Review PRAGMATA: IP Baru Terbaik Capcom!

Review PRAGMATA: IP Baru Terbaik Capcom!

Author picture
Author picture

Semua gamer Playstation 4 tentu masih ingat “terror” yang menemani rilis konsol Sony yang satu ini di masa lalu saat kita bicara soal Capcom. Kita semua sempat disuguhi sebuah trailer game fantasi RPG epik dengan naga dan semburan apinya bertajuk Deep Down yang hingga di titik ini, berujung tenggelam dan menghilang tanpa bekas. Tidak mengherankan jika banyak gamer yang takut bahwa situasi yang sama juga terjadi dengan IP baru Capcom dengan atmosfer sci-fi super kental bernama PRAGMATA yang pertama kali diperkenalkan di tahun 2020 silam ini. Untungnya, trauma tersebut tidak berulang. PRAGMATA akhirnya kian dekat dengan tanggal rilis pasti.

Jika hanya merujuk pada trailer tersebut, game yang sempat direncanakan akan dirilis di tahun 2022 ini memang terlihat jauh berbeda. Dengan implementasi RE Engine yang terasa jauh lebih baik dari sisi visual, Capcom juga terlihat memodifikasi pondasi cerita utama sembari menawarkan sebuah fokus kisah yang kini difokuskan pada dinamika karakter “Ayah-anak” di sini – Hugh dan Diana. Keduanya tidak sekadar bahu-membahu untuk memastikan yang lainnya selamat, tetapi juga berupaya untuk saling mempelajari dan memahami.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh PRAGMATA? Mengapa kami menyebutnya sebagai IP baru terbaik Capcom? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Anda akan berperan sebagai Hugh yang ditugaskan untuk memeriksa markas bulan yang tidak lagi memberikan banyak respon ke bumi.

PRAGMATA sendiri bercerita soal setting futuristik di masa depan ketika manusia berhasil meracik sebuah material bernama Lunafilament yang terletak di bulan – material ringkih yang begitu fleksibelnya, hingga ia bisa diracik menjadi apa saja yang diinginkan manusia.

Namun di satu titik, markas bulan yang bertanggung jawab untuk proses produksi material yang satu ini berujung bermasalah. Salah satu yang ditugaskan untuk mencari tahu apa yang terjadi adalah Hugh yang berangkat bersama dengan kru-nya yang lain. Namun seperti yang bisa mereka prediksi, alih-alih sekadar masalah teknis ringan, mereka justru bertemu dengan sebuah markas yang sudah berantakan. Di tengahnya adalah sebuah AI pengatur bernama IDUS yang kini punya misi untuk menghabisi manusia yang ada.

Di tengah situasi genting, Hugh justru bertemu dengan android berbentuk seorang anak perempuan yang ia beri nama Diana.
Keduanya pun saling bahu-membahu untuk tidak hanya berusaha selamat, namun juga mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Saat situasi berujung begitu genting, Hugh yang sempat tidak sadarkan diri tiba-tiba bertemu dengan sebuah Android berbentuk anak kecil yang ia panggil sebagai Diana. Bukan sekadar android biasa, Diana juga dibekali dengan kemampuan untuk meretas apapun robot yang diperintahkan oleh IDUS untuk menghabisi Hugh.. Keduanya pun kini berpetualang bersama dan saling melindungi dengan satu tujuan jelas – selamat dan pulang ke bumi.

Lantas, siapa Diana? Apa yang membuat IDUS kini melihat manusia sebagai sumber ancaman? Apa yang sebenarnya terjadi dengan markas di bulan ini? Semua jawaban dari pertanyaan ini akan bisa Anda dapatkan dengan memainkan PRAGMATA.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website