Strategi jual rugi memang sesuatu yang seringkali dilakukan oleh produsen konsol. Ide utamanya adalah memastikan konsol mereka diserap pasar secepat dan sebanyak mungkin sehingga ekstra kerugian tersebut akan bisa disulap menjadi keuntungan lewat biaya komisi 30% dari setiap game yang terjual di platform mereka. Inilah yang membuat banyak konsol bisa dijual di harga terjangkau terlepas dari spesifikasi yang diusung. Lantas, apa kabar Valve dan Steam Machine?
Pertanyaan soal harga ini memang mendominasi diskusi terkait Steam Machine yang diumumkan Valve minggu lalu. Ia akan jadi salah satu elemen terpenting yang akan menentukan apakah ia akan perangkat keras yang menarik atau tidak bagi sebagian besar gamer terlepas dari spesifikasinya yang diklaim setara atau lebih kuat daripada 70% PC Gaming saat ini.
Walaupun tidak digambarkan secara eksplisit, namun diskusi terkait harga yang hendak diusung ini sempat ditanyakan oleh Youtuber teknologi ternama – Linus Tech Tips dengan jawaban yang sayangnya, lebih mengundang lebih banyak energi pesimisme.
Apa pasal? Menanggapi pertanyaan tersebut, Valve secara terbuka dan tegas menyebut bahwa Steam Machine akan dijual dengan strategi harga PC dan bukannya konsol.
Mereka tidak berencana untuk menempuh strategi jual rugi ala konsol dengan harapan agar nantinya kerugian tersebut ditutup dengan komisi jual game di Steam. Walaupun demikian, Valve tetap berencana untuk membuat harga Steam Machine tetap kompetitif di dalam lingkup strategi ini.

Valve sendiri masih belum angkat bicara soal kira-kira kapan harga Steam Machine akan diumumkan. Mesin yang kabarnya akan mampu menjalankan game di 4K60fps dengan teknologi AMD FSR dan upscaling ini rencananya akan meluncur di kuartal 2026 mendatang.
Bagaimana menurut Anda situasi yang satu ini?

