Film Animasi Kualitas Tinggi

Berbeda dengan game-game interactive story lebih modern yang menyisipkan sedikit gameplay di dalamnya dimana Anda butuh menggerakkan karakter walaupun dengan kapasitas yang terbatas, AdHoc meracik Dispatch layaknya sebuah seri film animasi 8 episode yang meminta Anda untuk bersantai, menikmati sang sisi cerita, dan sesekali memilih respon untuk menentukan kemana arah cerita bergerak.
Dengan konsep seperti ini, yang juga hadir tanpa fitur kustomisasi yang akan mengubah sisi visual dan sejenisnya, Dispatch bisa hadir dengan kualitas visual maksimal. Dengan pendekatan desain ala komik superhero Amerika yang kental dengan basis model 3D yang diracik kartun, ia juga- hadir dengan keputusan pembatasan framerate atas nama sinematik yang memang rasional untuk game seperti ini. Minimnya sisi gameplay interaktif juga membuat sisi ini begitu optimal, hingga Anda layaknya tengah menikmati sebuah film animasi dengan budget super tinggi.
Ia bersinar hampir di setiap sisi, baik ketika Anda sekadar menikmati masa “santai’ dimana para karakter sekadar duduk dan berbicara satu sama lain, atau ketika disuguhkan begitu banyak animasi bertarung yang cukup untuk membuat mata Anda termanjakan. Animasi-animasi untuk urusan terakhir ini hadir halus, dengan ragam efek visual dari keputusan kreatif yang juga berujung memberikan impact yang lumayan signifikan. Kerennya lagi? Terlepas dari cabang cerita yang tersedia, transisi dari satu scene ke scene lain yang jelas akan berubah bergantung pada keputusan Anda juga tidak berujung canggung.


Walaupun tanpa banyak elemen interaktivitas, bukan berarti AdHoc angkat tangan untuk memfasilitasi kebutuhan beragam jenis gamer. Dispatch mengagumkannya, datang dengan banyak opsi QOL. Kita bicara hal semendasar gameplay dimana Anda akan diberi kebebasan untuk menyuntikkan elemen seperti QTE untuk ekstra interaktivitas atau mengabaikannya untuk menikmati Dispatch bak film seri biasa. Gamer-gamer yang berencana untuk menyiarkan game ini juga diberikan opsi untuk mematikan hal-hal yang berpotensi membuat mereka bermasalah, dari opsi sensor ketelanjangan hingga pergantian musik berlisensi.
Selain sisi visual, sisi audio Dispatch juga tidak kalah memesonanya. Terlepas dari keputusannya untuk melibatkan beberapa Youtuber dan influencer, sisi voice acting setiap karakter menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Tiap karakter hadir penuh kepribadfian, unik, dan mampu menghasilkan pertukaran percakapan yang terasa natural dan hidup di hampir semua scene yang ada. Dipadukan dengan begitu banyak momen humor yang siap untuk membuat Anda sekadar tersenyum hingga tertawa, sisi yang satu ini dieksekusi dengan manis.

Maka seperti eksekusi film seri barat, terutama dari Amerika Serikat, Dispatch dipresentasikan dengan gaya yang sama. Penutup episode akan ditutup dengan credits dan tambahan infografis soal pilihan gamer lain yang kemudian akan diikuti dengan pembuka episode selanjutnya yang juga biasanya diiring dengan musik-musik pop yang untungnya, mampu mendukung atmosfer yang hendak dikejar AdHoc dengan luar biasa. Dengan kombinasi fantastis sisi visual dan audio ini, Dispatch memang terasa, terlihat, dan terdengar seperti sebuah seri film animasi kualitas tinggi yang siap untuk menarik perhatian Anda sejak menit pertama.
Kerja, Kerja, Kerja!

Judul game yang ditawarkan AdHoc di sini – Dispatch bukanlah sesuatu yang mereka pilih secara acak tanpa basis apapun. Seperti lore yang dihadirkan sejak episode pertama game ini, Anda akan berperan sebagai Robert yang sembari menunggu diperbaikinya sang robot kesayangan, bertugas sebagai seorang Dispatcher yang menentukan siapa saja anggota Z-Team yang ditugaskan untuk menangani ragam masalah yang muncul.
Maka di luar minimnya interaktivitas gerak, aksi Dispatch inilah yang jadi daya tarik lain game ini. Di setiap episode, dengan beberapa mengusung skenario fixed atas nama dramatisasi, Anda diminta untuk menyelesaikan ragam masalah yang muncul di Los Angeles dengan menugaskan anggota Z-Team yang menurut Anda cocok untuknya.
Pondasi untuk menentukan keberhasilan apakah anggota Z-Team bisa menyelesaikan masing-masing misi ini datang dari mekanisme berbasis Stats. Setiap anggota Z-Team akan mulai dengan jumlah stats yang berbeda di 5 kategori berbeda: Combat, Vigor, Mobility, Charsima, dan Intellect. Seperti yang bisa Anda prediksi, setiap misi juga akan menuntut jumlah kelima stats ini secara spesifik agar bisa dihitung sebagai keberhasilan. Sistem penentuan keberhasilan untuk persentase di bawah 100% diracik menggunakan sistem area cakupan stats. Semakin besar cakupan stats yang dimiliki sang karakter sesuai dengan cakupan yang dibutuhkan misi, semakin besar pula kesempatan untuk menyelesiakannya. Beberapa misi juga memungkinkan Anda mengirimkan lebih dari 1 karakter untuk memperbesar probabilitas tersebut.
Terdengar sederhana? Tnuggu dulu, karena pelan tapi pasti seiring dengan episode yang berlangsung, sistem dispatch ini juga akan semakin kompleks. Anda dituntut untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum menugaskan anggota tim yang terdiri dari Sonar, Flambae, Prism, Phenomaman, Waterboy, Invisigal, Golem, Punch Up, Malevola, dan Coupe ini.
Pertama, untuk setiap unit yang Anda tugaskan, mereka butuh waktu untuk bergerak dari markas ke lokasi misi. Selama misi berjalan, yang juga bisa menuntut intervensi tersendiri dimana Anda harus memilih pilihan tertentu untuk memperbesar kesempatan untuk berhasil, Anda kembali harus menunggu. Setelah misi selesai? Unit yang terlibat akan butuh waktu untuk bergerak kembali ke markas, beristirahat lebih dulu, sebelum ia bisa digunakan ke misi selanjutnya. Beberapa misi yang gagal juga bisa menghasilkan cedera untuk unit terlibat yang akan mengurangi stats mereka di awal dan bahkan bisa berujung ditarik dari keseluruhan sesi dispatch jika sampai terjadi dua kali.


