Review Silent Hill f: Layak Dapat Nilai “A”!
Page 2

Review Silent Hill f: Layak Dapat Nilai “A”!

Author picture
Author picture

Neraka yang Berbeda

“Neraka” yang ia tawarkan jelas berbeda. Karat yang dulu melekat kini digantikan entitas organik yang seolah melebur bunga dan daging di satu ruang yang sama.

Dengan sejarah yang panjang sebagai sebuah game survival horror dengan tema yang konsisten, ada tiga hal yang sepertinya tidak pernah terpisahkan dari sisi presentasi Silent Hill di masa lalu. Pertama, ia selalu diposisikan sebagai kota di wilayah Amerika Serikat. Kedua? “Neraka” yang ia potret hampir selalu tampil sebagai dunia penuh dengan karat. Ketiga? Ia punya jenis monster spesifik yang terus muncul dari satu seri ke seri lainnya. Seperti yang bisa Anda prediksi, Silent Hill f mendobrak semua “kebiasaan” ini.

Hasilnya adalah sebuah intepretasi soal Silent Hill yang berbeda dan menyegarkan di saat yang sama. Memerankan seorang remaja wanita di sebuah kota terpencil Jepang – Ebisugaoka dengan tema horror yang sama kentalnya, ia diterjemahkan sebagai sebuah “Silent Hill” yang tidak lagi terikat pada apapun yang kita kental terkait franchise ini. Ia bukan lagi kota di Amerika Serikat, ia tidak lagi menghadirkan karat sebagai representasi neraka yang harus Anda lewati, dan ia tidak lagi menawarkan desain monster ikonik Silent Hill yang Anda kenal.

Semua elemen yang kita bicarakan tadi sebenarnya masih bertahan sebagai identitas Silent Hill f namun “dibongkar” untuk menyesuaikan tema yang ada. Ia tetap jadi kota diselimuti kabut yang sunyi mengingat hanya keempat karakter di cerita utama saja yang eksis dan semua penduduk lain menghilang. Ia juga tetap akan teras bak sebuah “neraka” super indah yang alih-alih karat, kini divisualisasikan bak akar rambat yang juga menelan dan menjadikan material daging sebagai bagian dari ekosistem mereka. Dan ia tentu saja akan meyajikan Anda kepada Anda ragam monster dengan desain yang menyeramkan dan keren di saat yang sama. Sejujurnya, kami bahkan lebih jatuh cinta pada “kegilaan” desain monster di Silent Hill f daripada desain nurse atau Pyramid Head di seri Silent Hill sebelumnya.

Bahkan imajinasi tergila dan terliar kami tidak akan bisa membayangkan monster seperti ini.
Kami juga mencintai kreativitas pengambilan beberapa sudut kamera yang membuat scene jadi lebih efektif dan intens.

Dengan Unreal Engine 5 sebagai basis, sang tim developer – Neobards harus diakui berhasil mengeksekusi pendekatan horror dengan fantastis. Bukan hanya karena detail teknis saja, tetapi juga sekuens cut-scene sampai sekadar hal sekecil pengambilan sudut pandang kamera untuk memotret reaksi dan horror yang ada, yang membuat segala sesuatunya menjadi lebih efektif. Kami dengan sesederhaa mungkin menyamakannya dengan sensasi yang sama ketika menikmati film horror “Midsommar”. Tidak ada yang bisa membantah bahwa apa yang berada di depan mata Anda adalah sesuatu yang indah. Namun Anda juga paham, keindahan ini adalah kedok dari kengerian yang tengah menanti.

Untuk kesekian kalinya, Akira Yamaoka juga ikut “meminjamkan” talenta-nya untuk membangun OST yang tidak kalah memesona untuk menangkap atmosfer horror dengan cita rasa Jepang yang ditawarkan Silent Hill f. Ragam soundtrack original yang dibangun berhasil membuat beragam cut-scene, bahkan sejak awal ketika Anda diperkenalkan soal Ebisugaoka lewat potongan pemandangan yang ada, menjadi sesuatu yang intens dan menegangkan. Ia membantu Anda memahami bahwa situasi yang akan atau tengah Anda hadapi, bukanlah sesuatu yang normal. Sisi ini memang memukau, namun kami paham bahwa musik Silent Hill bukanlah sesuatu yang Anda simpan di playlist online Anda, kecuali sisi psikopat Anda lebih dominan untuk “menikmatinya” sebagai musik sehari-hari.

