Review Atelier Yumia – The Alchemist of Memories & the Envisioned Land: Seri Baru, Inovasi Baru!
Page 3

Review Atelier Yumia – The Alchemist of Memories & the Envisioned Land: Seri Baru, Inovasi Baru!

Author picture
Author picture

Alkimia Yumia

Alchemy tentu tetap jadi fitur paling unik Atelier Yumia.

Apa yang membuat seri Atelier berbeda dengan game JRPG lainnya? Benar sekali, fokus pada fitur Alchemy yang ia usung. Untuk Anda yang tidak terlalu familiar dengan konsep dasarnya, Anda bisa menyederhanakannya sebagai sistem crafting yang sebegitu esensial-nya hingga ia menjadi fitur yang perlu Anda perhatikan. Alchemy akan menjadi kunci untuk tidak hanya mencapai progress cerita saja, tetapi juga membuka akses ke equipment dan barisan item ofensif dan defensif terkuat..

Untungnya, proses racik Alchemy ini sudah jauh lebih disederhanakan di Yumia sehingga Anda yang tidak terlalu ingin ambil pusing dengannya tetap bisa menikmati fiturnya secara optimal. Kuncinya terletak pada proses otomatisasi yang bisa diandalkan. Jika Anda ingin mengatur setiap material yang diperlukan atas nama memastikan hasil akhir item atau equipment benar-benar maksimal? Anda bisa melakukanya. Jika Anda hanya ingin meracik mereka dengan cepat dengan efektivitas yang tetap tinggi? Opsi tersebut tetap tersedia. Walaupun agak sedikit terganggu dengan ekstra tambahan animasi di sana-sini, namun proses ini tetap menjamin Anda untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Maka seperti yang bisa Anda prediksi, menjadi basis semua game crafting pula, sisa kesibukan Anda adalah berusaha mengumpulkan sebanyak dan sevariatif mungkin material yang ada di konsep dunianya yang kini terbuka. Tenang saja, selama Anda mengambil semua material yang Anda temukan di jalan, sebagian besar kebutuhan Alchemy Anda akan terpenuhi. Anda biasanya hanya akan butuh memerhatikan jenis material dengan nama lengkapnya saat Anda ingin membuka resep alkimia tertentu yang juga akan bertambah dengan seiring progress.

Hadir dengan fitur otomatisasi yang tetap bisa diandalkan, Anda yang tak ingin dipusingkan dengan Alchemy tetap bisa mendapatkan item dan equipment yang Anda butuhkan.
Aksi mengumpulkan material juga tidak akan terasa seperti “beban” di sini.

Aktivitas mengumpulkan material ini juga akan jadi salah satu motivasi Anda untuk mengeksplorasi dunia terbuka Atelier Yumia hingga ke setiap jengkal dan ikon tanda tanya yang ada. Mengapa? Karena seperti yang kami bicarakan sebelumnya, tidak sedikit darinya yang bisa saja berisi resep baru yang pantas dikejar atau material istimewa baru yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya. Titik pengumpulan material dalam jumlah banyak, yang jika dikombinasikan dengan cabang pohon skill eksplorasi, akan siap untuk membuat Anda meracik beragam hal yang Anda butuhkan.

Satu yang menarik? Atas nama eksplorasi ini, Atelier Yumia juga didukung dengan banyak fitur baru. Sebagai contoh? Simple Synthesis. Untuk ragam aksi dan aktivitas yang bisa Anda lakukan saat eksplorasi, dari naik zipline hingga memancing, Anda kini bisa meracik item yang dibutuhkan lewat sebuah menu UI yang sederhana. Selain itu, menjadi pertimbangan Gust yang kami apresiasi, Yumia juga akan dibekali dengan sebuah motor untuk proses navigasi lebih cepat. Walaupun implementasinya belum sempurna, dimana sang motor terkadang masih terjebak saat menabrak objek-objek tertentu, ia tetap menawakan aksi gerak yang lebih cepat daripada sekadar berjalan kaki.

Salah satu motivasi Anda untuk terlibat dalam aksi Alchemy dan aksi pengumpulan material ini juga akan berangkat dari fakta bahwa alih-alih senjata, serangan paling kuat di Yumia akan dijanjikan oleh item ofensif paling puncak-nya. Segitu mematikannya item-item ofensif ini hingga Anda tidak akan sulit “membersihkan” banyak musuh, bahkan boss yang penting dari sisi cerita sekalipun, dalam hitungan puluhan detik saja. Tentu saja selama  Anda berhasil mengkombinasikannya dengan tepat bersama sistem lain bernama Trait, yang bisa disederhanakan sebagai sistem “gem” suntikan dengan ragam kelangkaan untuk menawarkan buff tertentu.

VROOOOOMMMM!!
Status Anda sebagai tim ekspedisi juga dicerminkan lewat ekstra elemen gameplay yang ada.
Elemen sama yang akan memotivasi Anda untuk terlibat dalam aksi bangun rumah dan furnitur di seri ini.

