Seru, Intens

Sejujurnya, PRAGMATA memang sempat membuat kami khawatir. Walaupun konsep pembauran aksi tembak dan hacking yang mereka tawarkan via duo protagonis yang punya peran bak ayah dan anak – Hugh dan Diana ini memang baru dan menyegarkan, ada kekhawatiran pondasi desainnya sendiri tidak akan cukup kuat untuk menarik hati para pencinta game action. Sebuah kekhawatiran yagn seolah terjustifikasi oleh demo Sketchbook yang mengesankan bahwa game ini berujung terlalu lambat, mudah, dan pada akhirnya – hambar.
Berangkat dari kecemasan tersebut, kami dengan bahagia mengungkapkan bahwa sesi demo 2 jam kami yang dimulai dari pertengahan cerita berujung menghapus keraguan tersebut. Bahwa apa yang dicitrakan oleh demo Sketchbook yang sudah diriilis Capcom hanyalah sekadar tutorial dan “permukaan” untuk sebuah game action yang berujung seru dan intens.
Untuk Anda yang tidak familiar, PRAGMATA adalah sebuah game action yang melebur konsep hacking dan shooting di saat yang sama. Proses hacking yang akan muncul dalam bentuk layar kecil yang menuntut Anda untuk mengendalikan dan melewati ragam node untuk ekstra buff dan debuff akan jadi pondasi untuk meruntuhkan pertahanan musuh yang kesemuanya adalah robot. Begitu pertahanan ini rontok, Anda akan bisa menggunakan senjata api Anda untuk damage yang lebih besar, yang dikendalikan dan dieksekusi layaknya game third person shooter. Beberapa aksi hacking juga akan membuka titik lemah musuh yang sebelumnya tersembunyi.
Berbeda dengan demo Sketchbook yang terasa tenang dan santai, sensasi PRAGMATA yang sesungguhnya dipenuhi dengan begitu banyak kekacauan, keseruan, dan kepanikan tersendiri. Apa pasal? Karena Capcom sangat paham bagaimana cara membuat mekanik ini menjadi sumber untuk sensasi game action yang siap untuk membuat keringat dingin Anda mengucur.
Kuncinya? Terletak pada komposisi encounter yang akan Anda hadapi nanti. Karena tidak hanya satu atau dua robot saja, sebagian besar skenario pertempuran di PRAGMATA, setidaknya di sesi demo 2 jam kami, akan meminta Anda untuk menghadapi 3 – 6 robot sekaligus yang datang dari beragam varian berbeda. Ia bisa jadi drone dengan aksi charging yang terus membidik Anda, atau robot humanoid dengan serangan melee mematikan, atau robot bola dengan misil kecil yang juga bisa Anda retas, atau bahkan sebuah robot bak bayi yang akan terus berupaya menabrak Anda dengan kecepatan tinggi. Semuanya akan berusaha menghabisi Anda di satu waktu yang sama.


