Preview Arknights – Endfield (BETA): Antara Betah atau Lelah!
Page 2

Preview Arknights – Endfield (BETA): Antara Betah atau Lelah!

Author picture
Author picture

Perintis, Bukan Pewaris

Ingat, Anda perintis di sini, bukan pewaris!

Berbeda dengan sebagian besar game gacha yang lain, Arknights: Endfield hadir dengan mekanik unik  yang mereka jadikan sebagai salah satu identitas utama. Bahwa seperti halnya Death Stranding, Factorio, atau Satisfactory, Anda akan diberi ruang untuk membangun ragam infrastruktur dengan fungsi berbeda yang kemudian bisa Anda satukan dengan yang lain. Perlahan tapi pasti, Anda akan punya kompleks pabrik Anda sendiri.

Di versi beta ini, Endfield sendiri tidak memosisikan sistem pabrik ini sebagai keharusan di luar beberapa misi awal yang terintegrasi dengan cerita utama sebagai ajang pamer fitur sekaligus tutorial bagi mereka yang tertarik untuk menyelaminya lebih dalam. Namun bagi mereka yang menginvestasikan lebih banyak waktu dengannya, ia akan jadi sebuah sistem yang menguntungkan di akhir.

Dengan proses dan kebutuhan yang jelas, yang walaupun sedikit dikacaukan dengan user-interface yang cukup pada di versi Playsstation 5, jalinan infrastuktur ini bisa menghasilkan material demi material dengan hasil akhir yang nantinya akan bisa Anda gunakan. Dengan kombinasi infrastuktur yang tepat misalnya, Anda bisa menghasilkan item penyembuh yang bisa Anda pasangkan di karakter yang ada. Anda juga bisa meracik rangkaian resource yang dibutuhkan untuk membangun Gear alias sistem Armor untuk membuat karakter Anda punya stat yang lebih kuat.

Namun perlu diingat pula, bahwa Endfield tetaplah game gacha. Tidak semua resource akan bisa Anda racik via sistem pabrik ini dengan bebetapa material penting untuk memperkuat senjata atau karakter tetap hanya bisa didapatkan dari dungeon berbasis resource enrgi ala game gacha lainnya.

Anda akan diberi kesempatan untuk membangun rangkaian infrastrutkur atas nama meracik material atau item tertentu.
Selain untuk digunakan untuk mendukung karakter Anda, item-item ini juga bisa menjadi alat tukar dengan outpost di dalam region untuk mendapatkan mata uang lokal dan peningkatan kapasitas penyimpanan.

Alasan lainnya untuk membangun pabrik super kompleks lainya adalah menyediakan ragam material yang bisa Anda jual dan distribusikan ke outpost-outpost lainnya yang akan terbuka seiring dengan jalannya cerita. Outpost ini akan siap menukarkan item-item ini dengan mata uang lokal yang juga akan membuat efektivitas dan kesejahteraan mereka naik. Dengan sistem udah dipahami layaknya sistem level up karakter, semakin tingginya level Outpost juga menjamin nilai jual barang dan limitasi stok material yang kian meninggi. Mata uang lokal yang dikumpulkan kemudian bisa didistribusikan untuk meningkatkan ragam fasilitas in-game yang sudah tersedia, yang lagi-lagi akan menyediakan material upgrade untuk kepentingan lain.

Untungnya, atas nama mempermudah Anda, fitur racikan pabrik ini juga punya dukungan QOL yang pantas untuk diacungi jempol. Di dalam area bangun, Anda akan didukung dengan akses kamera top-down yang difokuskan untuk aksi bangun-membangun ini. Tidak hanya itu saja, Anda juga akan mendapatkan sajian data lengkap soal kapasitas produksi per material yang Anda miliki saat ini dan berapa banyak yang harus Anda habiskan di setiap menitnya untuk membangun resource apapun yang Anda butuhkan tadi.

Ada tampilan top-down yang sengaja didesain khusus untuk aksi bangun dan periksa infrastuktur yang mudah.

