Review Mixtape: Mahakarya Kisah Remaja!

Review Mixtape: Mahakarya Kisah Remaja!

Author picture
Author picture

Video game memang bukan lagi sekadar permainan digital interaktif yang didesain untuk sekadar bersenang-senang. Di tangah beberapa kreatif, ia diposisikan sebagai sebuah media seni dengan fungsi yang lebih, terutama untuk menyampaikan sebuah kisah yang bermakna di dalamnya. Kita bicara soal sebuah cerita yang memang hanya bisa dinikmati secara interaktif, dimana keterlibatan gamer secara langsung menjadi salah satu elemen mengapa ia begitu efektif dan memesona. Hal inilah yang sejak awal hendak ditawarkan oleh Beethoven and Dinosaur dan Annapurna Interactive dengan Mixtape.

Langsung memancing perhatian banyak gamer berkat pendekatan visualnya yang unik, lengkap dengan pendekatan animasi ala film animasi Spider-Man yang unik. Kombinasi warna cerah seolah cocok menemani kisah remaja yang hendak ia usung. Sayangnya, karena penundaan rilis yang sempat terjadi, ada kekhawatiran bahwa Mixtape tidak akan cukup kuat dan efektif untuk mengantarkan cerita dan pesan yang sudah mereka rencanakan. Untungnya,sang rilis versi final menjadi bukti kreativitas tiada tara yang pantas untuk dirayakan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Mixtape? Mengapa kami menyebutnya sebagai mahakarya kisah remaja? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Kisah berfokus pada hari perpisahan tiga sekawan: Slater, Rockford, dan Cassandra.

Mixtape sendiri menceritakan kisah persahabatan antara tiga orang: Rockford, Cassandra, dan Slater yang sempat menikmati masa sekolah bersama. Ketiga juga punya kepribadian yang sangat berbeda.

Namun seperti semua remaja di dunia, ketiganya mau tidak mau berhadapan dengan situasi yang mulai menguji langkah pertama mereka menuju kedewasaan. Adalah Rockford yang bisa diposisikan sebagai karakter utama di kisah ini yang mengambil langkah itu lebih dulu. Mimpinya untuk menjadi seorang Music Supervisor membuatnya harus berpindah kota dan menguji peruntungannya di sana, meninggalkan dua temannya – Cassandra dan Slater.

Mimpi Rockford untuk menjadi seorang Music Supervisor membuatnya harus pergi dari kampung halaman, meninggalkan kedua temannya yang lain.
Tidak ingin membiarkan harinya berlalu begitu saja, Rockford bahkan sudah menyusun mixtape alias barisan lagu OST untuk menemani hari terakhir ini.

Menolak untuk mengucapkan selamat tinggal begitu saja, ketiganya menginginkan sebuah hari penuh makna, kegilaan, dan perayaan untuk menandai perpisahan ini. Rockford sendiri bahkan sudah menyusun dengan pasti rencana-rencana apa yang mereka temui dan soundtrack lagu apa saja yang kira-kira cocok untuk menemani setiap petualangan kecil ini. Tentu saja, Anda juga akan disuguhkan dengan kepingan cerita masa lalu yang sempat dihadapi oleh ketiga sahabat ini.

Lantas, bagaimana hari perpisahan Rockford, Cass, dan Slater akan berakhir? Apa saja yang perlu mereka persiapkan untuk membuat hari terakhir tersebut berkesan dan istimewa? Seperti apa pula kisah hidup ketiga karakter ini? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Mixtape ini.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website