Best Female Character: Haru Urara (Umamusume)

Dunia memang dan tidak pernah baik-baik saja. Terlepas dari betapa mulusnya atau justru berlikunya hidup yang kita rasakan, ia tidak akan pernah terasa sempurna. Oleh karena itu, selalu ada rasa apresiasi tinggi yang tidak terelakkan setiap kali ada mereka yang muncul dan eksis dengann gelombang optimisme yang kuat. Sebuah kepribadian positif yang berhasil dipotret oleh seorang Haru Urara dari Umamusume.
Mengikuti sifat dari sang kuda pacu asli yang tetap bersemangat walaupun ia tidak pernah memenangkan satupun turnamen dari ratusan yang ia ikuti, Haru Urara adalah manifestasi dari sebuah energi positif yang memang kita butuhkan di situasi ini. Kita bicara soal gadis periang yang selalu berupaya sekeras yang ia bisa di setiap pacuan terlepas dari apakah ia berhasil menang ataupun tidak. Sebuah gadis dengan senyum yang mampu membuat hari buruk Anda menjadi sedkit lebih baik.
Best Action Adventure: Hollow Knight – Silksong

Setelah penantian selama bertahun-tahun yang kemudian diikuti dengan begitu banyak rumor dan meme, Hollow Knight: Silksong akhirnya tersedia di pasaran dengan rilis yang berhasil membuat beberapa game indie lebih memutuskan untuk menendang rilis mereka ke tahun 2026 ini. Berita baiknya? Penantian ini terbayar dengan sempurna.
Terlepas dari fakta bahwa tingkat kesulitannya memang terasa lebih brutal bagi veteran sekalipun, Team Cherry berhasil membangun sebuah dunia yang menarik untuk dijelajahi. Kombinasi reward. ragam NPC yang punya kepribadian dan keunikan mereka masing-masing, pertarungan boss yang intens, hingga dunia yang jelas menyimpan begitu banyak misteri untuk Anda ikuti membuat Silksong lahir sebagai sebuah game indie yang terhitung istimewa. Walaupun harus kami akui, hingga pada saat artikel ini ditulis, kami belum kunjung menyelesaikannya karena padatnya konten yang dimaksud.
Best Platformer: Hollow Knight – Silksong

Maka seperti sang seri pertama yang mengkombinasikan konsep metroidvania di dalamnya, Silksong juga menawarkan pendekatan yang serupa. Bahwa tidak hanya pertarungan boss yang siap untuk menguji koordinasi mata tangan dan mental Anda saja, ia juga memuat beragam sesi platforming yang akan menguji hal yang nyaris serupa. Dimana sedikit saja kesalahan bisa menghasilkan dua konsekuensi berbeda. Yang paling lemah dan bersahabat? Anda harus mengulanginya kembali dari awal. Yang paling fatal? Kematian.
Menariknya? Team Cherry juga mendesain ragam fungsi skill yang bisa diakses Hornet untuk cukup adaptif dengan semua tantangan platforming ini. Anda selalu punya opsi misalnya, untuk berusaha mengeksekusinya dengan skill yang sudah tersedia saat ini atau menunggu hingga kehadiran skill yang akan mempermudah proses tersebut hadir sebagai reward eksplorasi di masa depan tersedia. Fleksibilitas ini juga jadi salah satu daya tarik platforming Silksong.
Best FPS: DOOM – The Dark Ages

Setelah kebangkitannya beberapa tahun yang lalu, id Software sepertinya sudah memahami dengan jelas apa yang sebenarnya diinginkan oleh para fans dengan iterasi terbarunya. Lahir dengan tema medieval lebih kental yang juga diwakili dengan desain monster, armor, hingga arsitektur kota yang keren dan cadas, DOOM: The Dark Ages menawarkan sensasi shooter yang tetap seru dan menegangkan, yang kini juga dilengkapi dengan sistem shield dan parry serangan musuh.
Sayangnya, ia tetap harus diakui tidak secadas dua seri sebelumnya – DOOM 2016 dan Eternal. Keinginan untuk menawarkan sesuatu yang berbeda dengan konsep level yang terbuka justru berujung merusak pacing action di mata kami. Absennya Mick Gordon untuk menggarap musik di proyek ini juga membuatnya tidak lagi se-metal yang seharusnya. Namun untuk sensasi gunplay yang ia usung, kami tepat menempatkannya di kasta tertinggi untuk game FPS tahun ini.

