Telur dan Ekosistem

Dari sistem pertarungan, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection yang kian mendekati versi final ini sepertinya tidak menawarkan banyak perubahan dibandingkan sesi preview kami beberapa bulan yang lalu. Ia masih mengusung sistem gunting-batu-kertas untuk sistem tarung yang dibagi menjadi tiga jenis serangan: Power, Tech, dan Speed.
Di sesi preview kami sebelumnya, kami sempat mengeluhkan bahwa sistem untuk memicu aksi Head-to-Head atas nama damage besar ini membingungkan karena tidak seperti game serupa ala Persona misalnya, Monster Hunter Stories 3 tidak akan menyediakan dan menjabarkan jenis serangan apa yang sebenarnya akan dipicu oleh si monster sehingga Anda bisa lebih antisipatif.
Di awal, sistem seperti ini memang sangat tidak intiutif dan menyebalkan. Namun seiring dengan waktu berjalan, kami mulai memahami bahwa seperti halnya di seri utama, Capcom ingin Anda “mengenal” masing-masing monster yang Anda temui ini dan mengingat varian serangan yang akan mereka picu di awal dan nantinya, ketika masuk dalam mode Rage. Capcom juga menyertakan ekstra komentar dari karakter companion untuk memberikan sedikit prediksi dan insight untuk urusan mekanik yang satu ini.
Yang menarik? Kami cukup terkejut ketika mengetahui bahwa untuk versi final ini, Capcom mempertahankan sistem satu karakter saja untuk Anda kendalikan. Karakter monster yang Anda bawa ke pertarungan beserta karakter companion dan monster-nya akan sepenuhnya berjalan otomatis.
Berita baiknya? Sang AI cukup cerdas untuk menjaga Anda dan menjaga dirinya sendiri. Ia akan cukup reaktif dengan skill dan item healing jika Anda sekarat sembari menyuntikkan buff ekstra atau bahkan menyerang dengan elemen kelemahan musuh setiap kali dimungkinkan. Sistem tarung 1 karakter ini sendiri berujung memuat Monster Hunter Stories 3 cukup unik di mata kami. Mereka juga akan otomatis mengeksekusi ragam mekanik ekstra lainnya seperti menunggangi monster dan mengeksekusi serangan kombinasi bersama yang mematikan.
Jujur, kami tidak mengira bahwa sesi eksplorasi yang diusung oleh game ini ternyata juga memuat ragam tantangan lain selain mengumpulkan sebanyak mungkin monster untuk membantu aksi eksplorasi dan tarung Anda.
Mekanik pertama, telur. Untuk mempertebal barisan monster yang bisa Anda gunakan, Monster Hunter Stories 3 akan mengisi peta terbuka yang ia usung dengan ragam gua yang akan muncul secara acak. Di dalamnya, selain ragam material untuk crafting dan memasak, Anda juga bisa mencari telur yang akan dibagi ke dalam ragam level kelangkaan. Semakin bagus telur yang Anda bawa, maka ia berpotensi untuk menetaskan monster yang pondasi skill-nya atau punya status yang lebih kuat. Melihat mereka menetas dengan sedikit elemen keacakan di dalamnya jadi keseruan tersendiri.
Tidak sampai di sana saja, Anda juga punya kebebasan untuk membebaskan telur-telur yang sudah Anda tetaskan ini ke alam liar. Didukung dengan sebuah grafis yang mudah dibaca, jumlah monster yang Anda lepaskan ke alam liar dinarasikan akan mempengaruhi eksosistem di wilayah yang terdampak. Ada beberapa efek yang bisa muncul – dari potensi untuk menemukan varian monster yang lebih kuat, menemukan telur yang berisikan mutasi ekstra dengan jenis skill yang berbeda, hingga menemukan monster-monster yang langka tiba-tiba kembali “umum”.


