Review Resident Evil Requiem: Dua Rasa, Satu Musibah!

Review Resident Evil Requiem: Dua Rasa, Satu Musibah!

Author picture
Author picture

Sebuah strategi yang sejauh ini berhasil dieksekusi dengan manis, keputusan Capcom untuk menjadikan Resident Evil sebagai ujung tombak laporan finansial mereka memang berbuah manis selama beberapa tahun terakhir. Dari data yang dirilis oleh Capcom, ia terus masuk ke dalam 10 besar game terlaris di setiap kuartalnya, baik untuk seri-seri baru ataupun proyek remake yang juga dieksekusi dengan baik. Tidak mengherankan bahwa di tengah kesukesan seperti ini, antisipasi yang mengitari sang judul terbaru – Resident Evil Requiem begitu kuat.

Apalagi Capcom juga menempuh strategi marketing yang efektif untuk Resident Evil Requiem ini. Di awal pengenalannya, ia menjadikan protagonis baru dengan keterikatan kisah dengan Outbreak – Grace sebagai fokus. Sejak awal, mengingat posisi Grace yang tidak terlalu familiar dengan bioweapon, kita seakan-akan dibawa dalam pengalaman survival horror yang super kental untuk seri kali ini. Namun semuanya berubah ketika Leon muncul sebagai ujung tombak sisi aksi yang bergerak di spektrum sebaliknya, yang memicu rasa penasaran yang kian tinggi.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Resident Evil Requiem? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menawarkan sisi dua rasa dengan satu musibah? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Resident Evil Requiem akan memuat cerita dari dua protagonis – Grace Ashcroft, seorang FBI yang diminta untuk menyelidiki kasus kematian super misterius..

Seperti yang sudah sempat mereka pamerkan di trailer sebelumnya, Resident Evil Requiem akan menghadirkan dua protagonis – Grace Ashcroft dan Leon S Kenedy sebagai karakter utama.

Grace adalah seorang anggota FBI yang diminta untuk menyelidiki begitu banyak kasus kematian misterius yang hadir tanpa jawaban yang jelas. Mereka kesemuanya berbagi simtom yang sama tanpa ada konklusi soal penyebab yang sesungguhnya.

Namun di satu titik, proses investigasi Grace ini berujung membawanya terjebak dalam sebuah konspirasi yang lebih besar. Konspirasi sama yang tampaknya juga menjadi penyebab dari kematian ibu yang ia sayangi – Alyssa Ashcroft yang juga merupakan survivor dari kasus Raccoon City sekitar 30 tahun yang lalu.

… dan Leon, sang veteran yang juga tengah menempuh investigasi yang sama namun dengan motivasi yang berbeda.
Seperti yang bisa diprediksi, akan ada konspirasi terkait bioweapon yang siap menunggu keduanya.

Di sisi lain, Leon juga ternyata bergerak menujuk ke satu arah yang sama. Terinfeksi oleh sebuah penyakit yang juga hadir tanpa banyak penjelasan, ia juga mendengar soal kasus kematian misterius sama yang tengah diselidiki oleh Grace. Ada kecurigaan besar bahwa ragam kasus ini terikat pada Umbrella yang menjadi dalang di balik musibah zombie sekitar 30 tahun yang lalu. Ia pun mulai mencari jawaban di tengah infeksi yang harus ia hadapi.

Lantas, apa yang sebenanya terjadi di Resident Evil Requiem? Bagaimana Umbrella kembali berperan di cerita kali ini? Mampukah Leon selamat dari apapun yang tengah menjangkitinya sekarang? Tantangan seperti apa juga yang harus dihadap si pendatang baru – Grace? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Resident Evil Requiem ini.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website