Preview Assassin’s Creed Black Flag Resynced: Sang Bendera Hitam Berkibar Kembali!

Preview Assassin’s Creed Black Flag Resynced: Sang Bendera Hitam Berkibar Kembali!

Author picture
Author picture

Menyebutnya sebagai salah satu game Assassin’s Creed terbaik yang pernah lahir di industri game mungkin masih akan memicu beragam perdebatan dari komunitas. Namun begitu Anda menganugerahkan mahkota game bajak laut terbaik? Kami yakin hampir sebagian besar gamer akan mengangguk setuju, terlepas dari apakah mereka secara setia mengikuti seri Assassin’s Creed atau tidak. Apa yang ditawarkan Ubisoft di seri original Assassin’s Creed Black Flag memang terhitung istimewa. Sebuah keajaiban yang berusaha mereka ulangi dengan sang proyek remake – Assassin’s Creed Black Flag Resynced.

Sudah menjadi rumor selama setidaknya dua tahun terakhir, konfirmasi eksistensi Assassin’s Creed Resynced tentu saja membuat begitu banyak gamer penasaran. Apalagi ia kabarnya dengan iterasi Anvil Engine yang sama dengan apa yang disuntikkan Ubisoft di Assassin’s Creed Shadows yang memang secara visual memesona. Tidak hanya itu saja, selayaknya proyek remake pada umumnya, Ubisoft juga menyiapkan serangkaian proses modernisasi ekstra dari tambahan QOL, fitur, mekanik, hingga tambahan cerita.

Berkat undangan Ubisoft Singapore yang memang bertanggung jawab untuk proses remake ini, kami berkesempatan untuk menjajal lebih awal apa yang hendak ditawarkan oleh Assassin’s Creed Black Flag Resynced. Dalam sesi gameplay hingga 4 jam yang dibagi ke dalam porsi khusus yang memang didesain untuk sesi preview ini, kami mendapatkan gambaran soal apa yang hendak didorong Ubisoft dengannya.

Lantas, seperti apa impresi yang berujung ia tawarkan? Mengapa kami menyebut game ini sebagai seri yang akan membawa sang bendera hitam berkibar kembali? Preview ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Anvil Engine yang Kian Istimewa

Seperti apa yang sudah mereka buktikan di Assassin’s Creed Shadows, Anvil Engine juga memperlihatkan tajinya di Assassin’s Creed Black Flag Resynced ini.

Apa yang berhasil dilakukan Ubisoft dengan engine proprietary andalan mereka – Anvil Engine di Assassin’s Creed Shadows memang mengagumkan. Hingga di titik ini, pada saat preview ini kami tulis, Assassin’s Creed Shadows masih menjadi salah satu game Playstation 5 versi standar dengan visual terbaik yang pernah kami cicipi. Apa yang berhasil ditawarkan Ubisoft dengan game tersebut, baik dari kualitas tata cahaya yang dramatis, desain dunia, hingga beragam efek kecil yang ia usung membuat mata kami termanjakan.

Sayangnya, sesi preview kami tidak menggunakan Playstation 5 non-pro yang sejujurnya menjadi platform yang paling membuat kami penasaran. Untuk sesi ini, Ubisoft mengeluarkan PC terkuat dant terbaik mereka untuk menjalankan Assassin’s Creed Black Flag Resynced dengan kualitas visual yang paling maksimal. Maka hasilnya sepertinyan bisa Anda prediksi.

Keputusan Ubisoft untuk membuat Resynced hadir sebagai proyek remake alih-alih sekadar remaster berujung terbayar manis. Walaupun menawarkan atmosfer yang jauh berbeda dengan Shadows yang penuh dengan arstitektur kompleks dan dedaunan yang gugur, apa yang ditawarkan Ubisoft dengan cerahnya laut Karibia dan pohon kelapa yang tumbuh di beragam sudut di Resynced berujung tidak kalah memesona. Sebagai game yang akan membawa Anda mengarungi lautan luas, jelas bahwa gerak ombak yang Anda temui di sini, termasuk ketika hantaman ujung kapal Anda saat bergerak cepat terjadi, akan terasa jauh lebih baik dari versi originalnya.

