Sang “Sinema” Kini Lebih Realistis

Proses remake yang ditempuh Konami dengan Metal Gear Solid △: Snake Eater memang hadir tanpa menahan diri. Walaupun situasi seperti ini bisa jadi masih dikategorikan sebagai remaster di mata developer yang lain, game klasik yang eksis pertama kali di era Playstation 2 ini dibangun ulang sepenuhnya dengan Unreal Engine 5.
Implementasi ini tentu saja mengubah keseluruhan bentuk visual game Playstation 2 yang pernah Anda kenal ini menjadi sebuah game yang lebih modern dan relevan. KONAMI mengubah semua sisi presentasi yang ada, dari model karakter, efek tata cahaya, hingga beberapa efek tambahan sebagai kosmetik. Luka yang Anda sembuhkan misalnya, kini bisa meninggalkan bekas permanen yang memang tidak banyak berpengaruh selain untuk sisi kosmetik. Fitur lainnya juga hadir dalam bentuk sistem pakaian yang kini bisa kotor bergantung pada aksi dan lingkungan Anda, dimana lumpur hingga dedaunan kini bisa menempel.


Menariknya? KONAMI sendiri juga memutuskan untuk tidak mengotak-ngatik keseluruhan cut-scene yang sempat ditawarkan game originalnya. Ini berarti cut-scene sinematik yang Anda nikmati sebagai bagian dari cerita tetap hadir dengan sudut kamera yang sama, percakapan yang sama, dan juga sekuens yang sama. Yang membuatnya berbeda kini hanya fakta bahwa beberapa scene kini tampil jauh lebih dramatis berkat implementasi Unreal Engine 5. Kita bicara soal efek listrik yang terlihat lebih menyakitkan dari Volgin, sekedar ekstra debu yang terbang saat Naked Snake berhadapan dengan The Boss, atau eksta efek api dari The Fury yang kini terlihat jauh lebih panas.
Peningkatan tekstur lebih realistis yang terlihat pada material dan kulit karakter juga membuat beberapa scene kini terlihat jauh lebih baik dibandingkan apa yang sempat Anda bayangkan dengan versi Playstation 2 sebelumnya. Dari hal sekecil pergerakan kantong plastik pada saat Snake berjuang untuk bernapas pada saat ditawan oleh Volgin hingga bekas tamparan EVA di wajah Ocelot yang terlihat sangat realistis. Alih-alih seperti sang versi original yang hanya memperlihatkan bekas tangan dengan warna lebih gelap, ia kini hadir kemerahan dengan bentuk telapak tangan yang lebih kabur. Ia membantu Anda memahami sebenarnya seberapa keras tamparan yang dilemparkan EVA. Tekstur lebih baik ini juga membuat Volgin kini terlihat jauh lebih menyeramkan karena bekas lukanya.

Menawarkan gaya bermain baru bernama NEW STYLE yang akan kita bahas lebih dalam di sesi selanjutnya, KONAMI juga memastikan ia hadir dengan user-interface dan ragam peningkatan Quality of Life yang pantas untuk dirayakan. Salah satu yang paling signifikan? Tentu saja kesempatan untuk mengganti pakaian kamuflase dan topeng Anda lewat sebuah opsi Quick Menu baru yang membuatnya cepat dan ringkas. Walaupun kehadiran menu ini membuat beberapa skenario menjadi lebih mudah daripada versi original, terutama ketika Anda dibutuhkan untuk menyamar, namun kehadiran fitur baru ini begitu kami apresiasi.
Mendengar kembali suara David Hayter sebagai Snake, walaupun sebagian besar dari rekaman versi originalnya, benar-benar membuat hati kami bahagia. Tidak ada yang kami keluhkan dari pendekatan yang ditawarkan Konami di sini, apalagi dengan fakta bahwa Anda masih bisa menikmati OST ikonknya – “Snake Eater” di tengah aksi troll memanjat tangga setinggi hampir 2 menit yang tetap dipertahankan di sini. Sementara dari siis gameplay? Implementasi teknologi baru yang ditawarkan kini akan membuat Anda lebih bisa mengetahui posisi musuh lewat derap kakinya apalagi jika Anda menggunakan headset terbaik Anda. Di proyek remake ini, suara jadi clue yang bisa diandalkan.
Baru Tapi Lama, Lama Tapi Baru

Terlepas dari fakta bahwa ia diposisikan sebagai proyek Remake, atas nama untuk menjaga pengalaman otentik yang ia usung, KONAMI tidak banyak mengubah konten yang Anda temui di sini dibandingkan dengan versi originalnya. Ini berarti Metal Gear Solid △: Snake Eater masih datang dengan sistem transisi area yang sama, menawarkan komposisi musuh yang sama, mengusung sekuens cerita dan aksi yang sama, dan juga mempertahankan semua strategi serta tips dan trick yang sempat tersedia di versi originalnya. Tidak ada perbedaan signifikan yang hadir di sini.
Satu-satunya “perbedaan” yang bisa Anda antisipasi adalah kesempatan untuk menikmatinya dengan gaya berbeda. Metal Gear Solid △: Snake Eater menawarkan dua opsi permainan yang bisa Anda pilih di awal dan gonta-ganti kapanpun Anda inginkan: Legacy Style dan New Style. Legacy akan menghadirkan pengalaman original Playstation 2 dengan sistem kamera fixed yang sebagian besar hadir dalam format top down. Ia juga akan mengusung sistem kontrol lawas. Sementara New Style? Datang dengan perspektif game third person shooter modern, skema kontrol baru yang lebih intuitif, serta kesempatan untuk melakukan aksi bidik over-the-shoulder yang kini juga bisa dilakukan sambil bergerak.
Kesempatan untuk menikmati dunia dan pengalaman Snake Eater dengan kacamata dan gaya baru via New Style sepertinya akan jadi salah satu alasan mengapa gamer veteran harus terjun kembali ke proses remake ini. Walaupun harus diakui bahwa kombinasi sistem bidik baru dan keputusan untuk mempertahankan semua elemennya sesuai dengan versi originalnya membuat beberapa bagian di game ini menjadi jauh lebih mudah dari yang Anda ingat.


