Pendekatan “Stellar Blade”

Keputusan Leenzee untuk mengganti engine Wuchang menjadi Unreal Engine 5 memang harus diakui berbuah manis. Untuk standar game modern yang dirilis di Playstation 5, ia datang dengan detail teknis yang cukup oke. Namun pada akhirnya, kualitas visualnya yang memanjakan mata lebih banyak datang dari keputusan desain dan art itu sendiri. Tidak jarang Anda bertemu dengan situasi dimana landscape yang tengah Anda nikmati di kejauhan hadir sama indahnya dengan lukisan-lukisan Tiongkok zaman dulu. Gunung-gunung yang berbaris, cahaya lembut sinar matahari di kejauhan, hingga patung Buddha raksasa dan kuil indah yang menjulang tinggi.
Satu hal yang cukup menarik, terlepas dari status lore-nya sebagai seorang bajak laut, Leenzee juga jelas tampak berupaya menjual sensualitas Wuchang selayaknya apa yang dilakukan Shift Up dengan Stellar Blade. Anda tidak akan sulit bertemu dengan desain pakaian yang jelas menonjolkan bagian tubuh spesifik milik Wuchang. Tidak menahan diri, Anda bahkan akan menemukan equipment bagian bawah yang hanya berbentuk sekadar celana dalam saja. Untuk memastikan fungsi ini maksimal, game ini juga datang dengan fitur transmog untuk memastikan Anda bisa mengenakan sisi kosmetik pakaian apapun yang Anda inginkan. Sayangnya, physics bagian dan dada dan bokong yang ia usung tidak segila Stellar Blade, namun jelas ada upaya untuk membuatnya jadi highlight dari ragam animasi, termasuk saat berlari.


Namun di luar dari ambisi yang begitu jelas bahwa mereka ingin menjual sensualitas sang protagonis, harus diakui bahwa sebagian besar desain kostum yang ditawarkan Wuchang memang pantas untuk diapresiasi. Mereka terlihat unik dan indah, khususnya untuk pakaian bagian atas. Sementara untuk bagian bawah? Walaupun opsi celana panjang hingga rok tersedia, namun ragam opsi sekadar celana dalam ragam warna dan corak yang bisa Anda pilih sayangnya tidak datang dengan desain yang sama kerennya. Ada harapan lebih setidaknya untuk kosmetik di bagian bahwa ini, Leenzee bekerja sekeras pakaian bagian atas.
Sebagai game action RPG bergaya souls-like yang seharusnya menuntut Anda untuk fokus untuk melawan musuh di hadapan Anda, desain UI Wuchang harus kami akui, buruk. Menikmatinya di televisi layar lebar saja membuat kami terkadang melewatkan clue dan informasi penting yang seharusnya esensial untuk menang atau sekadar bertahan hidup. Sebagai contoh? Resource super penting bernama Skyborn Might yang direpresentasikan dengan bentuk ikon yang terlalu kecil, tipis, padat untuk bisa Anda perhatikan jelas dan cepat. Padahal ia akan punya peran penting saat bertarung.
Wuchang juga sayangnya harus kami akui, punya tutorial setengah hati yang tidak bisa diandalkan. Walaupun sebagian besar fungsi dasar akan diajarkan di awal, namun ada beberapa hal penting yang tidak mendapatkan tempat kecuali jika Anda mencarinya sendiri via sesi istilah yang tersedia. Seperti konsep Feathering misalnya, yang akan bisa tumbuh atau menghilang sepanjang perjalanan Anda, yang tidak jelas diutarakan soal apa saja pengaruh yang bisa ia hadirkan selain bertambahnya input ataupun output damage saja. Atau sekadar masalah tempering yang memungkinkan Anda untuk menambahkan efek serangan elemen pada pedang, yang ternyata walaupun diposisikan sebagai consumable item di sini, punya mekanik yang berbeda.


Sayangnya juga, seperti kasus yang sempat saya priadi rasakan dengan rilis-rilis awal game China yang lain – Wuthering Waves, Wuchang juga barisan nama-nama karakter China yang benar-benar sulit untuk diingat. Akan ada banyak karakter NPC yang Anda temui di sini, yang walaupun sudah berkali-kali Anda temui, kami yakin tidak pernah Anda ingat namanya karena kesulitan tersebut. Parahnya lagi? Sebagian besar percakapan yang Anda picu dengan NPC yang namanya sudah susah diingat ini juga berisikan nama China lain yang entah baru pertama kali disebut atau sudah berkali-kali disebut, namun Anda sudah lupa merujuk ke siapa.
Sementara dari sisi audio, VA inggris yang kami jajal saat melakukan proses review ini melakukan tugasnya dengan baik namun tidak terasa istimewa. Ada sedikit kekecewaan juga bahwa situasi yang serupa juga terjadi di sisi OST yang menurut kami terhitung gagal untuk menawarkan sesuatu yang lengket dengan pesona budaya China itu sendiri. Hampir tidak ada musik yang menurut kami sebegitu ikoniknya hingga pantas untuk dirayakan.
Asyik tapi Tidak Istimewa

