Konservasi Penuh Aksi

Bagian tidak alah kerennya dari Monster Hunter Stories 3 adalah sisi eksplorasi yang ia tawarkan. Dunia besar yang ia sajikan dengan sistem region yang juga punya landscape unik tidak lantas hanya sekadar menjadi ruang untuk bergerak dari titik A ke titik B, atau sekadar mengumpulkan ragam material yang terbesar dalam bentuk tulang hingga tumbuhan. Capcom menyuntikkan beragam hal yang cukup seru di dalamnya.
Salah satu yang cukup asyik adalah fakta bahwa dunia terbuka ini juga akan menjadi “taman bermain” untuk monster-monster Anda. Tidak hanya akan secara aktif membantu Anda bertarung, setiap monster yang Anda rekrut akan punya kemampuan spesifik yang bisa digunakan untuk proses eksplorasi. Ada yang akan membantu Anda terbang, berenang, hingga memanjat. Namun ada pula yang lebih spesifik, seperti kemampuan untuk memanfaatkan lubang di tanah untuk bergerak menuju ke area yang baru. Kemampuan eksplorasi beragam ini juga bisa menjadi alasan mengapa Anda membantu tim monster Anda seperti saat ini.
Untuk membuat Anda kian sibuk, Monster Hunter Stories 3 juga menjadikan aksi konservasi sebagai salah satu bagian mekanik yang akan menjadi pondasi dari gameplay loop Anda. Bahwa tidak hanya menundukkan para monster ini saja, menjadi tugas Anda sebagai seorang Riders untuk ikut mendukung dan melestarikan ekosistem dari setiap region yang ada.
Monster Hunter Stories 3 memperkenalkan mekanik yang disebut sebagai Habitat Restoration. Bahwa alih-alih Anda simpan tanpa banyak peran di library monster Anda, Anda kini bisa melepaskan monster-monster yang ada ke habitat asli mereka masing-masing. Dengan semakin banyak monster sejenis yang Anda lepaskan ke region dimaksud, ia akan mengalami kenaikan ranking yang nantinya akan mempengaruhi kualitas telur yang bisa Anda dapatkan dari setiap sarang yang ada. Semakin tinggi kualitas telur monster yang Anda dapatkan, semakin potensial pula sang monster yang diretas darinya.


Bagian paling kerennya? Habitat Restoration ini tidak “terikat” hanya pada monster-monster yang memang menghuni ekosistem tersebut saja. Anda berkesempatan untuk menggunakan mekanik ini untuk memancing kehadiran monster varian baru yang lebih kuat. Dengan memeriksa ensiklopedia monster Anda, Anda akan diberi clue bagaimana melakukan hal ini. Sebagai contoh? Ada monster varian spesial dengan elemen dan serangan lebih mematikan yang baru akan singgah ke eksosistem spesifik jika region tersebut memiliki 4 jenis varian monster terbang berbentuk naga yang menghuninya, yang masing-masing sudah memiliki rating S. Beberapa monster baru ini juga akan lebih efektif untuk ditempatkan di region tertentu.
Masih belum cukup? Hampir sebagian besar region ini juga akan memuat Elder Dragon mereka masing-masing. Beberapa memang hadir sebagai super boss yang bisa Anda kalahkan dengan sistem cicil, dimana Anda diberi kesempatan untuk meneruskan bar HP yang sudah berkurang saat kalah begitu Elder Dragon ini muncul kembali di masa depan, namun ada juga beberapa jenis yang akan menawarkan reward ekstra telur untuk Anda pecahkan dan rekrut di masa depan. Sebuah proposal yang tentu saja terlalu menggoda untuk diabaikan begitu saja.
Tidak sampai di sana saja, Monster Hunter Stories 3 juga memungkinkan Anda untuk memperkuat monster-monster andalan Anda lewat sebuah mekanik bernama Rite of Channeling. Konsepnya sederhana dan mudah dipahami. Dengan menggunakan board berisikan 9 nodes, Anda bisa memasangkan skill aktif dan buff dari monster lain ke monster Anda sesuai dengan yang Anda inginkan untuk membuat mereka lebih mematikan. Game juga akan memberikan bonus tertentu jika lewat papan 3×3 ini, Anda berhasil meracik bingo Anda baik dari kesamaan warna ataupun logo.


