
Salah satu pengumuman yang cukup mengejutkan dari industri game di tahun 2025 ini. Terlepas dari kesuksesan yang terus mereka raih lewat franchise sukses sekelas Battlefield, Star Wars, hingga game olahraga tahunan seperti EA Sports FC, EA justru memutuskan akan dijual.
Tidak main-main, angka yang ditawarkan memang super menggiurkan dengan total nilai sekitar USD 55 miliar oleh sebuah konsorsium yang berisikan 3 perusahaan investor besar. Namun ada salah satu yang akan berperan dominan di sana.
Seperti yang kita tahu, konsorsium yang berencana untuk membeli EA ini terdiri dari 3 buah perusahaan: PIF dari Arab saudi, Silver Lake dari Amerika Serikat, dan Affinity Partners asal Amerika serikat yang juga merupakan perusahaan dari menantu Donald Trump – Jarred Kushner. Konsorsium ini akan menguasai 100% EA setelah proses pembelian.
Walaupun demikian, porsi kepemilikan atas EA ini ternyata tidak dibagi sama rata di antara ketiganya. Laporan terbaru dari Wall Street Journal menginformasikan bahwa jika proses pembelian EA ini tembus, maka 93,4% kepemilikannya akan jatuh ke tangan PIF Arab Saudi. Sementara Silver Lake hanya memegang 5,5% dan Affinity Partners di angka 1,1%.

Tidak mengherankan bahwa sempat diberitakan bahwa PIF Arab Saudi akan sedikit mengalami finansial yang ketat setelah proses pembelian EA ini, yang membuat beberapa proyek yang mereka danai berujung ditarik dan dibatalkan.
Terlepas dari kritik dan ketakutan yang digaungkan oleh beberapa pihak, proses pembelian EA oleh konsorsium ini sendiri diprediksi akan berjalan lancar karena dua hal: bahwa Arab Saudi dikenal sebagai negara dengan hubungan erat dengan Amerika Serikat dan keterlibatan menantu Trump – Jarred Kushner di dalamnya.
Proses akuisisi dan penarikan EA kembali menjadi perusahaan private ini akan rampung setelah Q1 tahun fiskal 2027 mendatang.
Bagaimana menurut Anda situasi yang satu ini?