Dari sisi mekanik, Wuchang: Fallen Feathers sebenarnya mengusung konsep dasar game Souls-like yang sepertinya sudah sangat familiar untuk sebagian besar dari Anda. Dengan opsi ragam senjata, Anda akan bertarung dan bertukar serangan dengan ragam jenis musuh dan boss yang bisa membunuh Anda secara instan dengan beberapa serangan jika Anda lengah. Akan ada pula sistem Shrine dimana Anda bisa beristirahat, memulihkan diri, mengisi kembali item penyembuh, dan memperkuat diri sembari mempersiapkan diri dengan konsekuensi bahwa para musuh juga akan hidup kembali. Familiar? Tentu saja.
Namun Wuchang tentu juga menganut beberapa mekanik baru dan unik yang membuatnya terasa berbeda. Salah satu yang paling signifikan adalah resource bernama Skyborn Might. Diposisikan sebagai sumber daya yang diperlukan untuk mengakses skill aktif milik senjata yang Anda gunakan atau magic yang tengah Anda pasang, Skyborn Might tidak berfungsi seperti sistem Mana di kebanyakan game action RPG.
Mengapa? Karena alih-alih disembuhkan lewat sistem regenerasi atau item penyembuh yang juga ikut terisi kembali saat beristirahat di Shrine misalnya, Skyborn Might hanya bisa diisi ulang dengan dua cara: yakni ketika Anda melakukan aksi evade serangan musuh di timing yang tepat atau ketika berhasil memasukkan serangan kombinasi dalam jumlah tertentu. Skyborn Might yang sudah terkumpul kemudian bisa dialokasikan untuk mengakses skill atau magic yang Anda butuhkan.


Sistem unik ini mau tidak mau menghasilkan satu konsekuensi tidak terelakkan – bahwa build magic yang selama ini berbasis bar mana yang difasiitasi oleh banyak game Souls dan Souls-like, akan sulit untuk dicapai secara optimal di sini. Apa pasal? Karena untuk menjadi seorang “Mage” yang efektif dan mematikan, Anda tetap harus memainkannya dengan gaya Souls, dimana Anda tetap diminta untuk aktif menghindar dan menyerang atas nama mengumpulkan Skyborn MIght. Untuk Anda yang selama ini memilih build Magic untuk menghindari kerepotan yang satu ini, Wuchang akan tetap memaksa Anda untuk terjun masuk dan aktif.
Wuchang juga menangani kematian dengan gaya yang sedikit berbeda. Walaupun Anda akan menjatuhkan resource “mata uang” utama Anda – Red Mercury sebagai konsekuensi, namun Anda juga akan mendapatkan peningkatan efek status bernama Madness yang juga bisa berkontribusi dari aksi membunuh karakter manusia atau monster yang Anda temui.
Jika Anda terus mati dan level Madness berada di level puncak, Anda akan bertemu dengan kemunculan Demon yang harus Anda tundukkan sebelum bisa mengambil kembali resource yang jatuh. Menariknya? Demon ini sendiri diposisikan sebagai faksi berbeda di keseluruhan lore Wuchang. Jadi jika ia mengemuka saat Anda berkali-kali tewas melawan mini-boss misalnya, bukan tidak mungkin Demon ini justru akan “membantu” Anda mengalihkan perhatian si mini-boss mengingat ia juga dihitung sebagai musuh bersama.


