Preview PRAGMATA: Ternyata Seru Gila!
Page 3

Preview PRAGMATA: Ternyata Seru Gila!

Author picture
Author picture

Diana yang Imut

Diana benar-benar hadir sebagai anak kecil yang imut.

Salah satu sumber kekhawatiran terbesar kami yang lain terkait PRAGMATA adalah karakter Diana itu sendiri. Memosisikannya sebagai seorang Android anak kecil yang berupaya mengenal bagaimana cara dunia bekerja dengan terus mengikuti Hugh bisa jadi pedang bermata dua. Selalu ada potensi bahwa Diana justru diposisikan sebagai karakter yang terlalu “polos” hingga ia justru memicu perasaan terganggu ke gamer karena kecerewetannya untuk berusaha menggail informasi dari Hugh, misalnya. Kami tidak bisa membayangkan apa jadinya PRAGMATA jika Diana misalnya terlalu banyak berbicara, mengeluh, atau mengoceh.

Berita baiknya? Setidaknya dari sesi demo 2 jam yang kami jajal, tidak ada sedikitpun momen dimana kami merasa Diana mengganggu pengalaman bermain yang ada. Memang akan ada dalam proses eksplorasi atau cerita dimana ia akan berinteraksi dan berbincang-bincang dengan Hugh, namun tidak sesering yang dibayangkan.

Anda tidak akan bertemu dengan Diana yang misalnya, akan terus mengajak Hugh ngobrol atau sekadar bertanya ini dan itu selama proses eksplorasi. Akan ada banyak masa tenang dimana PRAGMATA “membiarkan” Anda untuk menikmati aksi eksplorasi dan tarung Anda dalam diam. Bahkan, beberapa interaksi Hugh dan Diana hadir opsional dalam bentuk trigger tombol yang bisa Anda lewati di lokasi spesifik jika Anda tidak menginginkannya. Kami juga menghargai kepribadian Diana sebagai anak kecil yang berhasil memperlihatkan kepribadian penuh rasa penasaran selayaknya anak seumurannya di sesi demo ini, namun tidak lantas secara konsisten mengomentari hal-hal baru yang ia temui.

Ia tidak hadir terlalu cerewet atau menjengkelkan. Diana juga akan terasa bak satu kesatuan unit dengan Hugh dari sisi mekanik, tanpa sekalipun terasa seperti misi escort yang seringkali menyebalkan.
Aksi Diana berupaya mengenal dan menikmati teknologi-teknologi dari bumi ini akan membuat Anda tersenyum lebar.

PRAGMATA juga memberikan ruang bagi Diana untuk lebih bersinar di Shelter yang kami bicarakan sebelumnya. Menjadi hub sekaligus tempat bersantai, Diana akan terlihat lebih aktif berbicara atau mengomentari segala sesuatunya di sini, tentu saja lengkap dengan tingkah laku dan aksinya yang imut. Selama proses eksplorasi, Anda bahkan bisa mengumpulkan sebuah item khusus benama REM (Rare Earth Memories) yang akan memperkenalkan Diana pada teknologi lawas bumi yang akan otomatis muncul di Shelter. Kerennya lagi? Diana juga akan punya interaksi unik untuk masing-masing REM ini, yang cukup untuk membuat Anda tersenyum lebar.

Kami juga menghargai keputusan Capcom untuk menjadikan Diana sebagai karakter protagonis yang bisa diandalkan saat bertarung. Dengan kemampuan hacking yang ia gunakan, ia akan selalu terasa seperti sebuah karakter yang teintegrasi dengan Hugh secara sempurna alih-alih seorang karakter yang harus Anda lindungi secara konsisten. Kami sangat bersyukur bahwa Capcom tidak jatuh pada omong-kosong dimana damage misalnya bisa membuat Diana jatuh dari tempatnya berdiri atau butuh Anda selamatkan lebih dulu sebelum Anda bisa menggunakan kekuatannya lagi seperti kasus escort Leon dan Ashley di Resident Evil 4. Diana langsung diposisikan sebagai karakter yang bisa diandalkan tanpa banyak gimmick menjengkelkan seperti ini.

PRAGMATA, Pantaskah untuk Diantisipasi?

Ia berujung menjadi game action yang akan konsisten menguji koordinasi, ketenangan, dan kemampuan Anda untuk mencari solusi dan senantiasa, prioritas dengan bumbu eksplorasi dan desain setting yang mengundang untuk sebuah petualangan fantastis.

Dengan tanpa ragu, kami menjawab “Iya”. Apa yang berhasil dilakukan dengan demo 2 jam yang kami dapatkan adalah konfirmasi bahwa PRAGMATA adalah sebuah game action intens dan seru yang sangat berbeda dengan demo Sketchbook yang saat ini tersedia di pasaran, yang harus diakui terasa terlalu standar dan pelan.

Ia berujung menjadi game action yang akan konsisten menguji koordinasi, ketenangan, dan kemampuan Anda untuk mencari solusi dan senantiasa, prioritas dengan bumbu eksplorasi dan desain setting yang mengundang untuk sebuah petualangan fantastis. Demo ini bahkan cukup untuk membuat Anda peduli dengan hubungan ayah-anak yang perlahan tapi pasti dibangun oleh Hugh dan Diana, sesuatu yang membuat kami kian tidak sabar untuk mencicipi versi finalnya nanti.

PRAGMATA sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 17 April 2026 mendatang untuk Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website