Menolak Mati, MindsEye Dikabarkan Masih Bayar Streamer untuk Promosi

Menolak Mati, MindsEye Dikabarkan Masih Bayar Streamer untuk Promosi

Author picture
Author picture

Salah satu kasus game paling mengecewakan di tahun 2025 yang lalu, kalimat yang satu ini sepertinya tidak berlebihan saat kita bicara soal game perdana dari Build a Rocket Boy. Keterlibatan seorang veteran besar GTA – Leslie Benzies di dalam tim utama ternyata tidak mampu menjamin bahwa game sci-fi yang satu ini bisa tampil memesona. Ditertawakan karena beragam hal dari masalah teknis, kurangnya konten, hingga gameplay yang terasa generic, siapa yang mengira bahwa MindsEye tidak menyerah begitu saja.

Bersama dengan narasi sang developer yang sempat mengungkapkan komitmen untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan game ini, MindsEye ternyata masih dipromosikan secara aktif ke para gamer.

Dilaporkan pertama kali oleh situs FRVR, sang developer – Build a Rocket Boy disebut-sebut masih menggelontorkan uang secara aktif untuk mempromosikan MindsEye via kerjasama berbayar dengan streamer besar. Mereka belum lama ini bekerjasama dengan streamer bernama Criken yang saat ini memiliki lebih dari 1 juta subscriber di Youtube.

Kerjasama berbayar tersebut jelas lewat keharusan penyampaian informasi soal iklan dan promosi berbayar yang harus diungkapkan via deskripsi dan hashtag. Jelas bahwa video berdurasi 10 menit tersebut merupakan iklan langsung dari MindsEye. Namun tidak ada kejelasan apakah deal ini baru dicapai belum lama ini atau sekadar pemenuhan dari kontrak yang sudah terbangun sebelumnya.

Terlepas dari jumlah pemain yang menyedihkan, MindsEye masih berjuang dengan menjalin kerjasama berbayar dengan para streamer dan influencer.

Apakah promosi ini berhasil membuat komunitas MindsEye kembali aktif? Walaupun tidak ada data dari versi Playstation 5 ataupun Xbox Series, namun jelas ia tidak banyak berpengaruh di versi Steam. Selama periode promosi yang dilakukan MindsEye dengan Criken ini misalnya, jumlah pemain MindsEye tetap konsisten hanya berada di angka 20-an dalam minggu yang sama. Angka ini tentu saja turun jauh dibandingkan dengan total 3.000-an pemain bersamaan yang saat ini masih jadi jumlah paling puncak.

Build a Rocket Boy sendiri harus menelan konsekuensi berart dari kegagalan MindsEye termasuk kasus PHK massal yang juga membawa mereka ke meja hijau. Semuanya dilakukan dengan tetap mendorong narasi bahwa semua kegagalan dan reaksi negatif ini datang dari aksi sabotase berbayar dari pihak ketiga.

Bagaimana menurut Anda soal situasi MindsEye ini? Apakah menurut Anda ia akan punya kesempatan untuk sukses kembali di masa depan?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website