Nintendo Tuntut Pemerintah Amerika Karena Masalah Tarif

Nintendo Tuntut Pemerintah Amerika Karena Masalah Tarif

Author picture
Author picture

Bagi mereka yang mengikuti berita terkait industri game secara keseluruhan, “kesaktian” divisi legal Nintendo memang tidak perlu lagi diragukan. Kosistensi mereka atas nama melindungi IP NIntendo dari ragam ancaman memang seringkali berbuntut kemenangan, bahkan ketika melihat hal seperti emulator yang bermain di area yang “abu-abu”. Namun pernahkah Anda membayangkan akan ada titik dimana Nintendo siap betarung melawan salah satu pemerintahan terkuat di dunia? Hal inilah yang tengah terjadi saat ini.

Benar sekali, Anda tidak salah membaca judul di atas. Nintendo secara resmi melayangkan tuntutan hukum untuk melawan pemerintah Amerika Serikat itu sendiri. Yang mereka permasalahkan? Benar sekali, tarif.

Untuk Anda yang tidak familiar, semenjak Trump terpilih sebagai presiden, tarif memang menjadi salah satu kebijakan ekonomi yang terus ia dorong. Intinya, ia menyuntikkan ekstra tarif untuk semua produk yang diracik di luar Amerka Serikat, termasuk elektronik. Situasi ini membuat situasi ekonomi yang terlalu fluktuatif dan tidak stabil dimana para produsen konsol termasuk Nintendo berujung harus menyesuaikan harga yang ada.

Keputusan tarif yang diambil Trump tersebut kemudian dianulir oleh keputusan Supreme Court yang membatalkannya. Namun alih-alih tunduk pada hukum, Trump kemudian mengumumkan implementasi tarif baru sebesar 15% yang akan dibebankan ke seluru dunia. Seperti yang bisa diprediksi, tarif baru yang hendak diimplementasikan oleh Trump ini dilihat sebagai langkah yang bertentangan dengan hukum.

Nintendo resmi menuntut pemerintah Amerika Serikat karena masalah tarif.

Di tengah situas inilah, bersama dengan ratusan perusahaan yang lain, NIntendo of America melayangkan tuntutan hukum secara resmi ke pemerintah Amerika Serikat. Permintaan mereka? Meminta refund dari total tarif yang sudah mereka bayarkan sebagai buntut dari pembatalan keputusan yang diambil oleh Supreme Court sebelumnya. Tidak hanya itu saja, mereka juga meminta eksta bunga dari refund tersebut.

Seperti yang kita tahu, pemberlakuan tarif ini juga sempat membuat NIntendo harus menunda proses pre-order Switch 2 untuk wilayah Amerika Serikat selama beberapa waktu.

Akankah Nintendo memenangkan gugatan ini? Kita tunggu saja.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website