Review PRAGMATA: IP Baru Terbaik Capcom!
Page 3

Review PRAGMATA: IP Baru Terbaik Capcom!

Author picture
Author picture

Diana – Sang Primadona

Diana adalah primadona dan permata untuk PRAGMATA.

Memotret karakter anak kecil di dalam sebuah video game tentu bukan pekerjaan yang mudah. Untuk memancing reaksi emosional dan insting orang tua Anda untuk berupaya melindungi mereka dengan kemampuan terbaik mereka, karakter anak kecil ini harus hadir cukup imut sembari punya porsi di dalam sisi cerita. Namun kita semuanya juga paham bahwa karakter ini tidak boleh sebegitu imutnya, hingga ia terasa dipaksakan dan justru membuat keseluruhan pengalaman menjadi menyebalkan. Namun terlalu dingin dan dewasa? Ia berujung berpotensi merusak ilusi yang hendak dibentuk oleh si game.

Tantangan terberat inilah yang harus dihadapi Capcom ketika bicara soal PRAGMATA yang dengan berani membawa Diana ke permukaan. Karakter yang satu ini memang diposisikan sebagai Android dari sisi lore, yang membuat Capcom punya keleluasaan lebih besar untuk mengintegrasikannya ke dalam gameplay yang tentu saja penuh ledakan dan kekerasan. Walaupun demikian, bukan berarti Capcom mengesampikan identitasnya sebagai “anak kecil” yang serba ingin tahu, penuh rasa penasaran, dan polos.

Bahkan, dari cara mereka mengeksekusi karakter ini, pujian tertinggi kami berikan. Tidak perlu menunggu terlalu lama sebelum Anda akan setuju dengan pilihan sub-judul kami di atas, bahwa Diana adalah primadona di PRAGMATA. Di tengah begitu dinginnya bulan dengan semua hal mekanik, kabel, dan kehancuran yang ia hadirkan, kehadiran  sosok anak kecil seperti membuat segala sesuatunya menjadi punya arti lebih.

Salah satunya muncul dari kemampuan balancing Capcom untuk membuat karakter Diana tetap terasa seperti anak kecil namun di sisi lain, tidak menyebalkan. Walaupun akan mengeluarkan beberapa komentar dan pertanyaan pada saat melewati proses eksplorasi, Diana tetap hanya berbicara dalam frekuensi yang bisa ditoleransi. Ia tidak akan secara konsisten “mengganggu” Anda dengan pembicaraan dan sejenisnya. Bahkan, untuk hal-hal yang akan memberikan cut-scene ekstra untuk Diana, Capcom menyediakan sebuah titik yang butuh interaksi khusus dan bisa Anda lewatkan jika Anda tidak menginginkannya. Anda tidak akan dipaksa untuk mendengar coletahannya.

Lebih banyak interaksi dan observasi terjadi ketika Anda kembali ke “The Hub” yang bisa diposisikan sebagai arena bermain bagi Diana. Ia akan secara aktif menyambut kepulangan Anda, membuatnya kian imut dan efektif mencuri hati Anda. Terkadang, jika Anda membangun interaksi yang cukup aktif dengannya, Diana juga akan memamerkan gambar tangan yang ia racik. Masih belum cukup? Anda bahkan bisa bermain petak umpet dengannya.

Capcom berhasil membangun karakter anak kecil yang imut dan menggemaskan. Tidak ada rasa menjengkelkan sekali.
Tingkah lakunya akan membuat insting orang tua Anda untuk ingin terus melindunginya bekerja keras.

Selama proses eksplorasi, Hugh juga bisa menemukan item khusus bernama REM alias Read-Earth-Memories yang berisikan objek-objek unik dari bumi yang akan mengajari Diana secara langsung soal kehidupan yang tidak pernah ia alami ini. Bagian terbaiknya? Semakin banyak REM yang berhasil Anda kumpulkan, semakin banyak pula interaksi dan animasi unik yang diperlihatkan Diana, yang juga memperkuat citra anak kecilnya tersebut. Ia akan dengan penuh rasa penasaran, ketertarikan, dan keluguan untuk melihat apa yang dilakukan objek-objek dan menikmati setiap darinya. Terkadang, ia bahkan mengeluarkan pertanyaan atau komentar yang akan membuat senyum Anda merekah.

