Review Octopath Traveler 0: Formula yang Lebih Mantap!
Page 2

Review Octopath Traveler 0: Formula yang Lebih Mantap!

Author picture
Author picture

2D-HD Yang Familiar

Octopath Traveler 0 juga dibangun dengan gaya visual yang sepertinya sudah menjadi identitas utama dari seri ini – 2D-HD.

Di titik ini, sepertinya mustahil untuk memisahkan Octopath Traveler dengan pendekatan visual 2D-HD yang harus diakui ikut membesarkan namanya sebagai IP original Square Enix beberapa tahun yang lalu. Maka pendekatan visual yang dengan efektif mengkombinasikan visual lampau dan pendekatan efek modern ini jugalah yang ditawarkan oleh Octopath Traveler 0 ini.

Maka yang Anda dapatkan adalah sebuah game RPG dengan sprite berbasis pixel-art yang hidup di sebuah dunia tiga dimensi yang juga dibangun dengan pendekatan serupa. Ia kemudian disempurnakan dan dibuat lebih modern dengan membuat sang dunia dan karakter ini “berinteraksi” dengan ragam elemen visual lain, seperti cahaya misalnya. Ditambah dengan ekstra efek seperti DOF (depth of field) yang  juga sudah diimplementasikan di seri yang lain, ia akan tampil seperti presentasi Octopath Traveler yang seharusnya untuk Anda yang memang familiar dengan franchise ini.

Walaupun demikian, dibandingkan dengan kualitas sprite game RPG tua ataupun modern yang mengusung pendekatan nyaris serupa, detail yang ditawarkan oleh Octopath Traveler 0 memang masih harus diakui – terbatas.

Anda memang akan menemukan rangkaian animasi atau ekspresi emosi yang cukup efektif, namun tidak cukup banyak detail untuk membuatnya terlihat memukau. Sebagai contoh? Sesederhana aksi “memakan apel” saja misalnya, yang berhubungan dengan salah satu misi di game ini. Tidak sedikit game tua yang akan mengeksekusi hal ini dengan lebih baik dimana Anda bisa melihat karakter mengambil apel, dengan objek apel yang terlihat jelas, mendekatkannya ke mulut, diperkuat dengan sound effect, dan “ditutup” dengan bentuk apel tergigit. Di Octopath Traveler 0? Semuanya dijabakarn hanya lewat kata-kata dengan karakter yang diam mematung.

Sayangnya, animasi untuk sprite karakter saat scene dan dialog masih terhitung terbatas.
Desain sprite raksasa untuk pertarungan boss, manusia ataupun monster, memberikan highlight yang pantas untuk seberapa kerennya desain mereka.

Namun bukan berarti game ini tidak hadir memukau secara visual, terutama dari desain musuh dan boss yang Anda temui. Ia masih menawarkan gaya serupa Octopath Traveler lainnya dimana semakin mengancam sebuah boss, semakin besar pula sprite yang Anda temui saat bertarung. Skalanya memang sengaja dibuat tidak realistis untuk memberikan kesempatan bagi gamer untuk menikmati detail yang sudah disuntikkan, yang tentu saja kami beri apresiasi lebih. Keputusan untuk membuat semua companion party utama yang berisikan 8 orang tetap ikut berlari bersama-sama juga keputusan kreatif yang kami sambut dengan tangan terbuka.

Berita baiknya? Sisi desain karakter musuh dan boss yang keren tersebut juga didukung dengan eksekusi OST yang pantas untuk dirayakan. Akan ada beberapa momen pertarungan boss dimana musik yang mengalun akan membuat pertarungan Anda yang sudah berjalan begitu genting terasa kian seru. Sementara untuk urusan voice acting, mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Kami cukup bersyukur ia tidak berakhir diisi dengan VA aksen Eropa atau Inggris yang terlalu kental mengingat setting fantasi yang ia usung.

