Review Dispatch: Moral di Antara Cinta dan Kerja!
Page 3

Review Dispatch: Moral di Antara Cinta dan Kerja!

Author picture
Author picture

Ini Lebih Soal Cinta

Kami justru merasa cerita utama soal usaha balas dendam Robert terhadap Shroud tidak seseru drama kisah cinta segitiganya.

Cerita utama Dispatch memang hendak difokuskan pada kisah balas dendam Mecha Man atas ayahnya dengan sang villain utama – Shroud sebagai fokus. Namun sulit untuk tidak mengakui bahwa kisahs eperti ini sudah ditawarkan oleh begitu banyak video game dan terasa klise. Apalagi sosok Shroud sudah diperkenalkan sejak episode pertama alih-alih dijadikan sebagai sumber misteri untuk menangkap perhatian Anda. Di tengah situasi ini, Dispatch tetap bersinar. Mengapa? Karena daya tariknya bukan di cerita, melainkan di setiap karakter yang Anda temui di sini.

Dimulai dari karakter-karakter pendukung utama yangnberasal dari Z-Team itu sendiri yang setiap dari mereka benar-benar tidak hanya berbeda dari sisi penampilan dan kekuatan saja, tetapi juga kepribadian. Ada Waterboy yang begitu canggung dan berjuang untuk menemukan kepercayaan dirinya lagi, ada Phenomaman yang terlihat angkuh namun berujung hanya seorang alien yang berupaya mengerti cara kerja manusia, hingga Invisigal yang begitu “brutal”, jujur, dan terbuka membicarakan ragam hal dari kelamin hingga seksual yang tentu saja cukup menyegarkan dan mengagetkan untuk gamer pria konservatif seperti sebagian besar dari kita yang tinggal di Indonesia.

Kemampuan tulis cerita Dispatch juga pantas diapresiasi di sini. Walaupun ada beberapa titik yang terasa janggal seperti karakter Chase yang punya prejudice tinggi terhadap villain tanpa banyak penjelasan, namun dialog antar karakter mengalir begitu saja. Mereka yang terlihat canggung di awal mulai perlahan terasa seperti teman seiring dengan begitu banyaknya kesulitan yang ditanggung bersama. Penulisan cerita dan karakter ini kami hitung berhasil ketika titik-titik dimana keputusan penting memang butuh diambil, kami harus menghentikan sementara permainan untuk memikirkan lebih matang soal keputusan yang kami  ambil. Fakta bahwa kami peduli dan empatik pada setiap dari mereka adalah testimoni keberhasilan Dispatch.

Cerita utama klise yang ditawarkan Dispatch tertolong oleh karakter-karakter pendukung yang unik dan menarik.
Bahwa alih-alih animasi bertarung atau cerita utama, kami justru merasa Dispatch bersinar ketika karakter-karakter pendukungnya saling berinteraksi.

Bahkan kami tidak ragu untuk menyebut bahwa momen-momen terbaik yang paling kami nikmati di Dispatch justru tidak datang dari cut-scene animasi pertarungan atau aksi penuh brutalitas yang mendorong cerita utama. Kami justru jauh lebih menikmati ketika anggota-anggota Z-Team ini hanya sekadar berkumpul di satu tempat, saling bertukar candaan atau makian, berdansa, atau sekadar bersenang-senang. Hal kecil seperti ini yang justru membuat Dispatch menarik dan bersinar bagi kami dibandingkan elemen lainnya.

Namun juga harus diakui bahwa alih-alih cerita balas dendam superhero, tema dan cerita Dispatch juga lebih terasa seperti sebuah drama cinta di tempat kerja yang dibangun lewat kisah cinta segitiga antara Robert – Blonde Blazar – Invisigal yang tidak butuh waktu lama untuk terbangun. Interaksi ketiga karakter yang berusaha untuk mencuri perhatian yang lain sembari menghormati saingan masing-masing menghasilkan cerita romansa solid yang cukup untuk membuat hati kami tidak hanya berdebar, teapi juga berinvestasi penuh untuk karakter wanita yang memang kami incar. Namun tidak bisa dipungkiri pula bahwa ada banyak titik dimana ia cukup untuk membuat kami ragu.

Kedua karakter target romansa utama di game ini ditulis cukup solid untuk membuat hati Anda terombang-ambing.