Dari semua mekanik unik yang diusung Wuchang, kami jatuh cinta pada caranya menangani sistem kenaikan level itu sendiri. Secara sederhana, Anda bisa membayangkan ia sebagai kombinasi antara sistem Sphere Grid dari Final Fantasy X dan Souls dari Dark Souls. Red Mercury yang jadi “mata uang” tidak lantas didistribusikan menjadi atribut khusus yang bisa Anda perkuat. Ia akan diterjemahkan menjadi ekstra node yang bisa Anda aktifkan dalam rangkaian jaring skill yang bisa berisikan buff permanen, ekstra fitur untuk disematkan Wuchang, atribut tambahan, hingga akses skill aktif yang nantinya bisa Anda manfaatkan. Kami berujung jatuh hati dengan sistem yang terkesan lebih kompleks ini, apalagi dengan kebebasan untuk melakukan refund skill points yang sudah Anda distribsukan tanpa butuh item tambahan apapun. Ini membuat Anda bisa bereksperimen tanpa banyak khawatir.
Maka sisa perjalanan Anda selain proses eksplorasi untuk sebuah dunia luas terbuka yang terhubung satu sama lain dengan cukup baik, termasuk rangkaian jalur alternatif yang diusung, adalah berusaha memperkuat Wuchang lewat tidak hanya equipment yang didapatkan saja, tetapi juga aksesoris yang lain. Ada sistem pendant yang akan menawarkan buff saat dipasangkan, Benediction yang tampil bak sistem rune di Diablo yang juga akan memperkuat aspek tertentu di senjata Anda, hingga Tempering yang akan membuat serangan elemen di senjata yang Anda gunakan kian mematikan. Wuchang juga akan dengan jelas memperlihatkan peti beragam ukuran untuk mewakili seberapa penting item yang dimuat, termasuk item khusus untuk membuat jumlah atau efek item penyembuh lebih kuat.
Dengan semua sistem yang ia tawarkan ini, pertanyaan sebagian besar dari Anda tentu saja mengarah ke satu titik utama – apakah Wuchang: Fallen Feathers jatuh di spektrum game Souls-like yang sulit atau terhitung mudah?
Di luar beberapa pertarungan boss yang mungkin akan butuh beberapa kali uji coba, kami sendiri mengkategorikan Wuchang: Fallen Feathers sebagai game Souls-like yang terhitung mudah, tentu saja dalam komparasinya dengan beberapa game Souls-like yang lain.
Ada beberapa alasan yang membuat kami mengambil kesimpulan ini. Pertama? Sama sekali tidak memiliki sistem berat yang akan mempengaruhi gerak cepatnya, jarak aksi evade yang bisa dieksekusi Wuchang terhitung cukup jauh jika dibandingkan dengan range serangan musuh yang ada. Walaupun tidak selalu bisa menghindari serangan yang dieksekusi beruntun, waktu rehat antara aksi evade pertama ke evade kedua juga terhitung singkat untuk membantu Anda membangun jarak jika dibutuhkan, tentu saja selama Anda memiliki stamina.
Kedua? Wuchang dengan jelas mengkategorikan musuh yang Anda hadapi ke dalam dua kelompok besar: manusia / humanoid dan monster. Musuh manusia, sekadar kroco ataupun boss, akan langsung membuka dua “kelemahan” yang bisa dieksploitasi: mereka rentan untuk aksi parry / deflect selama Anda memang memilih skill aktif alias Discipline untuk itu. Musuh manusia / humanoid juga selalu punya titik kelemahan di bagian punggung yang jika berhasil Anda eksekusi dengan serangan Heavy yang sudah dikumpulkan tenaganya, akan membuat posture mereka rusak seketika untuk dieksploitasi lebih lanjut dengan serangan critical yang mematikan. Sementara begitu jelas bahwa musuh yang Anda hadapi adalah monster? Maka evade sembari mencari celah serang akan jadi strategi terbaik.


Hampir sebagian besar aksesoris yang kami temukan, dari Benediction, Tempe, hingga sekadar pohon skill yang ada, jelas didesain untuk memfasilitasi satu gaya spesifik bermain dan memberikan ruang untuk memperkuat hal tersebut dengan optimal jika dibutuhkan. Sebagai contoh? Kami bermain dengan Longsword yang difokuskan untuk membangun efek Burn secepat dan seefektif mungkin. Kami menemukan ada banyak elemen build yang siap mendukung prioritas ini, dari membuat sang efek lebih cepat masuk dan terpicu hingga yang menyediakan ekstra damage misalnya, untuk musuh-musuh yang terbakar.
Kami juga merasa, walaupun tidak bisa dibilang selalu konsisten, bahwa jendela timing untuk melakukan evade atau deflect / parry di Wuchang: Fallen Feathers juga cukup bersahabat. Dipadupadankan dengan animasi serangan musuh yang jelas, dengan ancang-ancang yang sebagian besar diprediksi, Anda yang sudah veteran game Souls-like akan menikmati waktu Anda di sini. Sementara bagi gamer pendatang baru, akan ada sedikit rasa pedih dan frustrasi, namun kami juga cukup optimis Anda akan menikmati setiap tantangan yang dilemparkan kepada Anda.

