
Pernahkah Anda menemukan sebuah kasus dimana nama sebuah game dikenal bukan karena kualitas atau komunitasnya, melainkan lewat kasus hukum yang harus ia hadapi sebelum ia bahkan rampung? Hal inilah yang terjadi dengan game racikan dari Tencent – Light of Motiram. Dengan tuduhan telah menjiplak seri Horizon dari Guerrilla Games, ia tengah bertarung melawan tuntutan hukum yang tengah dilakukan oleh Sony. Tuntutan hukum yang kini menyentuh titik baru.
Sebagai bagian dari negosiasi pemberian waktu tunda respon terhadap “Preliminary Injunction” yang mereka berikan kepada Tencent, Sony berhasil mengunci sedikit “kemenangan” atas Light of Motiram seperti yang dilaporkan oleh situs GamePost.
Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, Preliminary Injuction bisa disederhanakan sebagai upaya untuk menghentikan dan melarang pihak lainnya untuk menggunakan atau melakukan sesuatu sampai keputusan final pengadilan diambil. Inilah yang sempat diminta Sony di Oktober 2025 kemarin.
Atas nama pemberian waktu ekstra tersebut, Tencent setuju untuk melakukan tiga hal. Pertama, menghentikan sementara semua aksi promosi Light of Motiram selama proses penundaan “Injunction Motion” ini berlangsung.

Kedua, Tencent juga setuju untuk tidak mengadakan public testing Light of Motiram, juga selama penundaan “Injunction Motion” ini terjadi. Ketiga dan yang paling menarik? Tencent setuju juga untuk tidak mempercepat rilis Light of Motiram sebelum Q4 2027 mendatang.
Titik baru untuk kasus pertarungan antara Sony dan Tencent terkait Light of Motiram ini baru akan terjadi di pertengahan Januari 2026 mendatang ketika pengadilan akan memutuskan apakah permintaan Injunction dari Sony akan diterima atau ditolak.
Sony sendiri belum lama ini mengumumkan game MMORPG berbasis semesta Horizon bernama Horizon Steel Frontiers yang mereka racik bersama dengan NCSoft.
Bagaimana menurut Anda? Siapa yang menurut Anda akan memenangkan kasus ini?

