Review Wuchang – Fallen Feathers: Asyik Tapi Tak Istimewa!
Page 3

Review Wuchang – Fallen Feathers: Asyik Tapi Tak Istimewa!

Author picture
Author picture

Masih Game AA

Terlepas dari visual yang indah, Wuchang tetap akan menyeruakkan cita rasa game AA alih-alih AAA.

Terlepas dari indahnya visual dunia yang ia tawarkan, sensualitas Wuchang yang diekspresikan lewat desain pakaian, dan ragam pencapaian teknis lainnya, sulit rasanya untuk mengabaika begitu banyak elemen Wuchang yang masih mencitrakan kuat sensasi “AA” alih-alih “AAA” ala Black Myth: Wukong misalnya.

Salah satu hal yang paling signifikan adalah desain level. Walaupun ia berhasil menciptakan sebuah dunia yang berkesinambungan dari awal hingga akhir, dengan ekstra satu titik dimana cerita ikut mempengaruhi situasi di dalam level dan mengubah keseluruhan atmosfer dan monster yang ia tawarkan, Wuchang: Fallen Feathers datang dengan satu desain yang super menyebalkan. Mereka mengisi area terlarang yang tidak boleh Anda lewati atau turuni dengan tekstur yang mengecoh.

Jadi tidak seperti kebanyakan game Souls atau Souls-like yang cukup bijak untuk membuat area seperti ini dengan hanya ekstra jurang gelap atau membuatnya benar-benar jelas berada di dataran tinggi dan akan mengundang kematian jika dilompati, Wuchang: Fallen Feathers gagal mengkomunikasikan hal ini dengan baik dari sisi desain level itu sendiri.

Tidak jarang misalnya, Anda bertemu sebuah jalan di tengah hutan yang kebetulan memuat aliran sungai berbatu yang dangkal. Insting gamer manapun akan melihat hal tersebut dan menyimpulkan bahwa area ini adalah area yang bisa Anda turuni dan jelajahi untuk ekstra eksplorasi. Namun nyatanya? Ia ternyata adalah dead-zone yang akan membunuh Anda secara instan. Fakta bahwa sang sungai berbatu ini didesain dengan cukup detail, berada dalam jarak ketinggian yang rendah dengan jalan utama dan punya celah untuk dituruni misalnya, akan mengecoh gamer manapun. Situasi ini akan Anda temui beberapa kali selama mniukmati game ini.

Beberapa desain level bisa berujung mengecoh karena keputusan kreatif yang dipertanyakan.
Animasi serangan musuh juga terhitung terbatas sehingga menambah ekstra alasan mengapa kami menyebutnya sebagai Souls-like di spektrum yang lebih mudah.

Kualitas AA yang kami bicarakan ini juga kami simpulkan menjadi salah satu kontributor utama dari tingkat kesulitan lebih “mudah” yang kami bicarakan sebelumnya. Terlepas dari desain karakter boss yang keren misalnya, hampir sebagian besar dari mereka datang dengan animasi serangan yang terbatas. Tidak jarang Anda akan menemukan boss dengan bentuk menyeramkan yang setelah Anda lawan berujung hanya memiliki 4-5 set serangan dengan sekuens yang itu-itu saja, membuat mereka kian mudah untuk diprediksi dan dieksploitasi.

Inkonsistensi animasi juga masih jadi masalah yang dihadapi, walaupun punya kesempatan besar untuk dibenahi dengan patch di masa depan. Ada beberapa situasi dimana kami berhadapan dengan aksi evade di timing yang menurut kami tepat, berujung dihitung gagal untuk alasan yang tidak jelas. Banyak pula terjadi kasus ketika kami sudah memosisikan diri dengan sangat strategis untuk menghindari serangan musuh humanoid untuk ekstra serangan balasan ke punggung mereka yang justru diikuti dengan posisi serangan yang ternyata melenceng dari sudut yang sudah diarahkan. Ini membuat beberapa jalannya pertarungan menjadi sangat menjengkelkan karena inkonsistensi yang dimaksud.