Oleh karena itu, Anda tidak bisa sekadar membabi buta menugaskan anggota tim Anda ke semua misi yang ada atau langsung memasang beberapa sekaligus untuk sekadar memperbesar persentase keberhasilan. Anda tentu tidak ingin bertemu dengan situasi buruk dimana misi yang tentu saja memiliki waktu terbatas untuk mendapatakn respon tiba-tiba membanjiri layar, namun tidak bisa Anda respon karena semua anggota tim tengah sibuk atau beristirahat. Walaupun tidak mempengaruhi cerita utama, game ini juga memosisikan beberapa misi lebih “penting” dengan ekstra jalinan cerita di dalamnya.
Untungnya, setiap anggota Z-Team ini juga punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yang juga didukung dengan kemampuan istimewa yang bisa Anda eksploitasi. Dengan membuka talenta mereka lebih jauh via sistem training yang akan tersedia lebih banyak seiring episode berjalan, setiap anggota Z-Team akan punya keunikan skill aktif yang bisa Anda eksploitasi lebih jauh.
Sebagai contoh? Prism akan menggandakan anggota tim yang ditempatkan di sisi kirinya tiap misi atau bagaimana Golem nantinya bisa mengisi kekosongan kebutuhan anggota tim di dalam kompisisi misi yang membutuhkan lebih dari 1 superhero dengan “klon” dirinya sendiri jika dibutuhkan. Atau sesederhana bagaimana Invisigal bergerak lebih cepat saat menyelesaikan misi sendiri atau bagaimana Sonar misalnya harus bergonta-ganti wujud dari kelelawar humanoid ke monster tiap misi yang masing-masing punya stats berbeda. Memanfaatkan fungsi-fungsi ini akan esensial bagi Anda sebagai seorang Dispatcher untuk mengatasi beragam masalah Los Angeles dengan lebih efisien.
Tidak berhenti sampai di sana saja, game ini juga jelas mendesain varian misi yang via deskripsi tuntutan yang ia sertakan terkadang jelas menuntut kehadiran karakter spesifik di dalam tim untuk penyelesaian yang lebih mudah. Jika anggota tim yang dianggap cocok tersebut hadir dan kebutuhan intervensi terpicu, Anda akan diberikan opsi untuk memanfaatkan kemampuan spesial sang karakter untuk secara instan menyelesaikan sang misi dan menjaminnya sukses 100%.
Robert juga tidak tinggal diam. Di sepanjang cerita, Anda juga akan berhadapan dengan situasi-situasi dimana kemampuan hacking-nya akan dibutuhkan untuk menyelesaikan misi atau sekadar membuka lebih banyak opsi untuk karakter lain. Sesi hacking ini juga hadir dengan desain yang mengkombinasikan ragam tantangan, dari runtut berpikir, memori, hingga observasi yang dibalut dengan sisi presentasi yang sederhana tapi efektif.


Seiring dengan lebih banyaknya misi yang berhasil Anda selesaikan dengan baik, semakin banyak pula EXP yang Anda dapatkan. Jika sudah terakumulasi di satu titik, Anda akan mendapatkan ekstra stats point yang kemudian bisa dialokasikan untuk memperkuat status karakter. Anda selalu punya kebebasan untuk membangun karakter yang punya stats berimbang atau mendistribusikannya dengan pola min-max sehingga mereka didesain dengan tingkat keberhasilan tinggi di misi spesifik. Kami sendiri lebih memilih opsi terakhir dimana kami memosisikan Sonar sebagai karakter dengan Intellect tertinggi di tim. Jadi untuk semua misi yang deskripsinya berhubungan dengan kepintaran, puzzle solving, hingga investigasi, kami selalu memercayakannya pada Sonar.
Sayangnya, terlepas dari potensi bahwa sistem ini bisa lebih dikembangkan lagi untuk setidaknya menarik dari sisi visual, misi simulasi dispatch ini berujung hanya berisikan ikon-ikon yang bergerak kesana dan kemari. Bahkan untuk misi spesial dengan cerita khusunya sendiri, keberhasilan Anda untuk menyelesaikannya biasanya hanya dihadiahi dengan sebuah foto atau screenshot untuk memperlihatkan hasil terbaik yang bisa dicapai. Sejujurnya, kami merasa bahwa misi ini akan lebih seru dengan ekstra dramatisasi atau cut-scene di dalamnya, terutama untuk misi-misi spesial dengan cerita ini. Tidak perlu banyak, tapi satu atau dua per episode akan membuatnya lebih seru.