Menikmati voice acting sebagai bahasa Jepang, kami juga memberiikan apresiasi lebih untuk para pemeran suara yang menjalankan tugasnya dengan baik. Ada begitu banyak ekspresi emosi yang berhasil terwakilkan dengan baik, dari sedih, amarah, takut, hingga cemburu. Ia juga menawarkan efek-efek suara yang pantas diapresiasi untuk membuat monster-monster dengan gerak yang tidak natural di depan mata Anda kian efektif membuat bulu kuduk bergidik. Kombinasi ini membuat Silent Hill f hadir sebagai sebuah seri Silent Hill yang berbeda, unik, indah, dan mengerikan di saat yang sama. Konami dan Neobards melakukan tugas yang  memukau dengan seri baru nan radikal ini.

Ayunkan!

Bukan Souls-like, Silent Hill f adalah sebuah game horror action.

Keputusan untuk menghadirkan setting dan tema Jepang untuk Silent Hill f, apalagi dengan karakter wanita remaja yang tinggal di sebuah kota kecil tentu datang dengan satu konsekuensi yang tidak terhindarkna. Benar sekali, adalah sesuatu yang rasional bagi seorang Hinako untuk menemukan dan menggunakan senjata api. Konami dan Neobards juga tidak cukup gila untuk mengeksplorasi potensi serangan range, dari sekadar kembang api sampai yang lebih magis seperti tongkat sihir dan sejenisnya. Oleh karena itu, Silent Hill f hanya memuat mode pertarungan melee saja.

Dikombinasikan dengan ekstra fakta lain bahwa Konami dan Neobards memang memosisikan Silent Hill f sebagai game action horror alih-alih survival atau Souls-like, maka Anda akan berhadapan dengan banyak ancaman dengan senjata melee Anda. Bahkan ia bisa memancing humor tersendiri soal betapa absurdnya konsep ini ketika senjata-senjata melee yang datang dari barang sehari-hari dari pipa besi hingga tongkat pemukul bisbol ini jadi andalan untuk menghancurkan monster-monster mengancam.

Apakah Silent Hill f bisa dikategorikan sebagai Souls-like? Kami sendiri tidak akan membawanya ke ranah tersebut karena kesederhanaan konsep dasar yang ia usung. Hampir sebagian besar musuh yang Anda hadapi hanya punya satu atau dua sekuens animasi serangan yang bisa dengan mudah Anda antisipasi. Tidak ada juga konsep resource yang akan jatuh dan harus Anda ambil kembali saat tewas misalnya.

Walaupun setiap pukulan monster akan terasa cukup fatal, namun Silent Hill f juga menyediakan pilihan tingkat kesulitan di dalamnya dengan yang paling rendah – “Story” cukup memfasilitasi pengalaman bermain yang lebih nyaman dan minim stress. Di mode ini, resource akan ditawarkan lebih banyak dan shrine dimana Anda melakukan save juga akan memulihkan porsi HP dan Sanity Anda – resource untuk melakukan serangan counter atau serangan dengan damage lebih besar.

Melihat ayunan serangan Anda memiliki efek pada target menghasilkan kepuasan tersendiri.
Musuh juga tidak akan menjatuhkan reward di game ini sehingga terkadang lari menjadi opsi yang lebih rasional.

Lagipula berbeda dengan banyak game survival horror yang biasanya menawarkan reward tersendiri untuk setiap monster yang Anda tundukkan, Silent Hill f tidak menawarkan hal tersebut sama sekali. Setiap monster yang Anda habisi dengan serangan melee Anda dihitung sebagai “masalah” yang tidak lagi eksis. Anda tidak akan menemukan tambahan resource yang jatuh misalnya, yang di beberapa game survival horror lain muncul sebagai konsep risk-reward sepadan. Di Silent Hill f? Anda bahkan akan jauh lebih diuntungkan jika Anda paham mana monster yang bisa Anda hindari saja dan mana yang harus Anda lawan.

Karena pada akhirnya, Anda juga memang punya kebutuhan untuk “menjaga” senjata yang Anda miliki mengingat game ini punya sistem kerusakan di dalamnya. Dengan maksimal hanya tiga senjata yang bisa Anda bawa dalam sekali jalan, setiap senjata juga punya durabilitas yang berbeda-beda. Ada senjata dengan damage rendah yang lebih bisa digunakan jangka panjang, ada pula yang mematikan namun mudah rusak, Dengan keterbatasan resource berupa senjata itu sendiri dan juga item untuk memperbaikinya bernama – Toolkit, Anda butuh mulai harus menjadikan opsi kabur sebagai “solusi” di beberapa situasi.

