Review PRAGMATA: IP Baru Terbaik Capcom!
Page 2

Review PRAGMATA: IP Baru Terbaik Capcom!

Author picture
Author picture

Bulan Bukan Batasan

Lore yang diusung PRAGMATA membuatnya tetap bisa kreatif membangun level yang ada tanpa batas, terlepas dari setting sci-fi yang kental.

Walaupun seringkali dilihat sebagai sebuah engine yang cukup optimal di ragam konfigurasi, Capcom masih butuh membuktikan bahwa RE Engine adalah engine yang cocok untuk game open-world mengingat ragam masalah teknis yang sempat terjadi dengan Dragon’s Dogma 2 dan Monster Hunter Wilds. Berita baiknya? Mengingat PRAGMATA bisa dikategorikan sebagai game shooter linear yang lebih banyak didominasi koridor dengan beberapa titik memuat sedikit area yang lebih besar, maka Anda boleh berbahagia dengan performa RE Engine di sini.

Ketakutan bahwa setting sci-fi markas bulan yang ditawarkan PRAGMATA akan membuat desain level menjadi monoton dan hambar juga untungnya tidak terjadi. Jelas mereka memanfaatkan konsep Lunafilament yang bisa dibangun menjadi apapun secara maksimal, memberikan ruang besar bagi tim untuk membangun apapun yang mereka inginkan. Apalagi sang markas juga diceritakan sebagai tempat penelitian bagi banyak orang.

Jadinya? Alih-alih koridor steril berisikan hanya metal bercat putih dan beberapa kabel di sana-sini, PRAGMATA memuat desain level yang kreatif dan beragam. Akan ada begitu banyak level yang akan mengesankan bahwa alih-alih terjebak di bulan, Anda sebenarnya tengah berjalan-jalan menikmati bumi. Akan ada Times Square setengah jadi yang dicetak oleh 3D printer raksasa dari angkasa, sebuah hutan yang berisikan begitu banyak tumbuhan di dalamnya, hingga kesempatan untuk menjelajahi bulan dalam kapasitas yang Anda inginkan. Untuk urusan level, PRAGMATA melakukan tugas yang baik, apalagi dengan kemampuan untuk meleburnya dengan ragam objektif yang harus Anda capai.

Teknologi rambut yang dimiliki Diana masih membuat kami kagum.
Desain robot yang akan Anda hadapi juga cukup beragam, dengan beberapa di antaranya siap untuk membuat Anda ngeri.

Maka seperti kebanyakan game RE Engine terbaru seperti halnya Resident Evil Requiem, PRAGMATA juga menawarkan sisi visual yang siap untuk membuat mata Anda termanjakan. Material pakaian yang dikenakan Hugh, ragam efek partikel yang muncul dari serangan dan aksi retasan Anda, hingga yang menjadi paling favorit kami – rambut yang dimiliki Diana. Melihat bagaimana rambut ini bergerak secara natural di begitu banyak situasi, saat panik bertarung atau sekadar saat Anda bersantai menjadi sebuah pencapaian teknis tersendiri yang pantas untuk dirayakan.

Kami juga mengapresiasi varian musuh robot yang Anda temukan di sepanjang permainan PRAGMATA ini. Walaupun tidak seperti Horizon Zero Dawn dimana Anda bisa “merasionalisasi” fungsi masing-masing robot hanya dari bentuknya saja, namun ia menampilkan cukup banyak jenis untuk menantang dan memastikan Anda terus sibuk. Game ini juga uniknya mengambil jalur desain game RPG yang seringkali menempatkan sebuah iterasi lebih kuat dari sebuah musuh dengan membuatnya berbeda warna, yang akan Anda temui di beberapa wilayah mendekati akhir permainan.

Menikmati game ini sepenuhnya dengan bahasa Inggris, kami juga merayakan naturalnya voice acting karakkter yang ada, terutama untuk Diana. Ia memerankan sebuah android berbentuk anak kecil dengan sangat baik tanpa menggunakan intonasi mengada-ngada ala aktris / aktor anak kecil yang seringkali menjengkelkan di ragam media film misalnya. OST yang diusung juga tidak kalah fantastisnya dengan salah satunya bahkan memuat sesi choir yang otomatis membuat atmosfer permainan semakin dramatis. Sementara sisanya? Alunan musik dengan elemen industrial yang kental siap menemani aksi penuh ketegangan.

Retas dan Tembak

PRAGMATA mengkombinasikan konsep sistem retas oleh Diana dan tembak oleh Hugh yang dieksekusi secara real-time.

