
Tidak ada lagi kata yang lebih menyeramkan selain kata “sensor” saat kita bicara soal game-game gacha di pasaran, apalagi jika game tersebut sudah menetapkan identitasnya sebagai game gooner.
Untuk Anda yang tidak familar, istilah ini digunakan untuk menjelaskan game gacha yang menawarkan desain karakter dengan tingkat sensualitas tinggi, baik dari desain tubuh atau pakaian yang ia kenakan. Namun siapa yang menyangka bahwa status ini ternyata juga sudah menempel dengan game gacha open-world terbaru dari Hotta Studio – NTE alias Neverness to Everness.
Kejadian ini melibatkan sang karakter baru – Shinku yang memang tersedia terlebih dahulu di server China sebelum akan masuk dalam banner global minggu ini. Akar permasalahannya? Percaya atau tidak, celana dalam.
Hal tersebut terjadi di salah satu kostum Shinku bertajuk “The Student of Terrasea” milik Shinku yang tiba-tiba mengubah pondasi celana dalam sang karakter menjadi celana pendek yang lebih sopan. Desain yang satu ini dianggap Hotta terasa lebih cocok dengan keseluruhan tema yang ada. Namun seperti yang bisa diprediksi, perubahan ini tidak diterima oleh fans NTE sama sekali.
Dengan gelombang kritik yang mengemuka, tidak butuh waktu lama hingga Hotta Studio akhirmya angkat tangan dan menyerah. Hanya dalam 12 jam sejak komplain meluncur, bagian “penting” Shinku tersebut berubah menjadi celana dalam yang membuat keseluruhan desain terlihat lebih sensual. Desain akhir ini jugalah yang akan diterima oleh gamer global ketika update 1.2 meluncur minggu ini.
Devs Changed Shinku's Pantsu Texture Within Just 12 Hours of Players Complaining in NTE 1.2 !!#NTE #Nevernesstoeverness pic.twitter.com/gq877SiNzb
— Kaito (@iKaito_1) July 3, 2026
Neverness to Everness (NTE) sendiri saat ini tersedia untuk Playstation 5, perangkat mobile berbasis Android dan iOS. serta tentu saja – PC.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini? Apakah Anda termasuk gamer yang aktif memainkan NTE karena desain karakternya?