Kombinasi-kombinasi mekanik inilah yang harus diakui membuat waktu permainan Monster Hunter Stories 3 menjadi jauh lebih panjang dari sekadar menyelesaikan cerita utama yang sebenarnya terhitung cukup ringkas. Keinginan untuk memastikan bahwa party monster Anda diisi dengan kaliber-kaliber kelas berat yang menetas dari telur-telur terbaik dan diperkuat dengan skill aktif dan pasif paling optimal akan selalu menjadi ambisi yang ingin Anda penuhi.
Sayangnya harus diakui, walaupun konsep konservasi penuh aksi ini menarik, mekanik yang ditawarkan Monster Hunter Stories 3 tidak bisa dibilang memesona. Bagi gamer-gamer yang mudah bosan, ia akan mudah terasa repetitif. Sebagian besar aktivitas Anda akan diisi dengan mencari sarang yang muncul acak di setiap region, membongkar sarang di dalamnya sampai Anda menemukan telur yang Anda inginkan, dan berlari keluar sebelum Anda dikejar oleh si monster penjaga. Bayangkan jika Anda harus melakukan aksi ini puluhan kali setiap kali region baru diperkeanlkan jika Anda berambisi untuk meracik monster terkuat.
Walaupun demikian, setidaknya dari tingkat kesulitan yang kami rasakan di cerita utama, ia bukanlah aktivitas yang dituntut untuk harus Anda lalui dan sempurnakan. Selama Anda aktif menghabisi cukup banyak monster atas nama menaikkan level Anda dan si monster, menangkap beberapa untuk aksi Rite of Channeling, dan memilih companion yang dirasa tepat, Anda sepertinya akan bisa menyelesaikan game ini tanpa kesulitan. Waluapun harus diakui, akan ada satu atau dua pertarungan dengan lonjakan tingkat kesulitan yang mungkin akan menutut Anda untuk ekstra berstrategi.
Kesimpulan

Sebagai gamer yang tidak tertarik dengan dua seri sebelumnya dan terjun ke seri ketiga ini karena tema yang terlihat lebih dewasa, Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection berujung mengejutkan kami. Kami tidak pernah mengira bahwa konsep seperti ini ternyata mampu menghasilkan sebuah pengalaman RPG yang cukup adiktif. Ada apresiasi luar biasa pada kemampuan Capcom menerjemahkan mekanik seri utamanya ke dalam versi RPG turn-based sembari memastikan ia tetap terasa rasional. Visual bergaya anime dengan warna cerah memanjakan mata yang dipadukan dengan animasi dan dramatisasi yang pantas diacungi jempol berujung membuat kami lebih menikmati sisi cerita yang ada.
Walaupun demikian, kami juga harus mengakui bahwa terlepas dari bisa berujung adiktifnya mekanik Habitat Restoration yang ia usung, sulit rasanya untuk mengabaikan keinginan kami untuk melihatnya dicapai dengan lebih banyak varian mekanik alih-alih hanya satu seperti yang tersedia saat ini. Jujur saja, melakukan aksi yang sama berulang-ulang, yang terkadang juga meminta Anda melakukan aksi fast-travel ke lokasi lain hanya untuk memicu muncul lebih banyaknya sarang untuk dimasuki di region yang Anda incar bisa memicu rasa frustrasi tersendiri.
Dengan semua sensasi RPG turn-based solid yang ia usung, maka kami sendiri tidak ragu untuk merekomendasikan Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection untuk para penggemar RPG turn-based, terutama mereka yang cukup familiar dengan Monster Hunter itu sendiri. Siapa yang mengira bahwa aksi konservasi lingkungan ternyata bisa berujung seasyik ini.
Kelebihan

- Kualitas visual bergaya anime yang memanjakan mata
- Dramatisas dan animasi yang terasa halus
- Mekanik turn-based punya lapisan kompleks yang menuntut kewaspadaan dan strategi
- AI Companion sangat bisa diandalkan
- Sistem Habitat Restoration untuk merekrut beragam monster
- Translasi mekanik seri utama ke RPG turn-based yang rapi
- Cerita dengan misteri yang cukup menarik untuk diikuti
- Cerita sampingan dengan para companion berujung cukup menarik
Kekurangan

- Bisa terasa repatitif untuk gamer yang mudah merasa bosan
- Cerita bisa terasa “terlalu” Monster Hunter alih-alih sesuatu yang berani tampil beda
Direkomendasikan untuk gamer: yang mencintai RPG turn-based unik, mencintai Monster Hunter
Tidak direkomendasikan untuk gamer: yang mudah merasa bosan dengan mekanik repetitif, benci dengan mekanik yang kompleks

