KokangGaming: Wawancara dengan Masato Kumazawa dan Koshi Nakanishi (Preview Resident Evil Requiem)

KokangGaming: Wawancara dengan Masato Kumazawa dan Koshi Nakanishi (Preview Resident Evil Requiem)

Author picture
Author picture

Setelah penantian yang cukup lama, salah satu ujung tombak andalan Capcom untuk tahun 2026 ini – Resident Evil Requiem akhirnya kian dekat. Hype yang mengitari judul ini jelas berbeda ketika ia pertama kali diumumkan dulu. Alasannya? Jelas karena tabir misteri terbesarnya kini sudah terungkap. Bahwa tidak lagi akan sekadar memerankan Grace yang diposisikan sebagai protagonis baru, kita juga akan menikmati aksi sebagai Leon yang kian menua.

Di sesi preview Resident Evil Requiem yang digelar oleh Capcom SEA beberapa waktu lalu, kami juga sempat berbincang-bincang dengan dua ujung tombak proyek ambisius ini -Masato Kumazawa sebagai Producer dan Koshi Nakanishi sebagai Director untuk Resident Evil Requiem.

Dengan pengalaman bermain 3 jam yang sudah berada di tangan, kepastian kehadiran Leon yang siap menawarkan pengalaman lebih action, dan suntikan ragam mekanik dan fitur baru, tentu menarik untuk memahami insight yang bisa mereka tawarkan, terutama dari ragam keputusan desain yang diambil.

Lantas, insight apa saja yang mereka tawarkan? Berikut rangkuman kami.

Sikap Terhadap Leak

Gamer yang mondar-mandir di internet sejak pengenalan Resident Evil Requiem tentu tidak akan melewatkan rumor soal kehadiran Leon yang sudah tersebar sejak awal. Bahkan kita sempat bertemu dengan beberapa game palsu yang memotret desain Leon dengan penutup mata, Walaupun gambar tersebut akhirnya tidak terbukti, namun rumor Leon berujung menjadi sebuah kenyataan. Tentu harus diakui, level kejutan yang hendak didorong Capcom sedikit tercoreng karenanya.

Mempertanyakan soal situasi terkait leak ini, keduanya secara mengejutkan punya sikap yang lumayan positif. Nakanishi-san melihat leak sebagai upaya untuk menyediakan informasi secepat mungkin ke publik yang bisa dilihat sebagai representasi besarnya cinta dan perhatian fans pada brand Resident Evil sendiri.

Sementara di sisi lain, Kumazawa-san juga mengaku berbagi sentimen yang nyaris sama. Ia mengaku tertarik pada leak yang muncul dengan level yang sama dengan para fans saat menghadapinya. Di tengah maraknya penggunaan AI saat ini, ia juga merasa tertarik melihat bagaimana user memiliah leak yang mereka anggap benar dan tidak.

Sebagai penutup jawaban dari pertanyaan ini, representatif Capcom menutupnya dengan satu klarifikasi tegas – bahwa reaksi terhadap leak ini adalah sikap pribadi dari Nakanishi-san dan Kumazawa-san dan tidak mewakili sikap Capcom. Capcom secara resmi melihat leak-leak ini sebagai aksi yang sangat disayangkan.

50/50

Walaupun sesi preview kami yang berdurasi 3 jam ini tidak memiliki porsi gameplay yang berimbang dimana Grace mendominas sekitar 75% porsi permainan dan sisanya memuat aksi Leon, Capcom kembali menegaskan bahwa keduanya akan punya porsi berimbang – 50% untuk masing-masing karakter yang tentu saja akan saling berganti sesuai skenario cerita yang tengah berjalan.

Keduanya menyebut bahwa tim mereka melakukan banyak uji coba untuk memastikan bahwa tidak hanya porsi ini berimbang, namun ditempatkan sedemikian rupa untuk memastikan ia mampu menjadikan perbedaan gameplay Grace dan Leon menjadi highlight tersendiri.

Menariknya? Terlepas dari fakta bahwa preview ini memuat satu wilayah yang sama untuk dieksplorasi oleh Grace dan Leon secara bergantian, keduanya mengindikasikan kemungkinan bahwa akan ada titik permainan dimana Leon dan Grace akan beraksi di wilayah spesifik yang berbeda satu sama lain.

Preferensi POV

Salah satu hal yang cukup menarik dari sisi preview yang kami jajal adalah keputusan Capcom untuk secara default memosisikan POV orang pertama untuk porsi gameplay Grace dan orang ketiga untuk Leon. Situasi ini tentu saja memancing rasa penasaran soal apakah pilihan ini memang sengaja diambil untuk mewakili preferensi tim soal bagaimana Resident Evil Requiem dimainkan nantinya.

