Dev. Atelier Mengaku Tak Lagi Bisa Sekadar Jual Desain Karakter Karena Popularitas Game Gacha

Dev. Atelier Mengaku Tak Lagi Bisa Sekadar Jual Desain Karakter Karena Popularitas Game Gacha

Author picture
Author picture

Atelier di masa lalu memang merupakan salah satu franchise JRPG yang terhitung “niche”. Walaupun terus eksis lewat seri baru, ia tidak pernah mencapai posisi yang sama dengan seri Final Fantasy dari Square Enix atau Tales dari Bandai Namco misalnya. Namun segala sesuatunya berubah ketika Gust dan Koei Tecmo memperkenalkan Atelier Ryza kepada dunia. Desain super montok yang diusung karakter ini menyihir hati banyak gamer dan melambungkan popularitas keseluruhan Atelier. Namun Gust sendiri mengaku bahwa era untuk menjual sekadar desain karakter sudah berlalu. Alasannya? Game gacha.

Hal tersebut disampaikan oleh produser Atelier Karia – Junzo Hosoi dalam wawancara terbarunya dengan situas Automaton. Hosoi secara gamblang menyebut bahwa game JRPG saat ini tidak lagi bisa memenangkan persaingan hanya karena sisi visual saja, terutama karena popularitas game gacha.

Apa pasal? Hosoi menyebut bahwa sebagian besar game gacha saat ini, seperti Genshin Impact misalnya, menjadi karakter-karakter berpenampilan menarik sebagai salah satu daya tarik utama. Posisi mereka sebagai game live-service juga memungkinkan developer game-game ini untuk terus mengambil resiko dan meracik karakter-karakter yang memiliki desain lebih niche dan menonjol.

Oleh karena itu, dengan kekuatan marketing yang juga tidak kalah kuat, game-game gacha ini akan lebih mudah untuk menangkap perhatian gamer dalam skala lebih luas karena urusan desain karakter ini. Situasi ini membuat desain karakter yang keren dan memanjakan mata menjadi sesuatu yang lumrah dan tumbuh menjadi hal yang selalu diantisipasi gamer.

Gust menyebut bahwa popularitas game gacha membuat mereka tidak lagi bisa sekadar menjual desain karakter di Atelier.

Situasi ini membuat Gust harus mencari cara lain untuk membuat Atelier lebih menarik, terutama lewat statusnya sebagai sebuah game berbayar penuh. Mereka yakin ada aspek gameplay di game berbayar yang tidak akan bisa ditawarkan oleh game live-service gratis di mobile. Salah satunya ia sebut adalah kesempatan untuk menawarkan pengalaman bermain yang lebih dinamis dan terus berevolusi di sepanjang permainan. Namun ia juga menegaskan bahwa ini bukan berarti Gust tidak lagi memerdulikan sisi visual Atelier.

Atelier Karia: The Night Kingdom & the Guide of Memories sendiri rencananya akan dirilis di awal tahun 2027 mendatang untuk Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC.

Bagaimana dengan Anda? Setuju dengan pernyataan dari Gust ini?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website