Efektivitas Diana untuk membuat hati Anda luluh ini juga datang dari ekstra perannya di dalam gameplay. Iya, dia memang jadi satu-satunya sumber peretasan yang akan mempermudah aksi tarung Anda, namun akan ada situasi dimana PRAGMATA mendesain Diana sebagai “penyelamat” Anda. Seolah paham rasa frustrasi yang bisa muncul jika mereka menyuntikkan sistem kematian instan, PRAGMATA seringkali menawarkan sistem kesempatan kedua dimana alih-alih langsung tewas, Anda akan diselamatkan oleh Diana dengan sistem papan unik retasnya ketika skenario ini terjadi. Hasilnya? Anda perlahan tapi pasti akan kian memperkaya nilai dan peran Diana di sini.

Situasi kepedulian yang muncul dari efektivitas proyeksi sifat anak kecil Diana di sini juga secara tidak langsung membuat kecepatan gerak cerita yang memperlihatkan kedekatan Hugh dan Diana menjadi sama efektifnya. Anda akan bisa sangat memahami apa yang dirasakan Hugh dan merasionalisasi pilihan dan interaksi yang ia pilih.

Kesimpulan

Dengan semua hal yang ia tawarkan, maka kami tanpa ragu merekomendasikan untuk gamer-gamer yang mencintai game action dengan intensitas tinggi. Bahagia rasanya bahwa setelah proses eksperimen IP baru yang mereka lakukan dengan Kunitsu-Gami dan Exoprimal, Capcom akhirnya melahirkan judul baru potensial yang bisa terus mereka eksplorasi di masa depan. Tidak berlebihan rasanya untuk menyebut PRAGMATA sebagai IP baru terbaik Capcom.

Setelah menantikan game ini selama kurang lebih 6 tahun lamanya, Capcom telah berhasil membuat PRAGMATA hadir sebagai sebuah game action yang memang layak untuk diantisipasi. Ia berhasil membaurkan sebuah mekanik gameplay unik yang belum pernah ada di industri game sebelumnya dengan baris tantangan yang siap untuk membuat keringat dingin Anda mengucur di beragam skenario. Bagian terbaiknya? Semuanya dieksekusi dengan cerita yang cukup untuk membuat hati Anda tergetar di tengah presentasi visual dan audio yang pantas untuk diacungi jempol. Semuanya menyempurna lewat eksekusi karakter Diana yang tidak lagi bisa mendapatkan pujian lebih tinggi.

Dari semua hal yang ia tawarkan, tidak banyak kekurangan yang bisa kami catat dari PRAGMATA. Satu-satunya hal yang menghantui hanyalah absennya justifikasi untuk menyuntikkan mekanik ala game Souls di game ini alih-alih menempuh praktik standar ala game third person shooter pada umumnya. Keputusan untuk membuat titik respawn berada di The Hub dan bukan titik checkpoint terakhir lebih sering membuat Anda merasa frustrasi daripada jadi sesuatu yang bisa Anda pahami dengan hati lapang. Apalagi jika semua proses ini harus Anda ulangi karena kematian sebelumnya terpicu karena kesalahan kecil semata.

Dengan semua hal yang ia tawarkan, maka kami tanpa ragu merekomendasikan untuk gamer-gamer yang mencintai game action dengan intensitas tinggi. Bahagia rasanya bahwa setelah proses eksperimen IP baru yang mereka lakukan dengan Kunitsu-Gami dan Exoprimal, Capcom akhirnya melahirkan judul baru potensial yang bisa terus mereka eksplorasi di masa depan. Tidak berlebihan rasanya untuk menyebut PRAGMATA sebagai IP baru terbaik Capcom.

Kelebihan

PROTECT THAT SMILE NO MATTER WHAT!
  • Diana yang imut
  • Gimmick gameplay kombinasi tembak dan retas yang seru
  • Pertempuran seringkali intens
  • Cerita yang cukup untuk menggetarkan hati
  • Desain visual yang memanjakan mata
  • Sistem upgrade dan challenge yang memberikan alasan ekstra untuk menyibukkan diri
  • Musik yang menjalankan tugasnya dengan baik

Kekurangan

Demi apa sistem respawn di bagian hub alias Shelter yang membuat kami terus bertanya-tanya ini.
  • Sistem respawn di bagian hub alias Shelter yang tidak terjustifikasi

Direkomendasikan untuk gamer: pencinta game action yang intens, menginginkan mekanik yang baru dan unik

Tidak direkomendasikan untuk gamer: yang mudah merasa kalut dan panik, tidak punya koordinasi mata tangan yang solid

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website