita hanya mengacu pada jumlah pemain saja, rilis Highguard untuk versi Steam setidaknya bisa dihitung sebagai rilis yang sukses. Game ini mencatatkan hampir 100.000 pemain bersamaan, walaupun terus menurun secara berkala. Pada saat berita ini ditulis, ia mencatatkan jumlah pemain bersamana di angka 11.000-an pemain saja.

Tidak hanya itu saja, Highguard langsung menuai respon super cepat. Bayangkan saja, hanya dalam satu hari rilis saja, versi Steam ini langsung diserbu dengan lebih dari 14.000 review dari ragam user. Namun sayangnya, terlepas dari angka masif yang benar-benar mengagumkan tersebut, hampir sebagian besar darinya berujung negatif. Cukup untuk menyeret Highguard langsung ke jurang “Mostly Negative” di hari pertama rilisnya.

Highguard langsung disambut dengan 14.000 lebih review di hari pertama rilisnya di Steam yang sayangnya, didominasi oleh review negatif.

Sebagian review ini datang dengan analisa yang terhitung cukup adil dengan komentar yang memang berfokus pada kekurangan si game, dari luas peta dan jumlah anggota tim yang terasa tak sebanding hingga permasalahan teknis yang membuat cukup banyak gamer tidak bisa terjun masuk di momen rilis. Namun seperti yang bisa diprediksi, tidak sedikit pula yang berfokus pada narasi ketidakpuasan soal dipilihnya Highguard sebagai game penutup di TGA 2025 kemarin.

Tentu menarik untuk melihat seperti apa respon developer Highguard yang berisikan veteran dari Apex Legends dan Titanfall ini atas respon yang luar biasa negatif untuk game mereka. Mereka juga belum berbagi data soal jumlah pemain di versi konsol yang angkanya memang tidak bisa diakses oleh publik.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Highguard akan jadi game live-service yang bertahan lama?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website