
Tidak banyak judul game RPG di luar sana yang mampu menawarkan sensasi yang serupa dengan aksi berpetualang yang sesungguhnya. Menyelami sebuah dunia yang tidak pernah Anda kenal sebelumnya, menemukan beragam kejutan baik yang manis, pahit, hingga yang membahayakan, dan kemudian menikmati proses tumbuhnya karakter Anda baik dari sisi cerita hingga ragam kekuatan yang bisa diakses. Situasi inilah yang membuat Dragon’s Dogma 2 terasa begitu istimewa.
Judul yang masih terhitung “niche” dibandingkan dengan game Capcom yang lain ini memang tidak bisa dibilang sempurna, terutama di periode awal rilis. Namun bersama dengan komitmen yang mereka unjuk, seri yang juga dibangun menggunakan RE Engine ini perlahan tapi pasti mulai memangkas ragam masalah yang dikeluhkan, dari soal limitasi item untuk fast travel hingga hal-hal teknis seperti performa di versi PC. Bersama dengan semua penyempurnaan tersebut, Dragon’s Dogma 2 juga akhirnya kedatangan sang expansion yang juga menawarkan nama yang sama dengan expansion seri pertamanya – Dark Arisen.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2 – Dark Arisen di sini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang justru kian adiktif bersama dengan kian brutalnya konten yang ditawarkan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.
Semua screenshots di review ini diambil dari Playstation 5 Pro, PSSR Enhanced aktif, dan kualitas PSSR “Prioritize Graphics” di opsi in-game
Dingin-Dingin Keras

Bisa dipandang sebagai sebuah “cerita sampingan” alih-alih prologue dari versi dasarnya, Dragon’s Dogma 2 akan membawa Anda ke sebuah region baru yang super dingin bernama Norgan. Alasannya? Anda mendapatkan informasi menarik bahwa region tersebut ternyata ditempati oleh Arisen kedua yang misterius. Ditemani dengan sebuah mimpi buruk yang mengerikan, Anda memutuskan untuk melakukan proses investigasi ke sana.
Yang Anda temui adalah sebuah terror yang tidak biasa. Bersama dengan kehadiran seorang karakter misterius bernama Eir yang sepertinya berhubungan erat dengan apapun yang saat ini terjadi di Norgan, Anda bertemu dengan sang “penguasa” – seekor naga besar yang jelas tidak lagi meninggalkan sedikit pun sari-sari kehidupan. Ia jelas terlihat seperti sebuah entitas yang sudah lama mati, yang membuat nama Fallen Dragon yang melekat begitu cocok. Bagian paling menyeramkannya? Naga ini juga menolak untuk binasa begitu saja.


Maka perjalanan Anda di Norgan akan berkisar pada upaya untuk mencari cara untuk menundukkan naga yang satu ini sembari mencari tahu siapa sebenarnya Eir. Perjalanan yang akan membawa Anda ke begitu banyak sudut region yang menakjubkannya, hadir dengan ukuran yang cukup luas ini, baik secara vertikal ataupun horizontal.
Maka seperti kebanyakan region berbasis es di game-game RPG yang lain, pemandangan Norgan akan diselimuti dengan begitu banyak warna putih yang untungnya, membuat region ini juga terasa dan terlihat berbeda dengan region-region lain di versi dasar Dragon’s Dogma 2.
Anda juga sepertinya bisa memprediksi bahwa ia juga akan menawarkan gimmick yang serupa dimana sesekali, Anda juga akan diterpa dengan badai salju yang akan menghasilkan beberapa konsekuensi menyebalkan. Ia tidak hanya membatasi jarak pandang Anda saja, tetapi juga mengaburkan mini map dan peta utama sehingga Anda akan lebih rentan kehilangan arah. Belum cukup? Badai salju ini juga akan menghasilkan efek kedinginan yang bisa menurunkan bar stamina karakter secara permanen jika Anda tidak mengkonsumsi item spesifik seperti Heatstone misalnya.


Seperti yang bisa diprediksi pula, Norgan juga akan hadir dengan ekosistem uniknya sendiri. Akan ada begitu banyak monster-monster raksasa yang tidak Anda temui di Dragon’s Dogma 2 versi dasar, beserta dengan faksi dan binatang kecil yang menghuninya. Bagian yang paling menarik? Cerita juga akan membawa Anda pada persinggungan melawan entitas baru yang sekarang lebih banyak diisi dengan desain ala humanoid yang berukuran sama dengan Anda, alih-alih sesuatu yang benar-benar besar. Sedikit mengingatkan kami pada desain musuh ala seri Souls. Berita baiknya? Setidaknya semua desain musuh-musuh baru ini terlihat keren dan mengancam.
Untungnya untuk urusan platforming, Dark Arisen kini menyediakan titik-titik dimana Anda kini bisa menyematkan climbing hook Anda, yang juga dihadirkan sebagai item yang terbatas. Tali yang terkait pada setiap post ini akan menjadi jawaban Anda untuk menangani desain level vertikal yang ditawarkan oleh Norgan, dimana Anda tidak perlu lagi harus selalu direpotkan untuk berjalan memutar misalnya, hanya untuk mencapai tempat yang lebih tinggi. Berita baiknya? Ini bukan hanya soal turun semata. Anda juga bisa mengaitkan hook Anda secara permanen untuk mengakses tempat yang lebih tinggi.


Selanjutnya, sisa perjalanan Anda di Norgan akan serupa dengan apa yang Anda temui di versi dasar Dragon’s Dogma 2. Yang membuatnya sedikit berbeda? Bersama dengan update yang kini tersedia untuk semua pemilik game RPG ini, terlepas dari apakah mereka memiliki Dark Arisen atau tidak, Anda kini diberi akses item fast travel tidak terbatas – Eternal Ferrystone yang bisa terus Anda gunakan. Ini membuat keseluruhan pengalaman Dragon’s Dogma 2 kini lebih menyenangkan dan ditoleransi mengingat keputusan untuk menjelajahi dunianya dengan kaki atau item ini kini diserahkan sepenuhnya kepada Anda. Tidak ada lagi rasa keterpaksaan.
Menikmati game ini dengan Playstation 5 Pro juga berujung menawarkan pengalaman yang mulus dengan framerate yang stabil di luar kualitas visual yang memanjakan mata, bahkan ketika kami melemparkan begitu banyak efek serangan di satu layar yang sama sekalipun. Membaca komentar di ragam platform yang lain, jelas bahwa upaya Capcom untuk memperbaiki ragam masalah teknis yang sempat dipermasalahkan di awal dengan proses optimalisasi yang kini lebih baik berujung terbayar manis.Capcom bahkan berani menurunkan kebutuhan spesifikasi PC game ini karenanya.

