
Manusia-manusia dengan “level budaya” yang tinggi sepertinya tidak akan asing lagi dengan nama studio asal Jepang – Qureate. Benar sekali, mereka merupakan developer di balik game-game yang jelas menjual sensualitas tinggi, terutama dari konsep dan desain karakter wanita yang ia usung. Selain game sepakbola dengan kehancuran kostum – Fantasista Asuka, mereka juga baru saja merilis Bunny Garden 2 yang mendapatkan resepsi positif. Satu kesamaan di game yang mereka racik? Karakter wanita yang mereka usung selalu berdada besar.
Desain yang satu ini mereka pertahankan di semua rilis platform walaupun seringkali harus melewati beberapa penyesuaian kostum saat dilepas di Nintendo Switch misalnya. Dalam wawancara dengan GameSpark, sang CEO Qureate -Yuji Usuda ternyata punya alasan yang kuat mengapa desain karakter wanita mereka selalu mengusung proporsi tubuh yang serupa.
Menariknya? Alasan ini cukup rasional dan tidak sekadar didasarkan pada keinginan untuk memenuhi hasrat gamer yang sebagian besar pria saja. Usuda menyebut bahwa keputusan untuk meracik karakter wanita dengan dada yang “rata” justru akan menghasilkan resiko yang lebih tinggi untuk mereka.

Apa pasal? Karena di tengah kondisi pasar yang begitu sensitif saat ini, karakter-karakter wanita dengan dada yang kecil justru mudah untuk dituduh dan dinarasikan sebagai karakter wanita di bawah umur, yang tentu akan membuat keseluruhan produk menjadi lebih riskan untuk dilarang rilis. Situasi ini justru akan membuat kerja keras mereka menjadi sia-sia. Oleh karena itu, lebih aman jika mereka meracik hanya karakter wanita berdada besar yang sudah pasti diasumsikan sebagai karakter wanita di atas batas umur.
Dengan logika seperti ini, sepertinya aman untuk berasumsi bahwa seperti apapun game sensual yang akan dilepas Qureate di masa depan, kita akan bertemu dengan pendekatan desain karakter yang akan berfokus pada satu hal yang sama.
Bagaimana menurut Anda soal logika yang satu ini?