Untungnya, seperti halnya banyak game action modern saat ini, Silent Hill f juga melemparkan sedikit elemen standar RPG untuk membantu Anda memperkuat Hinako seiring waktu berjalan. Di sini pula, ia punya mekanik yang membuatnya kian “bersinar” dengan resource utama berbelanja Anda – Faith.

Pertama, seperti yang kami bicarakan tadi, Faith tidak jatuh dari monster yang Anda basmi selama Anda menikmati perjalanan di Silent Hill f.. Ini berarti, tidak ada kesempatan untuk melakukan aksi grinding di sini, dimana seiring dengan jumlah monster yang Anda hadapi, semakin kuat puls Hinako. Satu-satunya cara untuk mendapatkan Faith adalah dengan menukarkan item-item yang Anda dapatkan di ragam shrine yang ada.

Anda bisa memilih untuk mempertahankan item penyembuh Anda di sistem inventory terbatas atas nama jaga-jaga atau menukarkannya dengan resource mata uang bernama – Faith.
Faith bisa digunakan untuk menarik charm dengan sistem gacha.

Kerennya? Di luar beberapa item yang didesain memang untuk ditukarkan dengan Faith tersebut, Anda juga bisa menukarkan ragam item penyembuh untuk resource yang sama. Ini berarti Anda selalu punya ruang dan kesempatan untuk memilih apakah Anda butuh item-item ini untuk meningkatkan kesempatan hidup Anda atau meningkatkan jumlah Faith yang Anda miliki. Dengan sebuah resource langka lainnya bernama Ema, Faith butuh dibayarkan untuk meningkatkan status Hinako secara permanen dari health, sanity (focus), hingga slot untuk charm yang bisa ia kenakan.

Benar sekali, seperti halnya sistem aksesoris di game RPG, Hinako juga bisa menggunakan ragam charm yang menawarkan efek buff yang lumayan signifikan. Anda bisa mendapatkan ragam charm ini dari proses eksplorasi atau membelinya dari Shrine, lagi-lagi, dengan mengorbankan sejumlah Faith. Yang membuatnya super menarik? Bahwa alih-alih lugas dimana Anda bisa memilih charm apa yang Anda inginkan, Silent Hill f membuatnya hadir bak sistem gacha. Untuk setiap “tarikan” dengan pengorbanan Faith ini, hasilnya selalu acak. Oleh karena itu, tidak ada kesaempatan bagi Anda untuk membangun build spesifik untuk Hinako di sini.

Maka sisa pengalaman Silent Hill f Anda akan berujung mirip dengan seri-seri Silent Hill sebelumnya. Ada serangkaian puzzle yang butuh diselesaikan untuk melanjutkan cerita dengan tingkat kesulitan yang akan bergantung pada opsi yang Anda pilih di awal. Beberapa butuh observasi, namun ada puls yang menuntut kebutuhan pemahaman kalimat yang tentu akan super menantang jika Anda tidak terlalu bisa berbahasa Inggris. Satu yang pasti, tidak seperti game modern pada umumnya, Silent Hill f tidak akan otomatis menyediakan jawaban kepada Anda soal solusinya. Ia tidak ambil pusing jika progress Anda benar-benar tertahan karena Anda tidak bisa memikirkan solusi yang ia tuntut.

Jangan harap game ini akan memanjakan Anda dengan solusi puzzle terlepas dari berapa lamanya Anda sudah tertahan.
Siapa yang mengira bahwa sistem pertarungan yang terlihat dangkal dan kaku di trailer ini ternyata berujung cukup memuaskan bagi kami.

Untungnya, setidaknya di tangan kami, klaim “action horror’ yang dilemparkan oleh Konami juga dikonbinasikan dengan sensasi pertarungan melee yang cukup solid dan memuaskan. Ada ekstra efek henti saat Anda melakukan serangan Heavy yang  membuatnya terasa lebih mematikan. Ada pula ekstra reward untuk aksi hindar di timing tepat yang akan memulihkan stamina Anda – sang resource untuk menyerang dan betahan secara otomatis. Efek serangan musuh yang bisa di-counter dengan serangan Heavy untuk damage besar juga disajikan dengan efek visual yang jelas, apalagi ketika Anda mengaktifkan Focus.

Memang akan ada butuh waktu setidaknya 2-3 musuh pertama di Silent Hill f untuk membuat Anda memahami dan merasa bahwa sistem pertarungan berbasis melee yang ia usung tidaklah seburuk yang terlihat di trailer-trailer gameplay yang sempat dilepas Konami.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website