Sebagai contoh? Kasus Rathian di area awal permainan misalnya yang diposisikan sebagai monster yang benar-benar langka. Ketika Anda pertama kali menemukan setidaknya satu telur untuknya, menetaskannya, dan kemudian melepasnya ke ekosistem, Anda mulai menemukan lebih banyak Rathian berkeliaran. Terus melakukannya, maka Anda berpotensi menemukan sarang Rathian yang muncul acak, menemukan telur bermutasi, dan mendapatkan Rathian yang tidak hanya punya warna unik saja, tetapi mampu melayangkan serangan elemen yang berbeda. Sistem cari telur dan bangun ekosistem ini akan menjadi salah satu core gameloop untuk Monster Hunter Stories 3 ini.
Masih belum cukup? Capcom juga sepertinya ingin memastikan, lagi-lagi, bahwa sistem ini justru tidak membebani Anda dan menjadikannya sebagai sesuatu yang menyebalkan. Ia juga menghadirkan sebuah fitur dengan narasi “Edit DNA” yang kini memungkinkan Anda untuk menyuntikkan skill pasif dan aktif ke monster andalan Anda. Penguatan ini dijabarkan lewat UI super sederhana bak papan bingo yang akan membantu Anda memahami cepat soal apa yang perlu Anda lakukan dengan cepat dan tepat.
Sementara dari sisi eksplorasi, kami juga cukup terkejut dengan konsep dunia yang ditawarkan oleh Monster Hunter Stories 3 ini. Setelah sempat khawatir bahwa wilayah pertama yang Anda tempati akan menjadi satu-satunya wilayah di game ini, ia ternyata masih menawarkan area lain untuk dijelajahi, yang tentu saja akan terbuka sesuai dengan berjalannya cerita. Area baru ini akan memuat monster baru, ekosistem baru, dengan ditopang gameplay loop yang sama.


Dengan konsep ini, sepertinya jelas bahwa game ini akan membawa Anda pada titik dimana dimungkinkan untuk meracik sebuah monster lewat rangkaian mekanik yang ada dengan status, atribut, dan ragam skill yang terhitung super kuat dan sempurna untuk tim Anda. Namun kami juga bisa melaporkan bahwa setidaknya di sesi 10 jam awal permainan kami, tidak ada keharusan untuk melakukan hal tersebut. Selama Anda memastikan tim monster Anda cukup bervariasi dari sisi elemen dan jenis serangan, Anda akan bisa menundukkan ragam tantangan yang ada. Apalagi dengan dukungan AI companion yang cukup bisa diandalkan.
Monster Hunter Stories 3, Pantaskah untuk Ditunggu?

Setelah sesi preview singkat di Thailand Game Show tahun lalu yang meninggalkan tidak sedikit kebingungan bersama dengan antusiame tersendiri terutama karena sisi visual yang diusung, sesi preview lebih panjang ini berujung menguatkan tendensi kami untuk menjawab “Iya” untuk pertanyaan di atas.
Di titik ini, tidak bisa dipungkiri, kekuatan utama yang ditawarkan ada sisi cerita yang melebur cerita sarat politik dunia fantasi yang cukup memancing rasa penasaran. Gameplay loop terkait aksi merekrut dan memperkuat monster mungkin bisa jadi “batu sandungan” untuk mereka yang tidak terlalu ambil pusing dengan sistem yang satu ini. Namun setidaknya, di 10 jam pertama kami, Anda bisa melenggang cukup bebas tanpa memberi perhatian selama Anda memperkuat aspek lain seperti senjata dan armor protagonis sembari memilih companion yang mendukung gaya bermain Anda.
Lantas, apakah ada hal yang begitu ingin kami tambahkan di versi yang kami jajal? Jika ada satu fitur impian – transmog. Mengingat besar kemungkinan Anda mengenakan armor terbaik untuk karakter Anda atas nama atribut dan buff, bukan tidak mungkin ia hadir dengan desain yang terlihat aneh dan berlebihan saat di cut-scene. Akan begitu membahagiakan jika Anda bisa menerapkan “Fashion Hunter” juga di game RPG ini.
Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 13 Maret 2026 mendatang untuk Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC. Tertarik?

