Review Ball x Pit: “Game Bola” Paling Nagih!
Page 2

Review Ball x Pit: “Game Bola” Paling Nagih!

Author picture
Author picture

Bola, Bola, Bola

Bola adalah sumber kebahagiaan

Seperti yang bisa Anda prediksi, Ball x Pit memang tidak menjadikan visual sebagai daya tarik utama. Bahkan sebagai game dengan pondasi pixel-art sekalipun, ia lebih banyak digunakan untuk mendukung cerita dan atmosfernya yang memang gelap. Ini adalah sebuah dunia penuh keputusasaan yang nyaris tanpa tawa dan sinar matahari. Filter warna inilah yang akan Anda hadapi dari awal hingga akhir permainan.

Namun bukan berarti pendekatan visual ini gagal untuk digunakan sedemikian rupa untuk menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan. Lubang raksasa yang menganga di tengah kota, sebuah elevator yang terus membesar sebagai satu-satunya teknologi eksplorasi, sampai ragam jenis arsitektur baru yang bisa Anda bangun setidaknya menyiratkan “sejarah” bahwa ini adalah sebuah peradaban yang sempat eksis sebelum sang bencana terjadi.

Pada akhirnya, fokus visual Ball x Pit adalah menikmati begitu banyaknya bola yang akan menemani aksi Anda dalam upaya menyelesiakan setiap level yang ada. Berbeda dengan Arkanoid versi modern sekalipun, Ball x Pit membiarkan Anda menikmati bola-bola beragam bentuk, warna, dan efek ini memantul di sisi dinding sebelum menghasilkan damage dalam bentuk angka melawan monster-monster yang berbaris rapi. Ini jelas bukan soal estetika. Ball x Pit paham bahwa semua gamer yang terjun menikmati game ini punya prioritas lebih penting – ingin melihat bola-bola ini terus meluncur, lahir, dan menghancurkan apapun yang berada di depan mereka.

Setiap level yang Anda hadapi akan punya tema spesifik dengan desain musuh yang berbeda pula.
“Kerenyahan” suara efek bola yang memantul dengan kombinasi OST yang fantastis menjadi highlight tersendiri di game ini.

Walaupun visual bukanlah daya tarik utama, kami sayangnya harus mengeluhkan satu aspek khusus di dalamnya.  Bahwa beberapa level yang mengandung perangkap di lantai level, baik dari sekadar kubangan lava hingga lubang hitam yang akan memuntahkan Anda di titik berbeda, terlihat kurang jelas dan mencolok. Mungkin keputusan desain ini memang sengaja diambil untuk memberikan ekstra tantangan, namun kami sendiri sulit untuk tidak mengkritisi seberapa terasa “curangnya” keputusan ini. Sementara untuk urusan desain level dan musuh yang punya ragam tema? Tidak istimewa, namun kami sambut dengan tangan terbuka.

Audio mungkin merupakan salah satu bagian paling mengejutkan dari Ball x Pit ini. Bukan hanya karena OST kerennya yang siap menemani aktivitas Anda yang lumayan “repetitif” di setiap level saja, tetapi juga karena efek suara yang ada. Ungkapan terbaik dari kami adalah menyebutnya sebagai suara efek “renyah” yang memanjakan telinga. Mendengar bagaimana bola-bola kecil Anda mengenai musuh, efek suara balok yang hancur setiap kali mereka tewas, hingga tembakan-tembakan serangan dari boal spesial membuat pengalaman telinga Anda bahkan bisa dibilang, jauh lebih menarik dibandingkan visual yang ada.

Sederhana

Secara sederhana, Anda bisa menyebut Ball x Pit sebagai sebuah game varian Arkanoid dengan elemen rogue-like di dalamnya.

Konsep gameplay yang ditawarkan Ball x Pit memang terhitung sederhana. Ia dibangun dengan Arkanoid sebagai pondasi gameplay dimana tugas Anda adalah menghancurkan semua balok di depan mata yang kini divisualisasikan sebagai monster. Namun berbeda dengan Arkanoid dimana kekalahan terjadi begitu Anda kehilangan semua bola yang butuh Anda pantulkan, Ball x Pit meleburnya dengan konsep game modern. Bahwa alih-alih bola, Anda kini punya bar HP yang akan berkurang setiap kali musuh berhasil mencapai posisi Anda.