Sayangnya, sisi romansa yang jadi daya tarik Dispatch dan alasan utama ia berujung menarik ini hanya menawarkan Blonde Blazer dan Invisgal saja sebagai target romansa utama yang bisa dikejar Robert. Sebagai gamer yang justru jatuh cinta dan menyanjung Malevola yang terlihat begitu seksi dengan tampilan iblis penuh otot dan pakaian sederhana dengan ekstra hot pants-nya, apalagi dengan kepribadiannya yang ramah dan tegas di saat yang sama, ini adalah sebuah sumber kekecewaan baru yang sayangnya masih tanpa solusi. Ada harapan AdHoc membuka pintu romansa ini lebih lebar jika Dispatch mendapatkan season baru di masa depan.

Keputusan AdHoc untuk benar-benar tidak menahan diir dalam menyajikan tema-tema dewasa dari ketelanjangan, konten seksual, lelucon dewasa, hingga humor-humor tepat sasaran ikut mengelevasi menariknya karakter-karakter yang ia tawarkan di sini.

Kesimpulan

Dispatch adalah sebuah game cerita interaktif yang solid dan pantas untuk dirayakan, apalagi jika Anda termasuk gamer yang familiar dengan film seri atau animasi racikan sineas dari barat. Ia menawarkan sebuah kisah superhero yang mengakar pada kemanusiaan dimana cinta dan kerja terkadang bisa jadi bumbu drama yang terlalu nikmat untuk dilewatkan begitu saja.

Dispatch adalah sebuah game cerita interaktif yang menyenangkan dan seru, dimana ia siap untuk membawa Anda ke dalam sebuah dunia, cerita, dan karakter yang siap untuk membuat Anda mengekspresikan begitu banyak emosi dalam 8 episode kisah yang ia tawarkan. Dikombinasikan dengan gameplay simulasi pengaturan penugasan para superhero untuk ragam misi yang membutuhkan Anda untuk mengenal dan menaruh perhatian ekstra pada mereka, membuat pengalaman ini tidak semonoton yang dibayangkan. Keseruan juga datang dari gaya penulisan, terutama dari sisi karakter yang pantas untuk mendapatkan acungan jempol dimana setiap dari mereka punya gaya bicara, kepribadian, dan fokus yang berbeda-beda.

Di tengah minimnya game cerita interaktif yang harus diakui mulai tergerus nyaman dan dianggap sebagai format rilis yang beresiko tinggi, tidak banyak yang bisa kami keluhkan dari Dispatch yang lewat sistem cerita bak film yang kental juga berhasil “menjual” sisi visual dan audio yang pantas dirayakan. Apa yang kami keluhkan hanya berkisar pada kekecewaan tidak dihadirkannya Malevola sebagai target romansa dan minimnya dramatisasi di sisi gameplay Dispatch yang menurut kami akan menambahkan daya tarik ekstra. Satu-satunya keluhan signifikan adalah kesan bahwa cerita utama Robert untuk aksi balas dendamnya berujung tidak semenarik kisah cinta segitiga yang di mata kami, justru jadi daya tarik utama.

Namun di luar kekurangan tersebut, Dispatch adalah sebuah game cerita interaktif yang solid dan pantas untuk dirayakan, apalagi jika Anda termasuk gamer yang familiar dengan film seri atau animasi racikan sineas dari barat. Ia menawarkan sebuah kisah superhero yang mengakar pada kemanusiaan dimana cinta dan kerja terkadang bisa jadi bumbu drama yang terlalu nikmat untuk dilewatkan begitu saja.

Kelebihan

Malevola ku tersayang..
  • Presentasi visual kualitas tinggi ala film animasi dengan budget besar
  • Kualitas voice acting dan musik di atas rata-rata
  • Karakter-karakter yang menarik
  • Kisah cinta segitiga penuh drama yang menarik
  • QOL dimana gamer bisa memilih level interaktivitas dan kesulitan puzzle
  • Replayability cukup tinggi karena varian skenario yang menarik untuk dibongkar
  • Malevola
  • Cukup efektif untuk melahirkan dilema penuh pertimbangan di beberapa titik cerita.

Kekurangan

WHAT DO YOU MEAN I CAN’T DATE HER??!
  • Cerita utama agar terasa klise
  • Malevola tidak bisa dijadikan target kencan
  • Misi dispatch tanpa dramatisasi bisa terasa hambar

Direkomendasikan untuk gamer: pencinta gam dengan cerita menarik, menyukai game dengan banyak cabang cerita

Tidak direkomendasikan untuk gamer: yang menginginkan lebih banyak interaktivitas yang aktif, benci dengan kata-kata dan tema lelucon yang terlalu dewasa

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website