Aoa satu konsekuensi yang tidak terhindarkan ketika sebuah game dengan hype dan antisipasi yang sangat tinggi memutuskan untuk lebih banyak diam dan minim berbagi informasi? Benar sekali, hoax. Perlahan tapi pasti, akan ada banyak pihak yang berusaha memanfaatkan situasi ini untuk melemparkan ragam informasi tipu-tipu, yang bahkan berusaha diperkuat legitimasinya via screenshot hingga video bohongan. Tujuannya? Bsa jadi sekadar iseng atau mencari popularitas, seperti yang terjadi belum lama ini.
Jika Anda termasuk gamer yang secara aktif berburu informasi sekecil apapun terkait GTA VI, maka Anda sepertinya tidak akan asing dengan informasi “bocor” yang sempat mendominasi diskusi di ragam forum dan situs gaming.
Video yang memperlihatkan sebuah jembatan yang diyakini terletak di Vice City ini memang tidak terlihat memesona atau istimewa. Adalah narasi yang ia usung, bagaimana video ini ditangkap dan dikirimkan oleh mantan developer saat era pandemi COVID lah yang membuatnya menarik. Dengan ekstra tambahan “bumbu” menu debug di bagian bawah video, leak ini langsung “dilahap” oleh banyak pihak.
Ternyata oh tenyata, terlepas dari betapa “natural”-nya video leak yang satu ini, ia dipastikan adalah sebuah hoax. Konfirmasi ini datang dari si peracik video sendiri yang akhirnya mengaku, dengan ekstra video tambahan untuk memperlihatkan bagaimana ia meracik sang video.

Menggunakan engine Unity sebagai basis, akun youtube bernama “Tenshi” yang juga bekerja sebagai developer indie memperlihatkan proses yang ia tempuh untuk meracik kebohongan yang sempat memiliki masa viralnya ini. Prosesnya ternyata sederhana dan secara menakjubkan, tidak melibatkan AI sama sekali. Ia juga sengaja memilih sebuah scene minim aksi yang “membosankan” untuk memperkuat sedikit legitimasi bahwa video leak ini memang asli adanya.
Ia membangun video ini selama 4 bulan dengan meracik semua aset dari awal. tenshi tentu saja juga mempertimbangkan scene dan atmosfer seperti apa yang kira-kira akan dipercayai sebagai bagian dari dunia GTA VI. Ia bahkan mengaku sempat membuang beberapa iterasi yang dianggap kurang maksimal.
Bagaimana dengan Anda? Sempat tertipu dengan video hoax yang satu ini?