Kombinasi-kombinasi ini, termasuk pertimbangan soal UI yang masih butuh disempurnakan dan disederhanakan, memang jelas membuat kesan game AA mengalir lebih kuat dari Wuchang: Fallen Feathers terlepas dari bentuk yang ia usung. Walaupun status tersebut tidak lantas mencederai upaya  kreatif yang hendak ia dorong.

Kesimpulan

Kami tetap merasa dan merkomendasikan Wuchang: Fallen Feathers untuk para gamer pencinta Souls-like. Walaupun tidak serta-merta sebegitu berbedanya hingga ia berujung istimewa, ini tetap game action RPG yang akan secara konsisten menguji resolusi dan kegigihan Anda, apalagi jika Anda gamer pendatang baru di genre yang satu ini. Keseruan puluhan jam yang siap untuk membuat Anda jatuh hati.

Kehadiran Wuchang: Fallen Feathers harus diakui kian kuat menancapkan bukti bahwa developer-developer China memang punya taji untuk meracik game-game konsol dan PC yang pantas untuk dinikmati. Secara garis besar, Wuchang memang tidak datang dengan sesuatu yang benar-benar istimewa namun untuk ukuran sebagai game Souls-like, namun  apa yang berusaha ia dorong dengan beberapa mekanik unik dan berbeda tetap berujung menghasilkan sebuah game action RPG yang asyik. Kami bahkan berharap bahwa sistem leveling yang lebih terasa seperti pohon skill ini diadopsi oleh lebih banyak game Souls di masa depan.

Namun sekali lagi, Wuchang: Fallen Feathers bukanlah yang game sempurna. Ada begitu banyak hal yang pantas dibicarakan, baik yang bisa mereka benahi via patch ataupun yang tidak. Kita tentu saja bicara soal kebingungan soal nama karakter-karakter berbasis China yang berseliweran cepat di setiap percakapan hingga inkonsistensi beberapa elemen gameplay, seperti sudut serangan kuat ke punggung musuh sehabis menghindar hingga desain level yang bisa berujung mengecoh. Walaupun ini masalah preferensi, jika dibandingkan dengan Black Myth Wukong misalnya, OST Wuchang gagal tampil memesona di telinga kami.

Walaupun demikian, kami tetap merasa dan merkomendasikan Wuchang: Fallen Feathers untuk para gamer pencinta Souls-like. Walaupun tidak serta-merta sebegitu berbedanya hingga ia berujung istimewa, ini tetap game action RPG yang akan secara konsisten menguji resolusi dan kegigihan Anda, apalagi jika Anda gamer pendatang baru di genre yang satu ini. Keseruan puluhan jam yang siap untuk membuat Anda jatuh hati.

Kelebihan

Tolonglah…
  • Desain pakaian kreatif yang didorong untuk menonjolkan sensualitas Wuchang
  • Desain beberapa level dan boss hadir dramatis dan memanjakan mata
  • Sistem level up yang mengingatkan Anda pada sistem Sphere Grid Final Fantasy X dan Souls
  • Sistem pengkategorian musuh yang sederhana: humanoid dan monster
  • Memberikan opsi bagi gamer yang lebih senang melakukan deflect / parry
  • Charm game kelas AA mengalir cukup kuat

Kekurangan

Oh iya, nama lu siapa bro tadi.. lupa..
  • Nama karakter China terlalu banyak dan berlalu cepat
  • OST kurang memenuhi ekspektasi
  • Desain level bisa berujung mengecoh
  • Inkonsistensi animasi seperti saat evade ataupun menyerang cepat setelah menghindar
  • Butuh tutorial yang lebih baik untuk beberapa mekanik ekstra
  • UI butuh diperjelas, terutama untuk informasi yang esensial

Direkomendasikan untuk gamer: yang mencintai Souls-like, menginginkan game dengan pendekatan kostum ala Stellar Blade

Tidak direkomendasikan untuk gamer: yang mudah frustrasi dengan game Souls-like, menginginkan game dengan mitologi Cina yang kuat dan mudah dipahami

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website