Yang menarik? Endfield juga menyediakan sistem blueprint untuk mempermudah proses bangun pabrik ini. Anda selalu punya kesempatan untuk menyalin infrastruktur terkoneksi Anda sebagai satu unit blueprint agar mudah Anda bangun di lokasi yang lain. Game ini juga akan menyediakan sistem bagi blueprint antar sesama teman sehingga Anda bisa menyalin dan menggunakan desain struktur yang sudah dibagikan di lingkup tersebut. Ini  akan jadi alasan untuk mempertebal jalinan pertemanan, apalagi jika mereka sudah punya pengalaman dengan game sekompleks Satisfactory atau Factorio.

Sudah cukup kompleks untuk Anda? Tenang saja, Endfield masih menawarkan satu ekstra kesibukan yang lain – yakni menciptakan hubungan listrik antara markas Anda dengan struktur apapun yang butuh Anda tenagai di dunia liar, seperti tambang bebatuan yang butuh Anda pasang sebagai sumber dari segala sumber material. Sebagian besar tambang ini terletak di lokasi terpencil sehingga esensial bagi Anda untuk membangun sebuah jaringan listrik lewat ragam menara penghubung yang bisa Anda bangun via pabrik yang ada. Aliran listrik terhubung ini juga dibutuhkan untuk membuka pintu atau pagar terkunci yang seringkali hadir di region-region ini.

Antara Lelah atau Betah

Arknights: Endfield akan dengan cepat menyortir siapa yang betah dan siapa yang lelah.

Hampir sebagian rilis game gacha di pasaran, setidaknya yang kami cicipi, hanya menyediakan maksimal 10 jam waktu pernainan di patch awal sebelum ia akhirnya jatuh pada formula yang sama – menghabiskan resource energi yang tersedia untuk aksi farming apapun yang Anda butuhkan. Setelah itu? Di luar misi atau aktivitas baru yang disediakan patch, Anda tinggal menutup si game dan kembali ke rutinitas yang sama esok pagi. Namun, ada sesuatu yang berbeda dengan cara Gryphline menangani Arknights: Endfield.

Sebuah pendekatan yang sebegitu berbedanya hingga dari semua game gacha yang kami cicipi, ia jadi game yang paling terasa seperti game single-player dibandingkan sebuah produk gacha. Namun di sisi lain, apa yang ia tawarkan bisa menimbulkan reaksi di dua kutub spektrum yang ekstrim: betah atau lelah.

Tentu saja, kita tengah bicara soal sistem pabrik dan aksi sambung listrik yang kami bicarakan sebelumnya. Tidak ada satupun aktivitas di dalam dua mekanik utama ini yang terkunci dan terikat pada sistem energi ala game gacha sama sekali. Ini berarti, Anda selalu punya kebebasan untuk masuk ke dalam Endfield dan menghabiskan waktu atas nama meracik pabrik yang lebih efektif atau menghubungkan wilayah-wilayah yang masih tidak terjangkau listrik itu sendiri.

Walaupun besar kemungkinan Anda akan “selesai” dengan urusan listrik, Anda hampir mustahil mencapai level efisiensi yang benar-benar optimal dengan sistem pabrik apapun yang Anda bangun, terutama di patch-patch awal. Dengan ragam struktur tambahan untuk menciptakan sebuah koneksi antar infrastrukturs seefektif mungkin, dari kesempatan memecah atau melebur jalur hingga menciptakan kesinambungan sistem racik materi dalam kondisi loop yang tidak akan habis, lengkap dengan kebutuhan menyediakan baterai untuk menjadi sumber tenaga untuk ini semua, ini akan jadi sebuah pekerjaan tanpa akhir.

Dengan kebutuhan yang kian kompleks, membangun pabrik yang efektif akan jadi pekerjaan yang terasa tidak bisa selesai di puluhan jam pertama.
Ketika pabrik di area sebelumnya belum terasa “selesai”, Anda sudah disambut area pabrik baru dengan arsitektur dan gimmick baru.

