
Ketika Steam dan Epic Games Store terus bersaing untuk merebut hati gamer PC dengan dukungan fitur, diskon, hingga aksi bagi game gratis, platform PC gaming yang lain – GOG memang punya pendekatan yang berbeda. Tidak lagi seperti saat ia petama kali diluncurkan dimana mereka hendak “merebut” pangsa pasar yang sama, GOG kini lebih dikenal sebagai rumah untuk dua hal: game-game PC tanpa DRM dan juga preservasi game-game lawas. Berita baiknya? Ia kini datang dengan fitur yang akan membahagiakan gamer Indonesia – Rupiah.
Jika Anda termasuk gamer yang memang mencari platform tanpa DRM yang tetap melekat pada Steam dan kebetulan butuh untuk membelinya di harga Rupiah, maka GOG akhirnya datang menawarkan hal tersebut.
Bahwa setelah penantian yang lama, GOG akhirnya menyuntikkan dukungan untuk mata uang negara kita tercinta – Rupiah. Ini berarti, Anda kini bisa dengan mudah untuk menilai apakah sebuah game terlalu mahal atau bahkan murah untuk dompet Anda, apalagi ketika dibandingkan dengan platform kompetitor – Steam.
Sayangnya, dari pantuan kami, implementasi ini masih bisa terbilang kurang optimal. Pertama, ia tidak didukung dengan kemudahan sistem pembayaran yang belum mengintegrasikan sistem pembayaran dari Indonesia. Pada saat berita ini ditulis, metode pembayaran paling mudah masih menggunakan Google Pay.

Yang kedua? Ia tidak lantas menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan Steam. Untuk kasus game RPG terbaru racikan Rebel Wolves – The Blood of Dawnwalker misalnya, ia ditawarkan di atas harga yang disediakan oleh Steam. Tidak ada detail apakah ini adalah kesalahan teknis semata atau memang sesuatu yang sudah tepat adanya menurut Bandai Namco sebagai publisher.
Beberapa pihak juga sempat melaporkan masalah teknis dimana harga Rupah ini terkadang masih otomatis terkonversi menjadi mata uang lain, yang kemudian membuat harga si game melompat jauh tinggi hingga tidak lagi rasional.
GOG sendiri belum angkat bicara soal apakah ada rencana atau tidak untuk mengimplementasikan lebih banyak sistem pembayaran yang lebih bersahabat untuk gamer-gamer Indonesia nantinya atau tidak.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang sempat berbelanja di GOG?

