
Mata industri game saat ini memang tengah mengarah tajam ke satu nama sosok – Asha Sharma. Sebuah situasi yang sangat bisa dimengert mengingat nama yang dulunya memimpi divisi CoreAI Microsoft ini tiba-tiba diminta untuk memimpin divisi Microsoft Gaming dan Xbox yang harus diakui, tidak berada dalam situasi yang terbaik.
Pernyataan perdana Asha Sharma sendiri sempat menyentuh topik AI yang ia tegaskan tidak akan lantas dipaksa untuk diintegrasikan dengan resiko untuk melahirkan lebih banyak AI Slop. Kini, Asha harus berjuang kembali untuk mempertahankan kredibilitasnya.
Karena seperti yang kita tahu, fakta bahwa ia menggantikan posisi seorang ikon sekelas Phil Spencer saja sudah cukup untuk membuat banyak gamer berujung tidak hanya penasaran, akan tetapi juga skeptis dengan pengetahuan dan pemahaman seorang Asha Sharma pada dunia gaming.
Sayangnya, pernyataan terbarunya sepertinya justru berujung memperkuat stigma tersebut. Dalam post sosial media pribadinya – Asha Sharma mengaku secara terbuka bahwa ia memang bukan seorang gamer kawakan. Ia bahkan baru meracik GamerTag-nya sendiri setelah sebelumnya menggunakan gamertag bersama dengan keluarganya.
Namun Sharma menegaskan satu hal – bahwa ia tidak akan berpura-pura. Ia tahu bahwa memalsukan dirinya sebagai seorang gamer veteran atas nama membangun citra di hadapan gamer Xbox justru akan menghasilkan konsekuensi yang buruk.
I agree. Faking would be a terrible idea and wouldn’t work. I also didn't expect my gamertag to blowup and the reality is more boring. I created it recently to learn and understand this world. I’ve played with my family, and it’s a shared home account across devices (which you…
— Asha (@asha_shar) February 24, 2026
Walaupun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk membangun Xbox menjadi ekosistem gaming terbaik, lebih kuat, dan meluncurkan game-game yang keren. Di kesempatan yang sama, Sharma juga memastikan bahwa ia menangani sendiri akun sosial medianya dan tidak mendelegasikannya ke divisi PR Microsoft.
Gamer-gamer sendiri merespon cukup positif respon yang terasa begitu lugas dan jujur dari boss baru Xbox ini. Beberapa memperingatkannya soal betapa berpotensi untuk kejam dan brutalnya komunitas gaming di sosial media, terutama di X.
Bagaimana dengan Anda? Optimis dengan kepemimpinan Asha Sharma ini?