Entah berita baik atau buruk? Kompleksitas tersebut pun akan semakin kompleks seiring dengan progress yang ada. Material untuk meracik armor atau item penyembuh di tingkat kelangkaan lebih tinggi akan menuntut proses racik material yang lebih kompleks dengan lebih banyak unit infrastuktur yang harus terhubung satu sama lain. Mengingat ia bisa jadi akan baru tersedia ketika Anda sudah mencapai titik tertentu, ini berarti keharusan untuk memodifikasi hingga menghapus rangkaian yang sudah Anda bangun sebelumnya untuk mengakomodasi infrastuktur baru atas nama membangun material-material yang lebih esensial untuk kebutuhan level lebih tinggi.

Masih belum cukup? Kompleksitas ini juga akan bertambah seiring dengan progress cerita juga. Bayangkan betapa terkejutnya kami ketika di masa beta ini, dimana kami akhirnya berpindah dari lokasi gameplay awal -Valley IV ke kota dengan atmosfer Tiongkok lebih kental – Wuling dan menemukann bahwa ia menuntu Anda untuk membangun lokasi pabrik yang baru. Dikenalkannya area kedua ini datang dengan infrastruktur baru yang tidak tersedia di seri pertama. Tidak hanya itu saja, tema bangunannya juga berbeda. Mesin-mesin yang tersedia di Wuling berhubungan dengan air, yang sama sekali tidak tersedia di Valley IV.

Sistem mata uang lokal per region di luar sistem mata uang global juga membuat aksi bangun pabrik ini kini kembali ke titik awal. Anda mau tidak mau harus mulai mempertimbangkan desain pabrik di Wuling untuk aksi serupa di Valley IV, namun kini untuk mendapatkan mata uang lokal yang bisa didistribusikan untuk ragam upgrade di sana. Bahkan pohon skill tree antara Wuling dan Valley IV juga diposisikan berbeda dengan sistem depot material yang juga berbeda antara satu sama lain. Untungnya, untuk urusan terakhir ini, setidaknya ia menyediakan sistem transfer material antara depot jika Anda tidak ingin melakukannya secara manual.

Sesungguhnya, sistem pabrik di Arknights: Endfield inii menarik. Namun di sisi lain, ia sepertinya siap untuk membuat gamer yang tidak betah dengan sistem seperti ini berujung lelah dan meninggalkan game ini dengan cepat. Alasannya bukan hanya soal kapasitas otak untuk mempertimbangkan soal, desain pabrik yang efektif saja, tetapi juga alokasi waktu yang harus Anda habiskan untuk melakukannya mengingat mekanisme ini sekali lagi, tidak terhubung dengan sistem energi game gacha. Arknights: Endfield mungkin jadi satu-satunya game gacha dimana kami aktif login beberapa kali dalam sehari dan selalu punya kesibukan untuk dilakukan, terutama untuk menjaga efisiensi dan pasokan material di pabrik.

Fakta bahwa Anda akan mendapatkan area baru untuk dibangun dan infrastruktur berbeda untuk diracik ketika Anda berpindah region juga bisa membuat banyak gamer kewalahan. Mengapa? Karena ini adalah ekstra beban yang harus masuk ke dalam strategi pemikiran Anda, apalagi dengan kenyataan pahit yang tidak bisa dikesampingkan bahwa Anda paham jelas jika pabrik perdana Anda di region lain masih jauh dari kata sempurna. Jujur, ada momen dimana kami menghabiskan waktu 2,5 – 3 jam hanya untuk mengatur ulang pabrik agar lebih efektif, sebuah situasi yang terhitung “gila” jika berkaca pada fakta bahwa Arknights: Endfield adalah sebuah game gacha bukan single–player.

Fakta bahwa sistem bangun pabrik dan jalur listrik ini tidak terikat pada sistem energi sama sekali berarti memberikan Anda ruang untuk terus menyibukkan diri dengan game ini tanpa limitasi.
Sebagai gamer yang mencintai sistem ini, ada ketakutan bahwa Arknights: Endfield akan berujung “membuangnya” seperti yang dilakukan ZZZ dengan sistem televisi mereka atas nama mengundang lebih banyak gamer yang membutuhkan sistem lebih sederhana.

