
Dengan teaser perdana yang terhitung menggoda berkat pendekatan visual dan tema yang ia usung, tidak mengherankan jika banyak gamer yang menunggu kiprah Game Freak di Beast of Reincarnation. Walaupun ini bukan proyek perdana mereka di luar Pokemon, namun ia jadi yang pertama memaksimalkan Unreal Engine 5 dengan pendekatan visual modern. Sayangnya, hasil akhirnya justru tidak sesuai harapan.
Bahwa alih-alih bisa disandingkan dengan game modern, ada begitu banyak aspek Beast of Reincarnation yang berujung terlihat kasar dan tidak optimal. Keluhan-keluhan yang berujung diakui oleh Game Freak itu sendiri.
Dalam waawncara terbarunya dengan 4Gamer (via Automaton), Game Director – Kota Furushima secara terbuka mengungkapkan permintaan maafnya bahwa ada beberapa bagian di dalam Beast of Reincarnation yang gagal menawarkan pengalaman bermain yang menyenangkan. Ia mengakui bahwa area-area ini memang butuh lebih banyak perhatian.

Walaupun demikian, ia juga merayakan fakta bahwa elemen sistem pertarungan yang mereka usung via kolaborasi antara karakter Emma dan anjing companionnya – Koo diterima baik oleh gamer. Ia juga mengaku mendapatkan feedback yang positif soal atmosfer sang game yang menawarkan suasana dunia post-apocalyptic yang disukai fans.
Furushima berjanji akan terus membenahi dan menyempurnakan Beast of Reincarnation yang belum lama ini memang mendapatkan suntikan patch teranyar yang memperbaiki beberapa aspek yang sempat dikeluhkan.
Bagaimana dengan Anda? Sudah terjun ke game action RPG yang satu ini?