Jika Anda mengikuti berita PRAGMATA selama setidanya satu tahun terakhir ini, maka Anda sepertinya sudah memahami daya tarik utama sekaligus keunikan gameplay yang ia usung.  Hal yang sama juga akan bisa Anda antisipasi di versi final ini.

Untuk Anda  yang tidak familiar, sisi aksi PRAGMATA sendiri dibangun dari mengkombinasikan sistem retas dan tembak secara real-time, dengan dua mekanik yang berbeda pula. Idealnya adalah Anda menggunakan kemampuan retas milik Diana lebih dulu di awal dengan menggerakkan sebuah arah di di dalam papan berisikan ragam node berbeda. Dengan perhitungan aktif akan terpicu jika Anda menyentuh satu node spesifik, efektivitas dan efek retas ini akan terpengaruh oleh node yang Anda lewati sebelumnya. Begitu pertahanan musuh terbuka? Anda bisa menggunakan Hugh untuk menghabisi musuh ini dengan cepat, apalagi jika Anda mengeksploitasi titik kelemahan mereka.

Uniknya? Atas nama balancing, PRAGMATA juga memosisikan senjata yang digunakan Hugh dengan sistem yang berbeda dengan kebanyakan game action shooter lainnya. Selain senjata utama yang akan terus bisa Anda pakai dengan sistem peluru berbasisi cooldown, hampir semua senjata tambahan yang bisa digunakan Hugh, yang terbagi atas 3 kategori besar, hadir dalam jumlah terbatas. Ia diposisikan bak game  action shooter lawas dimana Anda diharuskan membuang atau mengganti senjata-senjata ini begitu pelurunya habis. Situasi yang juga membuat Anda senantiasa “memungut” senjata dan node hacking yang bisa Anda gunakan di sepanjang perjalanan.

Maka seiring dengan progress permainan pula, Anda akan bertemu dengan begitu banyak varian musuh yang masing-masing akan hadir dengan tidak hanya jenis dan animasi serang berbeda saja, tetapi juga gimmick tersendiir. Sebagai contoh? Akan ada varian musuh yang mampu menghilang dan hanya menampilkan dirinya pada saat ia ingin menghabisi Hugh dari dekat, yang membuat timing Anda melakukan aksi evade lebih esensial. Besar papan dan kompleksitas aksi hacking yang bisa dilakukan Diana juga berbeda bergantung pada musuh yang berada di hadapan Anda. Beberapa bahkan bisa membangun sebauh shield berwarna merah yang akan menghalangi aksi hacking Anda sampai ia dihancurkan lebih dulu.

Varian musuh juga menentukan bentuk papan hack Diana yang tidak akan sesederhana yang Anda bayangkan di beberapa tipe.
Kombinasi ragam musuh dengan jenis dan gimmick serangannya akan jadi salah satu tantangan utama Anda di PRAGMATA.

Tantangan dari PRAGMATA akan hadir dari dua sumber utama. Pertama, mengatur kepanikan sehingga Anda tetap tenang mengeksekusi aksi hacking milik Diana yang kesemuanya berjalan secara real-time tanpa pause. Anda tentu tidak mau berupaya menavigasi papan ini ketika musuh mendekat, apalagi dengan potensi papan akan berubah secara instan jika Anda diserang, yang membuat Anda harus mengulangi segala sesuatunya dengan papan yang baru.

Kedua? Tentu saja, kombinasi musuh. Bahwa selain pertarungan boss dimana Anda biasanya hanya bertarung sendiri,  sebagian besar skenario pertempuran di PRAGMATA akan berisikan kombinasi-kombinasi robot berbeda. Oleh karena itu, ia akan secara konsisten meminta Anda untuk langsung berpikir dan berstrategi, khususnya untuk memilah dan memilih robot mana yang harus Anda hancurkan lebih dulu untuk membuat skenario pertempuran lebih sederhana. Ini juga berarti memilih dan mempertahankan senjata pendukung yang menurut Anda adalah kombinasi terbaik untuk menghabisi mereka dengan cepat.

Akan ada opsi dan ragam resource yang bisa Anda kumpulkan untuk memperkuat Hugh dan Diana.

Tidak perlu waktu lama hingga Anda akan mengerti dan menemukan bahwa PRAGMATA bukanlah game yang mudah. Kompleksitas bertambah dengan fakta bahwa aksi berfokus hacking yang dilakukan Diana juga otomatis membuat kamera sedikit lebih mendekat ke target dengan layar papan menutupi hampir sisanya. Oleh karena itu, ia akan membaut Anda menjadi tidak lebih mawas dari serangan sampai atau belakang. Masih belum cukup? Beberapa jenis robot juga punya jenis serangan AOE, sementara lainnya bergerak lebih cepat dibandingkan yang lain.