Namun hal tersebut dibantah oleh keduanya. POV yang mereka pilih di sesi preview ini semata-mata karena keputusan yang didasarkan pada alasan teknis, walaupun tidak dijelaskan secara lebih mendetail. Nantinya di versi final. keputusan dan opsi memilih sudut pandang kamera ini akan langsung tersedia bahkan sebelum gamer memulai Requiem, tetap dengan opsi terpisah untuk Leon dan Grace. Oleh karena itu, setting di sesi preview ini mereka sebut tidak bisa diterjemahkan sebagai preferensi bagaimana sang game seharusnya dimainkan oleh tim developer.

Tetap Berisi Monster

Salah satu highlight yang didorong oleh Capcom di showcase terakhir Resident Evil Requiem adalah kehadiran para zombie yang kini diposisikan masih memiliki sedikit sisi kemanusiaan yang membuat mereka “terikat” pada aktivitas masa lampau mereka. Sesi preview kami juga menyambut kehadiran konsep ini dengan tangan terbuka karena keberhasilannya untuk membuat mereka menjadi lebih unik, personal, sekaligus menyimpan segudang potensi untuk dikembangkan.

Kehadiran zombie dengan ekstra kepribadian ini juga diakui tidak hanya dihadirkan untuk sekadar sisi kosmetik saja. Tim sepertinya memahami soal betapa familiarnya para veteran Resident Evil dengan konsep zombie yang sudah beberapa kali muncul di ragam seri yang ada hingga mereka sudah begitu mudah diprediksi. Dengan varian zombie baru ini, Capcom berharap membuat mereka lebih sulit untuk diprediksi. Gamer kini mau tidak mau harus memikirkan apa yang bisa dilakukan setiap zombie dan karenanya, bisa jadi melahirkan horror untuk varian spesifik.

Walaupun demikian, seperti seri-seri Resident Evil sebelumnya, Capcom juga memastikan bahwa zombie-zombie dengan pendekatan humanoid ini bukan satu-satunya ancaman yang harus Anda hadapi.

Brutalitas Sebagai Ekspresi Rasa Frustrasi

Salah satu bagian paling mengagetkan dari Resident Evil Requiem adalah level gore yang ia hadirkan. Dengan begitu banyaknya animasi brutal, darah, hingga potongan tubuh yang bertebaran, sepertinya aman untuk menyebut bahwa ini adalah seri Resident Evil paling gore di antara semua seri Resident Evil. Capcom sendiri menyebut bahwa keputuan untuk menghadirkan level brutalitas ini bukan tanpa alasan.

Salah satu alasan mengapa level gore ini akan hadir jauh lebih banyak di sisi Leon yang kini sudah dilengkapi dengan kapak kecil yang tidak sulit memotong bagian-bagian tubuh zombie adalah karena ia diracik sebagai ekspresi rasa frustrasi Leon. Capcom ingin membuat brutalitas ini sebagai wakil tidak hanya perjuangan interal Leon saja, tetapi rasa lelahnya karena sudah “terjebak” dengan monster-monster biohazard ini begitu lama.

Bukan Open-World

Secara mengejutkan, Kumazawa- sana juga memanfaatkan momen ini untuk membicarakan salah satu rumor paling kencang terkait Resident Evil Requiem saat ini. Bahwa Requiem akan memuat sebuah sesi open-world dimana gamer nantinya bisa memilih untuk bergerak ke area yang mereka prioritaskan lebih dulu atau sekadar melakukan aksi eksplorasi untuk mendapatkan resource dan membuka rahasia.

Namun di sesi interview ini, Capcom dengan tegas mebantahnya. Seolah ingin mengatur ekspektasi dari fans, mereka menegaskan bahwa seperti halnya konten yang kami nikmati di sesi prevciew, Resident Evil Requiem akan dibangun dengan resep yang serupa dengan seri-seri yang lain. Capcom merasa pendekatan ini akan membuat gamer berujung lebih mudah menikmati pengalaman yang hendak mereka tawarkan tanpa perlu banyak memusingkan begitu banyak hal yang harus dilakukan.

Satu yang menarik, Capcom juga menutup sesi interview ini dengan sedikit teaser tekait nasib Leon. Walaupun di sesi preview ini ia terlihat begitu kompeten dan kuat, namun tim menegaskan bahwa Requiem akan menjadi seri dimana limit Leon akan benar-benar diuji hingga titik terakhir.

Resident Evil Requiem sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 27 Februari 2026 mendatang untuk Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website