
Situasi yang mengitari Build a Rocket Boy dan game perdana mereka – MindsEye memang terhitung aneh dan unik di saat yang sama. Di tengah kritik pedas yang dihadirkan oleh gamer dan fans karena kualitas yang memang berada di bawah standar, developer yang akhirnya pecah kongsi dengan IO interactive ini bersikukuh bahwa penyebabnya datang dari pihak ketiga. Mereka menggarap narasi bagaimana kegagalan MindsEye terjadi karena aksi sabotase pihak ketiga yang saat ini masih misterius. Narasi yang akan mereka buktikan kepada gamer itu sendiri.
Di tengah keraguan yang kuat dari para gamer bahwa MindsEye memang menjadi korban dari sabotase pihak ketiga, Build a Rocket Boy hendak menempuh sebuah strategi baru yang mungkin belum pernah Anda temukan di industri game selama ini.
Berbicara pada situs GamesBeat, CEO Build a Rocket Boy – Mark Gerhard memastikan bahwa dukungan untuk MindsEye akan tetap berlanjut terlepas dari situasi yang terjadi. Salah satunya adalah dengan menyuntikkan sebuah misi baru bernama Blacklist yang akan memuat karakter protagonis wanita yang baru.

Yang membuat misi Blacklist ini menarik? Adalah klaim Gerhard bahwa misi ini juga akan memuat beberapa bukti dari klaim kasus sabotase yang selama ini mereka dengungkan. Sayangnya, ia tidak berbicara bagaimana cara Build a Rocket Boy akan mengeksekusi bukti kasus yang kabarnya akan dibawa ke meja hijau ini.
Sayangnya, Build a Rocket Boy juga belum menetapkan dan mengumumkan kapan kira-kira misi baru ini akan meluncur.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang percaya atau tidak percaya dengan klaim sabotase pihak ketiga di kasus buruknya penerimaan MindsEye ini?