Peleburan menjadi beragam genre memang  menjadi bagian utama yang membuat Ball x Pit berujung lebih kompleks dan seru. Salah satu yang paling signifikan tentu saja konsep rogue-like yang kini meminta Anda untuk memilih satu atau dua karakter sebagai petualang yang berusaha menyelesaikan setiap level yang ada. Setiap karakter ini akan punya karakteristik uniknya masing-masing, dari buff,  arah serangan awal, jenis bola istimewa yang mereka “muntahkan”, hingga gimmick keren seperti otomatisasi aksi pilih buff saat bermain hingga keseluruhan gameplay.

Yang menarik? Di luar bola-bola biasa yang disebut sebagai “baby balls” di sini, Anda akan mendapatkan bola-bola istimewa dengan efeknya masing-masing. Ada jenis bola yang punya serangan elemen seperti Freeze dan Poison yang akan menghasilkan efek seperti yang Anda prediksi pada setiap balok yang ia sentuh atau lewati, Laser untuk serangan area, hingga serangga yang bisa menghasilkan lebiih  banyak baby balls untuk dipantulkan.

Tenang, selain bola kecil biasa, Anda juga akan dibekali aksesoris dan bola istimewa dengan ragam efek.

Kerennya lagi?  Dengan sistem level up dan upgrade yang bisa Anda akses dengan memungut resource yang terbesar setiap kali balok monster hancur, Anda bisa memperkuat setiap bola istimewa ini dengan membuatnya naik level atau menggabungkannya lewat fitur Fusion dan Evolve untuk meracik sebuah bola istimewa baru dengan efek baru.

Mengingat opsi bola istimewa yang bisa Anda pilih selalu acak di setiap run, Ball x Pit juga memastikan bahwa Anda tidak akan bisa mengeksploitasi hanya satu jenis build saja. Bersama dengan fitur ini, Anda juga akan diperkenakkan untuk memilih aksesoris-aksesoris pendukung yang juga siap untuk mendukung gaya Anda bermain.

Maka pada akhirnya, lewat semua kombinasi sistem bola biasa, bola istimewa, fungsi penggabungan, dan aksesoris atas nama buff inilah yang akan menentukan seberapa besar kesempatan Anda untuk menundukkan tiap level yang ada, tentu saja di luar “gimmick” karakter yang Anda pilih.

Bola-bola istimewa yang ada bisa dikombinasikan untuk melahirkan varian yang lebih kuat dan efektif.
Setiap level juga selalu punya boss di bagian akhir yang seringkali membuat Anda merasa tengah mencicipi sebuah game bullet-hell.

Tentu saja musuh-musuh balok yang Anda hadapi tidak hanya akan berdiam pasif saja. Di awal-awal permainan,  tantangan masih berkutat pada varian yang hadir bertingkat sehingga butuh lebih banyak pantulan bola untuk ditundukkan. Seiring dengan progress cerita, kemampuan mereka juga bertambah, dari menembakkan serangan proyektil, bergerak, hingga memiliki kemampuan untuk mengambanng agar terhindar dari serangan waktu untuk sementara waktu.

Konsep rogue-like dihadirkan tidak hanya dari komposisi buff acak untuk Anda hadirkan sebagai build di setiap playthrough saja, tetapi juga komposisi musuh yang Anda hadapi. Memang tidak akan perubahan dari varian boss yang akan Anda hadapi, yang biasanya akan dihadirkan 3 buah di  setiap level, namun komposisi musuh yang Anda temui di antaranya biasanya juga hadir acak. Tidak jarang Anda bertemu dengan situasi yang tiba-tiba sulit ketika sang game tiba-tiba menyodorkan kepada Anda baris penuh baris musuh-musuh bertingkat-tingkat untuk ditundukkan.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website