
Sebuah kenaikan harga yang fantastis, ini adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan soal situasi Steam Deck OLED yang meluncur beberapa hari yang lalu. Bahwa atas nama alasan situasi dunia dan kenaikan harga komponen, Valve sampai harus menaikkan harga sampai USD 300 untuk varian 1TB.
Kenaikan harga signifikan ini juga memicu kekhawatiran soal harga Steam Machine yang sempat digadang akan jadi mesin PC gaming yang terjangkau. Siapa yang mengira di tengah situasi ini, boss Epic Games berupaya menyulut api yang lebih besar.
Seolah tidak ingin membiarkan “drama” kenaikan harga ini berlalu begitu saja, boss besar Epic Games – Tim Sweeney secara terbuka menyinggung kebijkan kenaikan harga Steam Deck OLED.
Sweeney menyiratkan bahwa alih-alih karena kenaikan harga komponen, melonjaknya harga Steam Deck OLED sebenarnya terjadi untuk memastikan boss besar Valve – Gabe Newell bisa bersenang-senang dengan kapal raksasa bernilai ratusan juta USD-nya – Leviathan.
Namun menariknya alih-alih dukungan, komentar Tim Sweeney ini justru memancing lebih banyak kritik dan olokan dari para gamer di Twitter. Sebagian besar meyakini bahwa Sweeney sama sekali tidak punya hak untuk menyinggung Gabe Newell jika berkaca pada dirinya sendiri.
Everyone’s being too harsh here. There has been a significant rise in the cost of components that Steam customer spending ultimately funds, and economic trends have created severe disruptions in the component parts supply chain for megayachts. pic.twitter.com/w8iHVdSatK
— Tim Sweeney (@TimSweeneyEpic) May 28, 2026
Epic Games dianggap justru lebih buruk setelah merumahkan ribuan karyawannya akibat situasi ekonomi sekarang terlepas dari angka keuntungan yang tercatat tinggi. Tidak hanya itu saja, dukungan Sweeney terhadap AI dilihat sebagai salah satu alasan mengapa harga Steam Deck OLED harus naik. Fakta bahwa Gabe Newell tidak pernah memecat karyawannya hingga saat ini dilihat sebagai justifikasi yang pantas untuk kenaikan harga Steam Deck OLED.
Gabe Newell sendiri belum memberikan komentar resmi apapun terkait komentar Tim Sweeney dari Epic Games ini.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