Salah satu hal yang menarik dari PRAGMATA adalah caranya menangani kematian. Tidak seperti game shooter kebanyakan yang akan otomatis membawa Anda ke titik checkpoint terakhir, ia justru akan menendang Anda kembali ke The Hub – sang zona aman yang berisikan ragam ruang upgrade untuk memperkuat Hugh dan Diana, sekaligus mempersiapkan loadout. Dari The Hub, Anda harus memilih lagi semua senjata dan mod yang ingin Anda bawa, memilih titik checkpoint terdekat dimana Anda tewas, dan melawan kembali semua musuh yang muncul kembali. Untugnnya, proses ini setidaknya tidak menyibukkan Anda dengan kebutuhan untuk membuka kembali ragam kunci atau jalan yang sudah tersedia.

Keputusan untuk melempar Anda kembali ke Shelter (hub) alih-alih titik checkpoint terakhir setiap kali Anda tewas adalah sesuatu yang belum bisa kami justifikasi.
Hugh dan Diana akan terus bertarung sebagai satu kesatuan unit yang melekat. Tenang saja, tidak akan ada situasi dimana game ini berubah jadi game escort yang menyebalkan.

Sejujurnya, di sepanjang permainan kami bersama dengan PRAGMATA, kami tidak pernah menemukan justifikasi mengapa sistem seperti ini yang dipilih alih-alih titik checkpoint standar game action pada umumnya, Kebutuhan untuk melakukan backtrack dan melawan kembali semua musuh yang respawn kembali lebih banyak menghasilkan pengalaman yang menjengkelkan alih-alih sesuatu yang menyenangkan. Karena jika ingin menawarkan pendekatan seri Souls, situasi ini lebih mirip Anda diterjukan di hub utama Bloodborne atau Demon Souls setiap kali Anda mati misalnya. Cita rasa souls lainnya dari PRAGMATA juga datang dari sistem item penyembuh yang akan terisi kembali saat Anda kembali ke hub dengan waktu pakai alih-alih instan.

Untung seribu untung, Capcom tidak cukup gila untuk memosisikan Diana dan Hugh sebagai sebuah dua unit yang berbeda. Walaupun dari sisi lore mereka adalah dua entitas yang terpisah, namun dari sisi gameplay, keduanya beraksi dan bertempur sebagai satu unit dan dihitung sebagai satu unit. Oleh karena itu, keduanya tidak hanya berbagi satu bar HP dan stamina saja, tetapi juga tidak memiliki sistem pemisahan.

Ini berarti, tidak akan ada situasi frustrasi misi escort seperti Leon dan Ashley di Resident Evil 4 misalnya dimana Anda butuh secara konsisten melindungi Ashley. Tidak ada mekanik omong kosong dimana Diana akan jatuh dari tempatnya berdiri dan butuh Anda selamatkan atau bangkitkan di sini. Bahkan sebaliknya, Diana justru akan dipersenjatai dengan serangan ultimate berbasis bar terisi yang akan secara otomatis meretas dan melukai musuh di sekitar. PRAGMATA terhitung berhasil dengan cepat menekankan pentingnya posisi Diana dalam keseluruhan petualangan yang ada dan karenanya, membantu Anda membangun kedekatan yang cepat dengannya.

Yang menarik? PRAGMATA juga memuat sedikit elemen metroidvania di dalamnya. Sejak awal permainan, Anda akan memahami bahwa akan ada beberapa titik area yang tidak akan bisa Anda kunjungi dan buka sebelum berujung mendapatkan kekuatan tertentu. Menyibukkan diri untuk kembali berarti kesempatan untuk mengumpulkan lebih banyak resource yang bisa Anda gunakan di Hub untuk melakukan beragam upgrade, dari membeli varian senjata untuk langsung dipasangkan di loadout sebelum terjun ke level spesifik, upgrade permanen untuk Diana dan Hugh, sampai sekadar memperkuat stat spesifik dengannya. Masing-masing sistem upgrade ini akan membutuhkan resource yang berbeda-beda.

Ada sedikit elemen metroidvania di sini.

Masih belum cukup? Maka di titik progress cerita tertentu, Anda juga akan membuka sebuah menu khusus berisikan begitu banyak tantangan beragam bentuk yang menjanjikan reward resource yang menggoda di dalamnya. Cara paling sederhana untuk menjelaskan konsep tantangan ini adalah dengan membandingkannya dengan mode VR Missions di Metal Gear Solid. Tidak bisa dipungkiri, beberapa misi dengan reward menggoda ini akan cukup untuk membuat Anda berkeringat dingin karena tuntutan yang ia tawarkan.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website