Bayangkan ketika setiap skenario ini tiba dan Anda harus langsung memosisikan diri untuk meretas dan membunuh mereka secepat dan seefektif yang Anda bisa. Ketegangan tersebut memuncak ketika Anda memahami bahwa kombinasi Hugh dan Diana juga memiliki limitasi-nya sendiri. Sebagai contoh? Senjata standar Hugh yang walaupun mematikan, ternyata punya waktu reload super panjangyang membuatnya tidak bisa Anda “muntahkan” tanpa banyak pertimbangan. Semuanya diperparah dengan fakta bahwa Hugh tak punya serangan melee.
Sementara itu, Diana juga hanya bisa meretas robot yang berada di hadapannya dengan jarak tertentu, sehingga tidak ada situasi dimana Anda bisa menyelesaikan setiap skenario ini dengan jarak yang aman. Belum cukup buruk? Senjata-senjata lebih kuat Hugh diposisikan sebagai senjata istimewa dengan peluru sangat terbatas yang harus Anda pungut atau ganti dengan varian lainnya bak item-item consumables di game action yang lain.
Sesi demo 2 jam kami juga akhirnya memamerkan bagaimana PRAGMATA menyuntikkan beragam tantangan untuk aksi hacking Diana yang bisa diakses oleh beberapa varian robot. Selain luas papan board hacking yang berarti butuh lebih banyak waktu untuk dieksekusi, Anda juga akan berhadapan dengan beberapa skenario retas dimana Anda dipaksa untuk mengikuti jalur tertentu atau dihitung gagal dan harus mengulanginya lagi dari awal. Berusaha mengikuti jalur yang sudah ditentukan ini sembari menggerakkan Hugh akan jadi tantangan koordinasi yang tidak bisa Anda remehkan.
Masih belum cukup? Beberapa varian robot kini bisa juga bisa melindungi diri mereka dari aksi hacking Diana dengan menggunakan shield berwarna merah yang akan ditempatkan di titik tertentu di tubuh mereka. Ini berarti Anda harus menggunakan senjata Hugh lebih dulu untuk menghancurkan perisai-perisai ini sebelum Diana bisa menjalankan aksi hacking-nya. Tentu saja, para musuh ini tidak akan tinggal diam dan membiarkan Anda membinasakan semua perisai ini begitu saja. Untungnya, Hugh dipersenjatai dengan aksi evade dengan jet-pack yang cukup bisa diandalkan.
Maka sebagian besar pengalaman PRAGMATA Anda akan berujung intens dan seru karena kombinasi-kombinasi ini. Anda akan berharapan dengan banyak robot sekaligus yang hadir dalam ragam varian, memilah dan memilih siapa yang harus Anda hancurkan lebih dulu, menahan diri agar tidak panik sembari memastikan Hugh tetap hidup, dan kemudian memilih kira-kira senjata ragam efek apa yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah proses tersebut. Untuk urusan terakhir ini, hanya dari sesi 2 jam kami saja, Hugh sudah bertemu dengan banyak varian senjata termasuk salah satunya yang mampu meracik hologram untuk menarik agro musuh.


Yang menarik? Ada sedikit elemen “Souls” di PRAGMATA. Berbeda dengan kebanyakan game action sejenis yang akan membawa Anda ke titik checkpoint terakhir Anda setiap kali Anda mati, PRAGMATA akan selalu membawa Anda ke hub utama nan super aman yang disebut sebagai Shelter di sini. Baru dari Shelter ini lah, Anda bisa bergerak ke ragam titik checkpoint yang sudah dibuka sebelumnya untuk kembali un berhadapan dengan tantangan apapun yang berhasil membunuh Anda sebelumnya. Benar sekali, musuh yang sudah tewas pun akan kembali respawn setiap kali Anda kembali dari Shelter.
Tentu saja, Shelter tidak hanya berfungsi sebagai hub respawn saja. Di sini, Anda juga bisa memperkuat Hugh dan Diana dengan beragam aksi dari upgrade kemampuan hacking dan damage senjata standar, membuka ability baru yang akan kian membuat aksi tarung Anda semakin efektif, atau sekadar memasangkan mod yang Anda temukan sebagai buff untuk aksi Anda. Shelter akan diisi dengan ragam fungsi yang juga akan terus bertambah seiring dengan lebih banyaknya Shelter Key yang Anda dapatkan dalam perjalanan nantinya.


Seperti yang bisa Anda prediksi, aksi upgrade ini juga akan jadi ekstra motivasi Anda untuk sedikit menjelajahi PRAGMATA nantinya. Tentu saja jelas bahwa game ini bukanlah game open-world atau hadir dengan dunia yang super luas. Namun desain level yang ia usung di sesi demo kami jelas memuat begitu banyak cabang ekstra jalan rahasia yang akan membawa Anda ke lebih banyak resource, yang nantinya akan bisa Anda gunakan di Shelter. Ini akan memberikan Anda ekstra motivasi untuk menyibukkan diri, termasuk level menantang yang butuh kunci spesiifk bernama Red Key untuk reward menawan jika berhasil Anda tundukkan.


Sesi demo ini ditutup dengan pertarungan melawan sebuah robot raksasa yang jauh lebih menantang dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh demo Sketchbook saat ini. Walaupun ia hadir dengan animasi serangan yang terbatas, namun ia tetap hadir menyegarkan lewat serangkaian gimmick yang juga ia sertakan. Akan ada titik dimana sang robot raksasa ini beralih ke serangan berbasis AOE ketika Anda mencapai titik HP tertentu atau sekadar menciptakan perisai-perisai merah yang kami bahas sebelumnya untuk mencegah aksi hacking Diana. Berita terbaiknya? Sistem kamera PRAGMATA hadir sangat baik untuk memfasilitasi pertarungan melawan unit sebesar ini, yang diikuti dengan pengambilan sudut pandang lebih jauh yang nyaman. Kami berujung menikmati pertarungan yang cukup terasa epik ini.

