Satu Masalah, Dua Solusi

Satu hal yang menarik dari dinamika permainan antara Leon dan Grace di sesi preview kami adalah fakta bahwa tidak seperti Resident Evil 2 yang memisahkan dua karakter ke dua skenario berbeda atau Resident Evil 4 yang menyuntikkan disparitas kekuatan yang benar-benar signifikan antara Leon dan Ashley, kedua protagonis di Requiem ini punya kekuatan yang hampir “setara”. Oleh karena itu, mereka berdua bisa hadir sebagai solusi untuk masalah-masalah zombie yang mereka temui di sini. Dikombinasikan dengan fakta bahwa keduanya mengeksplorasi wilayah yang sama di sesi preview ini, terlepas bergantian sesuai cerita, menghasilkan sebuah situasi yang unik.
Dengan asumsi bahwa preview ini akan mewakili keseluruhan pengalaman bermain yang kemungkinan besar juga melibatkan area lain, Anda kini punya ekstra opsi untuk memilih sendiri dengan siapa Anda ingin menghabisi zombie-zombie ini.
Sebagai contoh? Pertarungan melawan zombie tukang daging alias si butcher yang kami bicarakan sebelumnya. Mengingat zombie ini pertama kali muncul di sesi Grace, maka otak rasional kami pun menyimpulkan bahwa ini adalah “masalah” yang harus diselesaikan Grace. Maka kami menembakkan 3 peluru Requiem ke kepala si butcher dan menikmati kematiannya yang memuaskan.
Namun betapa terkejutnya kami ketika menemukan bahwa media lain yang berada di sesi preview yang sama berujung menggunakan solusi lain. Ia memutuskan untuk tidak membunuh si butcher sebagai Grace dan hanya berlari menghindar. Ia baru menghabisi si butcher ketika sesi permainan berganti ke Leon yang notabene diperkuat dengan lebih banyak senjata dan peluru ketika ia masuk ke area yang sama.
Ini juga membuka alternatif “solusi” untuk situasi para zombie yang bermutasi misalnya. Bayangkan situasi dimana resource Anda sebagai Grace sudah berada di ujung tanduk dan tidak lagi bisa dihabiskan untuk mereka. Pertanyaannya kini: mengapa Anda tidak membiarkan saja para zombie bermutasi ini tetapi hidup di sesi Grace dan berharap nantinya di sisi Leon yang jauh lebih efektif dan bebas resiko untuk menghabisi mereka jika ia berujung mampir di lokasi yang sama?
Namun sekali lagi, sesi 3 jam kami juga tidak memberikan jaminan bahwa struktur yang sama akan terus bisa diaplikasikan di sepanjang permainan. Setidaknya untuk area yang dijadikan sebagai bagian dari sesi preview ini, strategi untuk memilih siapa yang ingin Anda habisi dan biarkan sebagai Grace untuk nantinya “dibersihkan” Leon adalah sesuatu yang bisa dikejar.
Resident Evil Requiem, Pantaskah untuk Ditunggu?

Setelah menikmati sesi preview 3 jam kami bersama Grace dan Leon, kami dengan tanpa ragu menjawab “Iya” untuk pertanyaan ini. Tambahan mekanik yang ia usung seperti sistem darah milik Grace atau hatchet milik Leon memang tidak bisa dibilang revolusioner atau radikal untuk Anda yang familiar dengan seri Resident Evil selama ini. Namun tidak adil rasanya jika kami tidak mengakui bahwa kami meninggalkan sesi preview kami dengan keinginan kuat untuk terjun kembali ke Requiem. Ada rasa penasaran untuk membuka semua tabir misteri yang menunggu dari sisi cerita di luar ketegangan dari sesi Grace dan keseruan dari sesi Leon.
Misteri yang baru akan mendapatkan jawaban saat Resident Evil Requiem rilis untuk Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC di tanggal 27 Februari 2026 mendatang.

