
Pengaruh kehadiran industri AI untuk industri video game saat ini memang signifikan. Di luar terbantunya developer untuk urusan kerja belakang layar atas nama efisiensi, AI juga berkontribusi pada peningkatan harga yang membuat hobi ini kian mahal. Benar sekali, kebutuhan RAM dan storage untuk membangun data center di ragam belahan dunia menjadi penyebab meningkatnya harga-harga konsol terlepas dari usia mereka yang kian menua. Berita buruknya? Masa depan juga tidak akan secerah yang kita bayangkan.
Setelah peringatan yang disampaikan Microsoft bagaimana harga memory bisa mencapai kenaikan dua kali lipat di musim gugur 2027 mendatang via argumentasinya menaikkan harga Xbox Series minggu lalu, kini Lenovo juga menyuarakan sentimen yang sama.
Hal tersebut disampaikann oleh Lenovo di event ISC 2026 dimana ia membicarakan soal pergerakan harga memory itu sendiri. Lenovo secara gamblang menyebut bahwa mustahil bagi harga memory untuk turun ke level “normal”, yakni di tingkat harga sebelum awal tahun 2025 yang lalu.

Pernyataan ini kemudian mendapatkan klarifikasi lebih lanjut bahwa kata “mustahil” yang ia ambil saat ini merupakan prediksi untuk setidaknya 5 tahun ke depan. Bahwa terlepas dari rencana untuk terus meningkatkan produksi dari ragam pihak, ia percaya harga memory akan bertahan di level normal yang baru, yang tentu saja jauh lebih tinggi dibandingkan level “normal” sebelum awal 2025.
Pernyataan ini tentu saja menimbulkan lebih banyak kekhawatiran dan ketakutan bagi banyak konsumen, tidak hanya di industri game saja, tetapi juga industri teknologi yang membutuhkan RAM seperti perangkat mobile, laptop, dan PC. Bahwa sejatinya, harga super tinggi yang kita hadapi sekarang menurut Lenovo, bisa jadi akan jadi standar harga normal yang baru.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

