Preview Monster Hunter Stories 3 – Twisted Reflection: Monster dalam Politik Fantasi!

Preview Monster Hunter Stories 3 – Twisted Reflection: Monster dalam Politik Fantasi!

Author picture
Author picture

Sebuah perluasan seri yang tampaknya juga didesain untuk menjaring pangsa pasar gamer yang mungkin selama ini tidak pernah tertarik untuk terjun ke seri Monster Hunter utama, Capcom memang membangun sesuatu yang menarik dengan Monster Hunter Stories. Konsep turn-based RPG yang ia usung juga memungkinkannya meracik sesuatu yang tidak dimungkinkan di seri utama, seperti kesempatan untuk menjadikan cerita sebagai daya tarik utama dengan memperkenalkan lebih banyak karakter dan dramatisasi. Hal ini jugalah yang hendak ditawarkan oleh si seri terbaru – Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection.

Menjelang rilis yang kian dekat, kami diberikan kesempatan bagi Capcom untuk menjajal game ini jauh lebih awal. Sebagai gamer yang tidak pernah tertarik untuk mencicipi dua seri sebelumnya, Monster Hunter Stories 3 memang terlihat lebih menarik berkat sisi cerita yang kini memosisikan Anda ke dalam protagonis dan anggota party yang lebih dewasa. Rangkaian trailer terakhir yang mereka lepas juga mengindikasikan kehadiran cerita super serius dengan elemen politik kerajaan fantasi di dalamnya.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan di beberapa jam awal Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri yang melebur konsep monster dan politik? Sesi preview ini akan membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran yang lebih dalam.

Monster dan Politik Fantasi

Kami tidak pernah mengira bahwa konsep drama politik dunia fantasi ternyata bisa dilebur manis dengan Monster Hunter.

Jika ada satu hal yang tidak sempat kami nikmati di sesi preview Thailand Game Show beberapa waktu yang lalu adalah kesempatan untuk akhirnya terjun dan masuk ke dalam sisi cerita yang hendak ditawarkan oleh Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection ini.

Berita baiknya? Hanya dari setidaknya 10 jam pertama permainan saja, kami bisa dengan bahagia menyebut bahwa sisi cerita game ini berujung menjadi salah satu satu daya tarik utama Monster Hunter Stories 3. Sebagai gamer yang familiar dengan seri utama franchise ini namun tidak pernah terjun ke seri Stories sebelumnya, benar-benar sangat menyegarkan untuk menemukan sebuah gaya  cerita yang tidak lagi “terjebak” pada konsep eksplorasi wilayah-wilayah yang tidak terjamah sebelumnya. Bahagia rasanya melihat para monster ini kini diintegrasikan ke dalam cerita yang lebih dalam dan kompleks.

Tanpa terjun ke dalam ranah spoiler, Monster Hunter Stories 3 akan memosisikan para monister yang tetap hadir dengan desain familiar ini sebagai teman sekaligus ancaman. Untuk urusan teakhir ini, ia tidak hanya datang dari sebuah ekosistem yang tengah dilanda fenomena aneh penuh misteri saja, tetapi juga dari negara dan kerajaan yang menjadikannya mereka sebagai bagian dari unit perang. Melihat bagaimana monster-monster ini diberi armor, ditunggangi, dan diperintah membuka mata kami soal potensi cerita yang sebenarnya bisa dieksplorasi Monster Hunter.

Level kedewasaan cerita ini juga didukung dengan karakter-karakter pendukung yang tidak kalah memesona. Bergabung ke dalam sebuah grup bersama dengan sang protagonis utama, setiap karakter NPC pendukung yang bisa Anda pilh sebagai companion saat bertarung ini akan punya monster khusus yang ia kendarai, job spesifik dengan rangkaian skill aktif dan pasif, hingga ekstra misi sampingan yang nantinya bisa Anda picu untuk mempelajari sedikit soal latar belakang, hubungan mereka dengan karakter lain, hingga konflik personal yang harus mereka hadapi. Tentu saja, dengan reward yang juga tidak kalah menarik.

Para karakter companion pendukung utama cerita juga sejauh ini terlihat dan terasa menarik, apalagi dengan keunikan mereka masing-masing.
Kami cukup takjub dengan cara game ini menerjemahkan mekanik seri utama Monster Hunter ke dalam format turn-based RPG.

Salah satu bagian paling fantastis dan paling mengejutkan untuk kami sebagai gamer seri Monster Hunter utama adalah betapa “rapinya” proses translasi mekanik yang kita kenal selama ini dari seri utama ke dalam game RPG turn-based ini. Kita tidak hanya bicara soal rangkaian skill aktif yang membuat gaya bermain masing-masing senjata menjadi unik dan berbeda saat bertarung saja, tetapi juga pondasi sistem lainnya seperti kebutuhan untuk mengumpulkan material atas nama membuat rangkaian senjata dan armor dari sisa material monster yang Anda tundukkan. Semua mekanik khas Monster Hunter diterjemahkan dengan baik di sini.

Apresiasi ekstra juga pantas untuk diberikan pada rangkaian QOL yang disematkan di sesi gameplay kami untuk artikel preview ini. Capcom seolah memahami bahwa keputusan mereka untuk membuat sistem pertarungan melawan monster di dalam dunia open-world bisa berujung terlalu lambat bagi sebagian besar orang, mereka menawarkan konsep penaklukkan secara instan untuk Anda yang sekadar mencari material yang dibutuhkan. Ini berarti, alih-alih harus bertarung di dalam mode turn-based, Anda bisa menghabisi monster yang Anda temui secara instan jika beda level memang sudah cukup signifikan.

Dengan semua kombinasi, kami berujung menikmati apa yang ditawarkan Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection. Walaupun kami belum bisa berbicara banyak apakah sisi cerita yang begitu kami nikmati ini akan berujung terbayar manis di akhir atau tidak, namun setidaknya ia sudah berhasil membuat kami ingin mencari tahu lebih banyak.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website