Lagipula, posisi Anda sebagai anggota tim ekspedisi Aladiss juga bukan sesuatu yang sekadar diracik untuk cerita saja. Untuk setiap region baru yang Anda kunjungi, Anda juga akan mendapatkan segudang tugas dari ketua Anda yang bisa diselesaikan untuk ragam ekstra reward menggoda, terutama ratusan Skill Points yang bisa Anda distribusikan ke pohon skill yang ada. Uniknya lagi? Ia juga termasuk salah satu fitur yang secara konsisten untuk mendorong Anda memanfaatkan fitur bangun ragam bangunan dan furniture yang kini bisa dilakukan oleh Yumia. Ini juga akan jadi motor pendorong Anda untuk mencari rangkaian shrine berisikan puzzle yang menjanjikan reward resource baru untuk dimanfaatkan untuk memperkuat aksi eksplorasi Yumia. Ia juga akan sekadar “kunci” untuk akses ke tier pohon skill yang lebih tinggi.

Di dunia luas yang sama, Anda juga akan disuguhkan dengan ragam misi sampingan dengan ikon tanda seru diposisikan sebagai yang lebih krusial dengan kontennya sendiri. Anda bisa mendapatkan reward lebih signifikan di sini, dari resep Simple Synthesis yang bisa berisikan resep masakan yang bisa Anda rack saat camping, resep item ofensif, sampai kostum kosmetik ekstra yang bisa dikenakan oleh Yumia dkk.

Kesimpulan

Apa yang ditawarkan oleh Atelier Yumia di titik saat review ini ditulis tetaplah sesuatu yang pantas untuk dirayakan, terutama dari upaya-nya berinovasi. Butuh penyempurnaan lagi memang di seri-seri selanjutnya, namun ini akan jadi arah yang siap untuk membuat seri ini terasa berbeda. Kini tugas Gust selanjutnya hanyalah memastikan akan ada titik dimana Yumia akan bisa sepopuler Ryza, terutama dari sisi desain saja. Untuk saat ini, ini adalah sebuah seri baru, dengan inovasi baru, dan tentu saja – ekstra rasa baru di atasnya.

Berusaha berdiri di atas nama besar Ryza memang bukan pekerjaan yang mudah. Dengan apa yang ditawarkan Gust via Yumia saat ini, walaupun tanpa pernah ada jaminan bahwa ia akan disukai dari sisi desain karakter, namun setidaknya jelas ada upaya inovasi untuk formula JRPG yang ia tawarkan. Sebuah dunia besar berisikan begitu banyak monster dan material untuk dikumpulkan, proses otomatisasi alchemy yang bisa diandalkan, AI yang tak jadi beban, sampai ragam misi sampingan untuk diselesaikan akan menemani perjalanan Anda di tanah dengan karakter dan mekanik baru ini.

Namun seperti yang bisa diprediksi, Atelier Yumia tetap tak sempurna. Di luar sisi presentasi, terutama dari sisi animasi, bahkan di cut-scene sekalipun, yang masih terasa seperti game di kelas AA, ada beberapa hal yang perlu disempurnaan oleh Gust di masa depan. Ada satu hal yang cukup mengganggu kami selain efek serangan yang terlalu berlebihan, yakni keharusan karakter untuk berpose menang setiap kali pertarungan selesai. Bayangkan betapa kesalnya Anda jika karakter Anda butuh melakukan pose 2 detik untuk pertarungan yang berhasil Anda selesaikan dalam waktu 2 detik juga. Lebih parahnya? Ia datang dengan efek zoom in-zoom out pendek yang tidak memberikan kontribusi apapun.

Di luar kekurangan itu, apa yang ditawarkan oleh Atelier Yumia di titik saat review ini ditulis tetaplah sesuatu yang pantas untuk dirayakan, terutama dari upaya-nya berinovasi. Butuh penyempurnaan lagi memang di seri-seri selanjutnya, namun ini akan jadi arah yang siap untuk membuat seri ini terasa berbeda. Kini tugas Gust selanjutnya hanyalah memastikan akan ada titik dimana Yumia akan bisa sepopuler Ryza, terutama dari sisi desain saja. Untuk saat ini, ini adalah sebuah seri baru, dengan inovasi baru, dan tentu saja – ekstra rasa baru di atasnya.

Kesimpulan

Agak terlalu berlebihan juga sih ya Gust ya..
  • Cerita utama lumayan menarik
  • Dunia kini dihadirkan terbuka dan luas untuk dieksplorasi
  • Otomatisasi sistem Alchemy tetap bisa diandalkan
  • AI Companion cukup efektif saat bertarung tanpa sekalipun menjadi beban
  • Desain karakter tetap menggoda, terutama Nina dengan kombinasi gyaru-nya
  • QOL solid dari sistem simple synthesis hingga opsi fast-travel ke ragam titik dari manapun Anda berada
  • Proses pengumpulan material tetap sederhana
  • Sistem “wallpaper” dinamis saat membuka menu
  • Sistem pertarungan tidak perlu butuh banyak pembelajaran

Kekurangan

Keseluruhan pengalaman Atelier Yumia ini bisa terasa terlalu mudah jika Anda termasuk gamer yang mengejar tantangan.
  • Efek pertempuran bisa terasa “keramaian”
  • Variasi musuh terlalu sedikit
  • Pertarungan ditutup dengan animasi kemenangan singkat yang justru mengganggu
  • Masih ditemukan glitch di beberapa titik
  • Tingkat kesulitan bisa terasa sangat mudah untuk Anda yang mencari sedikit tantangan
  • Animasi saat melakukan alchemy juga masih bisa dipersingkat

Direkomendasikan untuk gamer: yang mencintai ser Atelier, yang menginginkan game RPG dengan struktur crafting yang dominan

Tidak direkomendasikan untuk gamer: yang mencintai feel action lebih kental, butuh animasi game anime kualitas AAA

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website