Formula yang Lebih Mantap!

Kami harus terbuka mengakui bahwa kami bukanlah fans gaya bercerita seri Octopath Traveler sebelumnya yang diracik dari perspektif beberapa karakter dengan konfliknya sendiri-sendiri.

Terlepas dari fakta bahwa kami termasuk gamer yang mencintai RPG dan JRPG, Octopath Traveler harus diakui tidak pernah menjadi seri yang kami favoritkan. Salah satu alasannya adalah caranya untuk menyampaikan cerita yang walaupun harus diakui unik, berujung  bukanlah sebuah format yang seru bagi kami.

Octopath Traveler membangun keunikan narasi dengan membangun cerita dari perspektif karakter yang masing-masing memiliki konflik mereka sendiri-sendiri sebelum berhadapan dengan satu konflik utama. Permasalahan game ini adalah investasi waktu yang dibutuhkan sebelum cerita utama yang seharusnya muncul, yang terbagi dalam konflik karakter yang tidak kesemuanya menarik. Ia bisa terasa tidak koheren jika Anda memutuskan untuk secara acak mengambil misi-misi karakter ini dalam runtut sebebas yang Anda inginkan.

Jujur, format cerita seperti inilah yang membuat kami tidak pernah menyelesaikan Octopath Traveler hingga finale dan enggan menyentuh Octopath Traveler 2. Situasi sama yang membuat kami memilih sub-judul untuk artikel review Octopath Traveler 0 yang berujung mengejutkan kami. Ini adalah format Octopath Traveler yang terasa lebih mantap untuk preferensi kami dan kami harapkan akan diteruskan ke seri-seri Octopath selanjutnya.

Apa pasal? Benar sekali, bahwa alih-alih menawarkan beberapa karakter dengan cabang cerita sebagai karakter utama, Octopath Traveler 0 langsung menetapkan satu karakter utama – sang protagonis yang Anda racik dan namai sendiri – dari awal permainan. Ini berarti, semua cerita yang terjadi dari awal hingga akhir datang hanya dari satu perspektif, layaknya game-game JRPG konvensional yang lain. Sesungguhnya, setidaknya bagi kami, format cerita ini membuat Octopath Traveler 0 jauh lebih bisa dinikmati dengan kisah yang jauh terasa lebih koheren.

Membangun cerita dengan fokus di satu protagonis saja membangun sebuah pengalaman yang lebih koheren.
Dengan tetap menawarkan opsi untuk memilih lebih dulu antagonis mana yang ingin Anda tundukkan, pilihan desain ini terasa lebih baik untuk kami.

Semuanya diracik sembari tetap mempertahankan ilusi opsi, dimana Anda tetap diberikan keleluasaan  untuk memilih tokoh antagonis mana yang ingin Anda habisi lebih dulu – yang biasanya terbagi menjadi tiga mewakili tiga dosa: Power, Fame, dan Wealth di setiap Chapter yang ada. Berita baiknya? Fakta bahwa setiap kisah ini melibatkan satu karakter utama saja, ia terasa jauh lebih bisa dinikmati dengan integrasi soal konsep konflik lebih besar yang diwakili oleh eksistensi konsep cincin dan “Sang Terpilih” yang sudah disematkan sejak awal.

Berita baiknya lagi? Kualitas cerita yang ditawarkan Square Enix untuk para tokoh antagonis yang datang sillih berganti ini juga pantas untuk diacungi jempol. Tidak hanya karena karakter antagonisnya yang menarik, tetapi juga kisah yang tetap memuat ragam plot twist dan karakter NPC pendukung yang tidak kalah memesonanya.

Semua kombinasi ini, seperti yang kami bicarakan di awal, membuat Octopath Traveler 0 terasa seperti sebuah konsep JRPG yang dieksekusi jauh lebih rapi dengan cerita yang jauh lebih bisa dinikmati dibandingkan seri-seri yang lain.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website