
Apa yang terjadi dengan Xbox sebagai brand gaming utama MIcrosoft memang menjadi kasus yang akan menarik untuk dipelajari di masa depan. Kita bicara soal salah satu perusahaan dengan kapital terbesar di dunia yang terus gagal untuk memdominasi di ranah gaming, yang seringkali terjadi karena kebijakan-kebijakan yang absurd. Kini, Microsoft Gaming dan Xbox baru saja kehilangan dua pentolannya.
Setelah menjadi wajah untuk Xbox untuk waktu yang sangat lama, sekitar 12 tahun sebagai ujung tombak divisi gaming Microsoft, Phil Spencer akhirnya resmi pensiun. Ia akan turun dari jabatannya minggu depan – tepatnya tanggal 23 Februari 2026 besok.
Menariknya lagi? Xbox President – Sarah Bond yang notabene seringkali diilhat sebagai penerus Spencer dan jelas memiliki semangat cukup tinggi untuk terus melanjutkan ragam strategi yang serupa di Microsoft Gaming juga resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Microsoft Gaming kini memiliki boss baru bernama Asha Sharma yang sebelumnya memegang peran sebagai President dari produk Microsoft yang lain – CoreAI. Sharma juga sempat menjabat sebagai VP Product and Engineering di Meta sebelum ia bergabung di Microsoft tahun 2024 silam.
Seperti yang bisa diprediksi, dalam pernyataan perdananya sebagai boss Microsoft Gaming, Sharma langsung menyentuh soal implementasi AI dalam model bisnisnya nanti.
Ia percaya bahwa AI akan terus berevolusi dan mempengaruhi masa depan gaming, namun memastikan bahaw Microsoft tidak akan lantas mengejar sekadar efisiensi jangka pendek atau memenuhi ekosistem Xbox dengan game-game AI slop. Ia percaya bahwa video game adalah sebuah seni yang diracik manusia dan dibangun dengan menggunakan teknologi paling inovatif yang tersedia saat itu.

Ditugaskan untuk membantu kerja Sharma adalah Matt Booty yang naik pangkat dari head Xbox Game Studios menjadi Chief Content Officer. Booty sendiri menyebut bahwa boss barunya – Sharma secara konsisten terus melemparkan pertanyaan, mencari kejelasan, dan menginginkan bahwa kebijakan yang mereka ambil nantinya akan bersumber dan kebutuhan player dan developer.
Selama kiprahnya sebagai uung tombak Xbox dan Microsoft Gaming, Phil Spencer memang mengambil banyak keputusan signifikan yang setidaknya berhasil membuat Xbox bertahan setelah kegagalan masif generasi Xbxo One. Kita bicara soal proses akuisisi atas Bethesda dan Activision Blizzard, mendorong konsep Xbox Game Pass yang jadi langganan terjangkau untuk menikmati game terbaru, hingga membangun portofolio yang lebih solid dari studio first party dan kolaborasi dengan studio third party.
Lantas, apakah Microsoft Gaming akan tampil lebih baik atau buruk dengan lepasnya Phil Spencer dan Sarah Bond di masa depan? Kita tunggu saja.