Karena harus diakui, banyak skenario di dalam Snake Eater, terutama di perrtarungan boss, yang didesain dengan mempertimbangkan fakta bahwa di versi originalnya, Anda tidak bisa membidik dan menembak sembari bergerak baik di kacamata orang pertama ataupun ketiga. Ketika kerterbatasan tersebut dianulir via sistem bidik kamera yang baru, beberapa petarungan boss ini menjadi super mudah. Sebagai contoh? Saat Anda melawan The Fear misalnya yang salah satu aksi utamanya adalah menggunakan camo dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Di versi original? Aksi bidik dengan absennya kemampuan bergerak membuat Anda harus memerhatikan jelas kemana ia melompat selanjutnya. Di skema kontrol New Style? Anda tinggal menekan bidik dan bergerak mengikuti lompatannya dan menembak setiap kali ia berhenti. Sistem baru ini memang membuat beberapa skenario terasa jauh lebih mudah.
Walaupun demikian, mungkin atas nama balancing, Konami juga memastikan New Style tidak lantas superior di setiap elemen. Para musuh yang Anda temui terasa jauh lebih sensitif pada suara kaki Snake di mode New Style daripada di Legacy Style.
Situasi ini membuat sistem hold-up range alias mengancam musuh dari belakang dengan senjata api untuk membuat mereka menjatuhkan ragam item misalnya terasa lebih mudah dilakukan di Legacy daripada New Style. Dengan aksi mengendap yang sama, jarak ancam yang sama, Anda akan mendapatkan dua hasil berbeda. Musuh di New Style akan lebih sering mawas bahwa Anda tengah mengendap di belakang dan memicu status Alert jika Anda tidak membungkam mereka dengan cepat. Ini membuat camo yang punya buff untuk menurunkan intensitas suara derap kaki misalnya menjadi lebih esensial di New Style jika Anda ingin bermain cepat tanpa melakukan aksi stalking, misalnya. Namun untuk aksi interogasi dengan pisau dan kemudian menjatuhkan musuh untuk kemudian diancam, ini setidaknya masih konsisten.


Maka sisanya adalah menikmati Snake Eater selayaknya sang versi original. Selain kebutuhan untuk menggonta-ganti pakaian dan topeng / coretan di wajah untuk membuat Snake bisa melebur dengan latar belakang yang ada untuk aksi stealth lebih efektif, Anda juga harus terus memantau bar Stamina milik salah satu karakter paling ikonik di industri game ini. Stamina tidak hanya menentukan seberapa panjang Anda bisa melakukan ragam aksi, seperti menyelam misalnya, tetapi juga menentukan seberapa cepat proses regenerasi HP yang ada. Sistem ini juga yang mengikat pentingnya aksi berburu binatang dan makanan untuk Snake, yang difokuskan untuk memulihkan bar yang satu ini.
Satu yang pasti, mengingat bahwa tidak ada satupun perubahan yang terhitung signifikan ditawarkan Konami dari komposisi musuh hinngga desain level, maka semua strategi yang sempat Anda ingat dan eksekusi di seri originalnya kini tetap bisa dilakukan di Metal Gear Solid △: Snake Eater ini. Anda ingin menghabisi The End lebih cepat dengan mencari sniper lebih dulu? BIsa. Atau membiarkannya tewas karena usia tua dengan memajukan waktu konsol Anda? Bisa. Anda ingin pura-pura mati untuk membuat The Fear mendekat sebelum Anda menyarangkan satu atau dua peluru ke kepalanya? Anda juga tetap bisa melakukan hal tersebut. Semua strategi yang bisa Anda lakukan di versi original akan bisa dilakukan di sini.


Yang membuatnya berbeda? KONAMI hanya memastikan bahwa pengetahuan ini tidak terkunci dan tersedia hanya bagi gamer-gamer veteran saja. Mereka menyuntikkan sebuah fitur baru bernama TIPS yang akan memberikan banyak clue eksplisit soal cara-cara menundukkan boss tertentu atau melewati satu area spesifik. Intensitas dan jumlah TIPS yang muncul juga bisa Anda atur jika Anda termasuk gamer pendatang baru yang ingin menundukkan segala sesuatunya dengan kemampuan Anda sendiri, misalnya.
Anda yang menginginkan tantangan lebih sulit juga selalu memiliki opsi untuk meningkatkan tingkat kesulitan yang ada dengan lebih banyak opsi setelah setidaknya menamatkan game ini satu kali. Anda juga selalu punya pilihan untuk menantang diri Anda sendiri dengan memilih gaya bermain tertentu, misalnya dengan upaya bermain dengan gaya non-lethal dari awal hingga akhir permainan melawan siapapun, yang berarti menuntut Anda tidak boleh menghabisi satupun pasukan musuh baik sengaja ataupun tidak sengaja. Tentu saja, ia selalu bisa berujung menghasilkan reward di akhir, seperti senjata, camo, hingga item tambahan jika Anda ingin mencicipi game ini lagi di New Game+.