
Tidak lagi terelakkan, AI memang menjadi bagian yang tidak lagi terpisahkan dari industri game. Walaupun ia masih dilihat sebagai sesuatu yang negatif jika kita berbicara soal proses kreatif terkait konten di dalam game itu sendiri, banyak gamer yang sepertinya mulai lebih terbuka pada opsi implementasinya sebagai sekadar tool pembantu proses pengembangan. Namun ada sesuatu yang terhitung menarik baru saja terjadi di salah satu pelaku terbesar industri ini – Take Two Interative.
Ketika perusahaan lain berlomba-lomba untuk memperbesar dan mendorong divisi AI mereka atas nama efektivitas dan efisiensi, Take Two Interactive – induk perusahaan di balik Rockstar Games dan 2K Games juga berujung merampingkan tim AI mereka.
Informasi ini yang satu mengemuka lewat post kepala dari tim AI mereka sebelumnya – Luke Dicken lewat post yang ia lepas via LinkedIn. Dicken mengindikasikan bahwa keseluruhan tim AI yang sempat ia pimpin kini tidak lagi eksis walaupun tidak memberi banyak informasi soal berapa banyak orang yang terdampak.

Dicken menyebut bahwa selama tujuh tahun terakhir, tim-nya sudah membantu membangun teknolgi AI atas nama mendukung proses pengembangan game yang ada. Sayangnya, ia tidak mengungkapkan alasan mengapa tim AI ini berujung dibubarkan.
Seperti yang kita tahu, walaupun tidak serta-merta menolak, CEO Take Two – Strauss Zelnick memang punya sikap yang cukup kuat terkait implementasi AI dalam proses kreatif video game. Ia yakin bahwa AI sendiri tidak akan bisa meracik game seperti GTA VI yang rencananya meluncur di bulan November 2026 ini.
Apakah langkah ini menjadi pembuktian bahwa Take Two berencana sedikit menjauh dari AI? Ataukah perampingan tim ini sekadar masalah efisensi belaka? Kita tunggu saja implikasinya.

