
Sebutkan satu nama developer atau publisher di Indonesia paling populer saat ini? Maka sebagian besar dari Anda tentu akan menjawab Toge Productions. Developer lokal yang namanya melejit lewat proyek fantastis seperti Coffee Talk dan A Space for the Unbound ini memang memiliki tidak hanya portofolio yang menarik saja, tetapi juga didukung oleh talenta tim kreatif yang pantas untuk dirayakan. Sayangnya, kita berpotensi kehilangan peran mereka di industri game lokal.
Apa pasal? Terlepas dari status mereka sebagai salah satu ujung tombak industri game Nusantara, Toge Productions kembali harus berhadapan dengan situasi yang tidak mengenakkan dari pemerintah kita sendiri.
Setidaknya hal tersebutlah yang disampaikan oleh sang boss besar – Kris Antoni via akun sosial media pribadinya. Kris menyebut bahwa perusahaan yang ia bina ini baru saja berhadapan dengan sebuah ketentuan pajak yang menurutnya tidak rasional untuk dipenuhi.
Apabila ada studio game yg tiba2 ditodong kurang bayar dengan alasan biaya gaji karyawan selama development wajib diamortisasi, padahal kalian tidak pernah melakukan atau memenuhi syarat untuk mengajukan kapitalisasi biaya development, jangan mau.
— Kris Antoni – Toge Productions (@kerissakti) February 25, 2026
Oleh karena itu, sebagai sebuah bentuk rasa frustrasi, Kris mengungkapkan wacana yang ia sebut semakin mantap – untuk memindahkan Toge Productions keluar dari Indonesia. Dengannya, ia tentu berharap bahwa Toge Productions tentu tidak lagi perlu berhadapan dengan masalah-masalah yang datang dari pemerintahan, yang sudah pasti menguras energi, waktu, dan tenaga yang seharusnya diarahkan ke proses kreatif.
Pemerintah Indonesia, khususnya Dirjen Pajak sendiri belum angkat bicara soal masalah yang kian ramai diperbincangkan di sosial media ini.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

