
Sebagai salah satu nama besar di industri game, Ubisoft memang tidak berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Puncaknya terjadi pada proses restukturisasi besar-besaran beberapa waktu lalu yang kini menyerahkan tanggung jawab pengembangan ke beragam Creative Houses. Di antara Creative House tersebut adalah Vantage Studios yang diminta untuk membawahi nama besar seperti Assassin’s Creed dan Far Cry dengan dukungan dana dari Tencent. Satu yang pasti, studio yang satu ini tengah sibuk luar biasa.
Setidaknya hal tersebutlah yang diindikasikan oleh CEO Ubisoft – Yves Guillemot dalam waawancara terbarunya dengan situs Variety,
Guillemot secara terbuka menyebut bahwa Vantage Studios saat ini tengah sibuk mengerjakan beberapa proyek di dalam pipeline pengembangan mereka. Seperti tanggung jawab yang sudah diserahkan sebelumnya, mereka saat ini tengah meracik beberapa seri baru Assassin’s Creed, termasuk sebuah proyek multiolayer di dalamnya. Ubisoft ingin Assassin’s Creed memiliki komunitas yang lebih besar setelah menembus angka 20 juta pemain tahun lalu.
Tidak hanya Assassin’s Creed, Vantage Studios juga tengah sibuk meracik dua buah game baru terkait Far Cry. Sayangnya, tidak seperti halnya saat membicarakan Assassin’s Creed, ia tidak berbagi banyak detail terkait kedua seri baru ini.

Rumor dan spekulasi yang tersebar di internet sendiri sudah sempat membicarakan soal dua game Far Cry ini sebelumnya. Walaupun tidak pernah dikonfirmasi secara resmi dan langsung oleh Ubisoft, proyeki ini diyakini adalah sebuah seri utama Far Cry dengan tema yang masih misterius dan sebuah game Far Cry spin-off yang difokuskan pada pengalaman multiplayer yang ada.
Ubisoft sendiri belum memberikan informasi soal jendela rilis resmi untuk setiap proyek ini, termasuk seri terbaru Assassin’s Creed – HEXE yang dipercaya merupakan proyek besar selanjutnya.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang terus menantikan kehadiran game Assassin’s Creed dan Far Cry terbaru ini?

