
Penggunaan AI untuk proses pengembangan sebuah video game memang menjadi hal lumrah yang semakin diterima. Beberapa developer dengan game yang berujung dipuja-puji bahkan menjadikan teknologi sebagai bagian dari proses kreatif mereka, yang melahirkan kontroversi ketika hasil-hasil yang diracik AI ini tidak sengaja “bocor” ke versi final. Kita masih ingat bagaimana Clair Obscur: Expedition 33 sempat melewati kasus seperti ini, hal yang serupa yang juga menimpa game teranyar Pearl Abyss – Crimson Desert. Namun situasi ini tidak akan terjadi di game action racikan S-Game – Phantom Blade Zero.
Dengan waktu rilis yang kian dekat, S-Game datang dengan sebuah pernyataan dan komitmen yang menarik terkait proses pengembangan di balik salah satu satu game yang begitu diantisipasi di tahun 2026 ini – Phantom Blade Zero.
Dalam post super panjang yang mereka lepas via X / Twitter, S-Game memastikan bahwa proses pengembangan Phantom Blade Zero saat ini sudah memasuki tanpa final. Mereka tengah mendorong batas kapabilitas dan sumber daya mereka untuk memastikan setiap aspek dari game ini hadir di batas yang paling maksimal.
Yang menarik? Di pernyataan yang sama, S-Game juga memastikan bahwa tidak ada satupun elemen dalam Phantom Blade Zero yang dibangun menggunakan gen AI terlepas dari kian maraknya teknologi yang satu ini. Setiap hal yang kita temukan di dalam game nantinya adalah buah karya tim mereka, artis yang sesungguhnya.
S-Game memastikan bahwa setiap model karakter yang hadir di game mereka merupakan 3D scan dari pada cast fenomenal mereka, yang juga menyediakan ragam ekspresi untuk gerk wajah. Voice acting bahasa China dan Inggris juga direkam oleh para aktor dan director, lengkap dengan sistem lip-sync yang sesuai unutk kedua bahasa tersebut.
Lebih gilanya lagi? Tidak asal membangunnya dari model 3D begitu saja, S-Game juga mengklaim bahwa setiap senjata yang hadir di Phantom Blade Zero juga dibangun replikanya oleh para ahli tempat pedang agar tim developer memahami soal berapa berat dan panjang jangkauan geraknya. Tidak sampai di sana, animasi pertarungan yang akan kita nikmati nanti juga ditangkap dari gerak sekitar 20 ahli bela diri berpengalaman. Mereka juga berkonsultasi dengan master dan para pewaris sekolah Kung Fu untuk memastikan representasi yang otentik.
Phantom Blade Zero is currently in the intense, final stages of development. With the time we have left, we are pouring every available resource into pushing every aspect of the game to the absolute limit of our capabilities.
— Phantom Blade Zero (@pbzero_official) April 10, 2026
We are fully aware that a profound technological… pic.twitter.com/UVfWL0pLqr
Untuk memastikan tidak hanya sekadar indah tetapi juga akurat, S-Game menyebut bahwa mereka juga berkeliling mengitari daratan China yang indah untuk proses scanning atas nama inspirasi, yang kemudian digabungkan untuk menciptakan area yang terasa original. Bahkan untuk urusan guiding map, mereka menggunakan gambar tangan yang dilukis menggunakan kuas China dan kertas Xuan (berbasis beras) dengan melibatkan CAFA – Central Academy of Fine Arts.
Dengan semua kombinasi kerja keras tanpa melibatkan Gen AI mereka ini, S-Game yakin bahwa ia akan menjadi salah satu nilai jual utama untuk Phantom Blade Zero itu sendiri. Phantom Blade Zero sendiri rencananya akan meluncur pada tanggal 9 September 2026 mendatang untuk Playstation 5 dan PC.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang menantikan game yang satu ini?