Sejujurnya, kami cukup khawatir bahwa sistem pabrik Arknights: Endfield ini nantinya akan punya nasib yang sama dengan sistem eksplorasi berbasis televisi yang sempat menjadi identitas Zenless Zone Zero (ZZZ). Terlepas dari keunikannya, sistem televisi ZZZ tersebut selalu jadi keluhan banyak fans sebagai media interaktif yang tidak menyenangkan dan justru membuat beberapa gamer yang penasaran berujung enggan terjun. Tidak mustahil jika reaksi yang sama diterima Arknights: Endfield nantinya dimana sistem pabrik ini justru jadi keluhan utama yang membuat gamer baru enggan masuk.

Sulit untuk membantah bahwa sistem unik Arknights: Endfield ini akan siap untuk membuat beberapa gamer betah sementara yang lain akan berujung cepat lelah. Walaupun layaknya game gacha lain, ia juga berujung punya sistem daiy yang terhitung bersahabat, namu gamer-gamer yang tidak punya banyak waktu mau tidak mau harus berhadapan dengan fakta tidak memuaskan bahwa mereka butuh waktu cukup lama untuk menyempurnakan sang pabrik yang juga akan terus bekerja dan berjalan efektif di belakang layar bahkan ketika gamenya ditutup ini.

Masih belum cukup? Sumber kelelahan ini juga bisa muncul dari fakta bahwa masih ada banyak sistem dan gimmick lainnya yang perlu Anda perhatikan di sini. Ada sistem upgrade kapal luar angkasa yang jadi markas Anda untuk membuka fasilitas penggandaan material, ada strategi untuk membangun ragam menara pertahanan dan senjata untuk menyelesaikan tantangan tertentu, ada sistem hubungan antar karakter yang bisa diperkuat dengan gift dan terikat pada akses skill pasif dan atribut yang mempengaruhi aksi bertarung mereka. Ada juga sistem jual beli barang dengan fluktuasi kenaikan bak saham yang bisa Anda kejar atas nama keuntungan. Ada juga sistem antar-mengantar paket ala GoSend dengan tugas yang bisa diminta oleh daftar teman Anda. Ini masih di luar sistem kelistrikan yang kami bicarakan sebelumnya, segudang puzzle untuk diselesaikan dan peti untuk dibuka saat eksplorasi, hingga material-material penguat karakter yang butuh di-farming.

Ya, ada sistem upgrade kapal luar angkasa yang jadi markas utama Anda di sini.
Ya, ada sistem antar barang pesanan teman dengan reward mata uang lokal yang bisa Anda kejar.
Ya, ada sistem barang dengan harga fluktuatif ala saham yang bergerak dari hari ke hari. Harga barang yang sama juga bisa berbeda jika Anda mampir ke dunia milik teman Anda.
Ya, ada sistem gift ke karakter yang juga terikat pada terbuka atau tidaknya salah satu skill pasif yang ia miliki.

Fakta bahwa kami sudah menghabiskan antara 40-50 jam waktu di beta ini dan masih belum menyentuh konklusi akhir dari apa yang ia sediakan jadi testimoni betapa “gilanya” ambisi Gryphline dengan game ini. Jika setidaknya masalah konten ini cukup mewakili apa yang akan Anda dapatkan di hari pertama rilis Arknights: Endfield, maka konten perdana ini bisa berujung jauh lebih panjang dibandingkan dengan kebanyakan game RPG premium dan berbayar di luar sana.

Memang kami yakin akan ada di titik dimana Anda berhasil membagun struktur yang sebegitu optimalnya di Arknights: Endfield yang sebegitu optimalnya hingga Anda tidak perlu lagi mengotak-ngatiknya lebih jauh, lengkap dengan sistem kelistrikan yang sudah terhubung ke lokasi-lokasi yang Anda inginkan. Momen dimana Arknights: Endfield akan terasa seperti game gacha lain, dimana Anda hanya masuk untuk login harian, menyesaikan misi harian, dan keluar game untuk hal yang sama esok harinya. Namun untuk bisa bergerak ke titik tersebut, Arknights: Endfield akan memisahkan jelas siapa yang betah dan siapa yang lelah, bahkan dari rilis versi awal sekalipun.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website