Namun apresiasi tertinggi kami sepertinya pantas untuk diarahkan untuk model karakter yang kini bisa disejajarkan dengan trailer sinematik seri originalnya belasan tahun yang lalu atau sekadar game-game rilis modern terkini. Wajah sang protagonis utama – Edward Kenway dan setiap karakter yang ia temui, terutama companion yang punya peran penting dalam cerita, kini hadir dengan detail yang lebih baik. Kami juga mencintai bagaimana Anvil kini mampu memotret material pakaian yang dikenakan Edward dengan jauh lebih baik hingga Anda jelas bisa membedakan mana bagian yang diracik dengan kulit dan mana yang hadir dari bahan kain.

Detail wajah di seri remake ini kian mendekati versi trailer sinematik seri originalnya belasan tahun yang lalu.

Anda juga bisa mengantisipasi Havana yang kini juga hadir dengan “penampilan” yang jauh lebih detail. Hampir sebagian besar bangunan misalnya, dibangun ulang dengan menawarkan tidak hanya tekstur yang lebih baik, tetapi juga tambahan objek di sana-sini untuk mencitrakan kota masa lampau di kota Karibia yang sibuk. Ia jelas panas dan kotor, namun di saat yang sama, hidup. Sisanya? Ragam-ragam pencapaian teknis kecil seperti genangan air yang kini akan terbentuk dan tertinggal di kota selepas hujan deras. Genangan-genangan ini juga akan perlahan mengering jika panas tiba.

Walaupun sebagian besar “modernisasi” yang ditawarkan Assassin’s Creed Black Flag bersifat kosmetik, namun ia juga datang dengan tambahan fitur yang juga berujung menambah ekstra lapisan desain level di atasnya. Benar sekali, tidak lagi hanya terbatas di Diving Bell semata, Edward kini memiliki kemampuan untuk menyelam di ragam badan air manapun. Ini berarti Ubisoft akan menyuntikkan ekstra desain level tambahan jika badan air tersebut dangkal dan rasional untuk dieksplorasi. Berupaya menyelam di tengah laut luas atas nama iseng? Yang akan terjadi hanyalah ekstra pemicu untuk Anda yang mengidap Thalassophobia.

Maka seperti selayaknya sebuah game remake, Assassin’s Creed Black Flag Resynced memang terlihat memukau. Implementasi teknologi Anvil Engine terkini memungkinkan mereka untuk melakukan ragam hal yang tidak bisa ditawarkan oleh seri originalnya belasan tahun yang lalu. Semuanya dikombinasi untuk membuat aksi Anda sebagai seorang bajak laut dan sebagai seorang Assassin kini ditemani oleh atmosfer yang lebih tepat dan kuat, dari laut yang ganas di lautan saat badai hingga rerumputan yang ikut bergerak pada saat Anda mengendap.

Sayangnya, tidak ada tambahan Sea Shanties berbahasa Indonesia ala Skull & Bones.

Selain visual, Assassin’s Creed Black Flag Resynced tentu saja juga mendapatkan penyempurnaan dari sisi audio yang kini mendukung Spatial Audio untuk sensasi lebih imersif jika Anda memiliki perangkat pendukung. Ubisoft juga menjanjikan ekstra tambahan Sea Shanties alias nyanyian berlayar yang baru, namun sayangnya terkonfirmasi tidak akan menghadirkan ekstra lagu berbahasa Indonesia yang sempat dipopulerkan Skull & Bones. Rasa kecewa ini sedikit terobati dengan kepastian bahwa setidaknya satu di antara semua lagu baru tersebut akan difokuskan untuk menawarkan cerita soal region Asia Tenggara.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website