
Jika Anda termasuk gamer Indonesia yang aktif di sosial media selama setidaknya 48 jam terakhir sebelum berita ini ditulis, maka Anda sepertinya tidak akan asing lagi dengan kontroversi mengenai sistem rating umur untuk video game milik Nusantara – IGRS.
Kontroversi ini bermula dari dimulainya implementasi pergantian Steam rating menjadi rating IGRS untuk gamer-gamer di wilayah Indonesia. Penerjemahan sistem rating yang terjadi secara otomatis tersebut dengan juga potensi pengisian rating langsung dari publisher dengan sistem self-assessment ini memang jelas bermasalah. Kata yang tepat untuk mendefinisikannya? Berantakan. Sangat berantakan.
Setelah implementasi rating ini terjadi, hampir sebagian besar game yang Anda temui, baik dari ranah indie ataupun AAA, berujung memiliki rating IGRS yang terasa keliru. Game dengan konten dewasa justru mendapatkan rating umur “3+”, sementara game-game dengan tema ringan yang terlihat tidak bermasalah justru berujung mendapatkan rating “18+” hingga Refused Classification alias “RC”.
Dari semua pengkategorian tersebut, game-game dengan rating RC ini lah yang paling ditakutkan dan dikeluhkan. Bukan hanya karena ia berujung menempel pada game-game favorit sejuta umat seperti Persona 5 dan Expedition 33 saja yang notabene terasa “aman” saja, ia juga menjangkiti banyak game lainnya tanpa penjelasan yang ideal soal apa yang mendasari keputusan pemberian rating tersebut.
Situasi ini diperburuk dengan potensi bahwa game-game ini bisa saja berujung ditarik dari Steam region Indonesia jika tidak kunjung mendapatkan atau diperbolehkan memiliki sistem rating IGRS.

Dengan luapan kemarahan yang jelas tercermin di internet, terutama lewat ragam situs sosial media, IGRS pun sempat hadir dengan pernyataan resmi untuk menenangkan narasi yang sudah berkembang di publik. IGRS menyebut bahwa begitu banyaknya sistem rating yang keliru terjadi karena integrasi sistem antara rating Steam dan IGRS yang masih belum berjalan dengan semestinya.
Bersama dengan pernyataan tersebut, IGRS sepertinya mengambil keputusan cukup bijak untuk menarik diri lebih dahulu dari Steam hingga permasalahan ini tuntas. Pada saat berita ini ditulis, 6 April 2026 pukul 09:00 pagi, IGRS resmi “menghilang” dari Steam. Hampir semua game yang sempat ditempeli IGRS kini kembali memamerkan rating umur badan resmi dari region lain seperti ESRB ataupun PEGI.
Tidak ada komentar resmi soal situasi ini dari IGRS langsung atau seberapa lama penarikan ini hingga ia akan diimplementasikan lagi di masa depan. Terlepas dari harapan besar gamer Indonesia, kecil kemungkinan penarikan ini akan bersifat permanen.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

