Pakai Gen AI, Penghargaan GOTY Clair Obscur: Expedition 33 di Indie Game Awards Dianulir!

Pakai Gen AI, Penghargaan GOTY Clair Obscur: Expedition 33 di Indie Game Awards Dianulir!

Author picture
Author picture

Perlahan tapi pasti, AI memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengembangan video game. Waslaupun diklaim tidak akan pernah menyentuh proses kreatif utama dari si video game, banyak developer dan publisher yang mulai mengeksplorasi opsi untuk mengintegrasikannya atas nama mempersingkat waktu dan memperkecil biaya. Namun di tengah situasi ini, jelas masih ada pihak yang melihatnya sebagai sesuatu yang negatif, termasuk acara penghargaan untuk game-game indie – The Indie Game Awards (IGA). Cukup untuk membuat sang jawara yang sempat dipilih sebagai Game of the Year tahun ini – Clair Obscur: Expedition 33 berujung diturunkan!

Setelah menyabet dua penghargaan bergengsi, Game of the Year dan Best Debut Game di Indie Game Awards, bukan perayaan yang menemani Sandfall Interactive dan Clair Obscur: Expedition 33 ala The Game Awards 2025 beberapa minggu lalu setelah mereka berhasil memenangkan 9 kategori. Yang terjadi justru kontroversi karena tim IGA memutuskan untuk menarik dan menganulir kedua penghargaan tersebut setelahnya.

Apa pasal? Karena Clair Obscur: Expedition 33 ditengarai sempat menggunakan gen AI dalam proses pengembangannya. Tim IGA mengaku bahwa mereka punya sikap yang keras terhadap penggunaan AI di dalam video game dan mengaku sempat bertanya pada tim Sandfall Interactive saat proses nominasi. Di kala itu, representatif Sandfall mengaku bahwa game mereka tidak menggunakan gen AI.

Kemenangan GOTY dan Best Debut Game milik Clair Obscur: Expedition 33 dianulir karena kasus penggunaan gen AI terlepas dari fakta bahwa aset dimaksud sudah diganti.

Namun nyatanya tidak demikian. Clair Obscur: Expedition 33 sempat memuat beragam aset-aset kecil seperti poster dan sejenisnya yang jelas diracik menggunakan gen AI di minggu awal rilis. Ketika poster-poster ini menyita perhatian di internet, walaupun tidak secara luas diberitakan, Sandfall Interactve langsung mengeluarkan patch pengganti dengan aset baru yang mereka racik hanya dalam waktu 5 hari rilis saja. Sayangnya, terlepas dari fakta bahwa aset AI tersebut sudah diganti tidak membuat tim IGA melunak.

Dengan demikian, IGA menyerahkan kedua hadiah tersebut kepada game-game indie dengan rank tertinggi. Untuk Debut Game, ia berujung jatuh kepada game “Sorry, We’re Closed” dan Game of the Year diserahkan kepada game puzzle super unik – “Blue Prince”.

Yang menarik? Terlepas dari popularitasnya penggunaannya yang akan semakin marak, tim Indie Game Awards sepertinya akan mempertahankan sikap anti-AI yang keras ini untuk event mereka di masa depan. Mereka berjanji akan lebih hati-hati dalam proses pemilihan nominasi untuk IGA 2026 nanti.

Bagaimana menurut Anda keputusan yang satu ini?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website