Dungeon dan Relic

Sejujurnya, ketika kami mendengar bahwa Dragon’s Dogma 2 akan mendapatkan expansionnya sendiri – Dark Arisen, satu hal yang langsung melintasi pikiran kami dan jadi sumber antisipasi adalah vocation yang baru. Di atas kertas, ini adalah antisipasi yang rasional mengingat bagaimana sebagian besar game RPG dengan sistem job biasanya akan menghadirkan satu atau dua job baru untuk membuat expansion terasa baru dan menyegarkan. Bayangkan betapa terkejutnya kami ketika mengetahui bahwa Capcom memutuskan untuk tidak menyuntikkan vocation baru di Dark Arisen ini.
Ini berarti sama dengan versi dasarnya, Anda akan memiliki opsi vocation yang tidak berubah. Untungnya, setidaknya mereka menyuntikkan satu ektra konten untuk membuat setiap vocation ini berpotensi untuk tetap hadir menyegarkan dengan opsi strategi yang baru. Pondasinya adalah sebuah monumen baru yang hanya bisa Anda temukan di Norgan – Obelisk of Benediction.
Seperti namanya, bentuknya adalah sebuah obelisk membeku yang menjulang dan akan sangat mudah dikenali setiap kali Anda menemukannya saat proses eksplorasi. Setiap Obelisk yang tersedia ini akan mewakili satu jenis Vocation spesifik. Dengan mengaktifkannya, Anda akan berkesempatan untuk mengakses satu skill baru untuk masing-masing vocation, yang tidak tersedia di versi dasarnya. Untuk vocation favorit kami – Magick Archer misalnya? Obelisk of Benediction yang terikat padanya akan menawarkan skill bernama Shadebind Bolt yang akan mampu membuat musuh melambat. Skill ini sekali lagi, tidak tersedia di versi dasar.


Yang menarik? Capcom juga mengaitkan Obelisk of Benediction ini dengan konten baru mereka – belasan dungeon baru yang disebut sebagai Lost Rites. Setiap dungeon yang kini tersebar di area awal Dragon’s Dogma 2 ini akan berujung dengan sebuah peti raksasa yang selain berisikan beragam senjata dan item yang menggoda, juga biasanya berisikan item spesial lainnya yang disebut sebagai Offering Flame.
Sebagai gamer yang cukup skeptis di awal dengan konsep Lost Rites di sini, dungeon-dungeon tambahan ini ternyata berujung diracik cukup matang. Ia memang lebih banyak berakhir menjadi sejenis akumulasi tantangan yang bisa berfokus pada sisi puzzle atau pertarungan, yang akan menghadirkan begitu banyak varian monster untuk Anda lawan, namun ia juga tekadang hadir dengan gimmick spesifik
Contohnya? Salah satu dungeon hanya akan bisa dimasuki jika semua karakter, Anda dan para Pawn yang ada, memiliki bobot barang bawaan yang sangat ringan. Ini berarti menuntut Anda untuk meninggalkan semua barang bawaan tidak penting Anda di storage lebih dahulu sebelum bisa diakses. Panjang setiap Lost Rites juga hadir berbeda satu sama lain.
Mengantarkan dan mengaktifkan Offering Flame di Obelisk of Benediction akan memungkinkan Anda untuk mengakses ekstra dua buff yang tidak akan bisa Anda aktifkan tanpa menggunakan item yang satu ini. Dua ekstra opsi yang ditawarkan oleh Offering Flame ini biasanya berkaitan dengan kesempatan untuk mendongkrak atribut karakter utama Anda dengan peningkatan signifikan serta meningkatkan probabilitas vocation spesifik untuk relic yang lebih langka. Relic? Ya, ini juga ekstra fitur baru untuk Dragon’s Dogma 2 – Dark Arisen.
Cara paling sederhana untuk menjelaskan Relic adalah menyimpulkannya sebagai equipment-equipment eksklusif yang hanya bisa Anda temukan di Norgan. Namun tidak langsung tersedia begitu saja, ia diposisikan sebagai objek misterius yang butuh melewati proses appraisal sebelum diketahui apa isinya. Hadir dengan level kelangkaan yang biasanya juga terikat dengan progress cerita dan kian sulitnya region dalam Norgan yang ada, Relic ini bisa berujung menjadi senjata, armor, aksesoris, hingga item-item super berharga.


Dari pondasi sistem Relic ini jugalah, Capcom membangun sebuah sistem penguatan karakter yang unik dan kami sambut dengan tangan terbuka. Masih ingat bagaimana di awal kami membicarakan expansion ini tidak menawarkan vocation baru? Selain satu skill baru tambahan, sistem Relic juga berujung terintegrasi untuk memodifikasi pengalaman semua vocation yang ada, termasuk yang Anda favoritkan.
Apa pasal? Karena hampir sebagian besar Relic yang Anda temukan biasanya akan muncul bersama dengan buff spesifik yang bisa jadi berbeda atau justru mendukung build Anda saat ini. Sebagian besar dari buff tersebut berkaitan langsung dengan skill aktif masing-masing vocation, yang akan langsung mengubah sifat atau memperkuatnya hingga membuat setiap mereka kini lebih efektif dan mematikan. Salah satu yang jadi favorit kami sebagai Magick Archer? Relic yang membuat panah homing – Sagitatte Avalanche yang di versi originalnya hanya bisa ditembakkan sekali setiap charge, kini bisa ditembakkan 4 kali berturut-turut.

Relic akan menjadi sumber penguatan utama karakter Anda di Norgan dengan ragam senjata yang tidak akan bisa Anda temukan di region versi dasar. Ia juga akan menjadi pondasi gameplay loop yang menjadi motivasi Anda untuk menghabisi setiap musuh yang Anda temui, termasuk monster-monster kaliber besar sekalipun. Relic juga seringkali akan jadi ekstra reward yang Anda dapatkan dari menyelesaikan misi sampingan yang juga tersedia di expansion ini sekaligus aktivitas tambahan lainnya.
Makin Brutal, Makin Nagih

Salah satu blunder terbesar kami sebelum terjun ke Dark Arisen adalah meremehkan tantangan yang dipersiapkan Capcom di Norgan. Dengan karakter yang sudah menyentuh level 65 saat menamatkan vesi dasarnya dan senjata yang sudah cukup untuk melibas semua monster yang berada di region origin tersebut, kami datang dengan asumsi bahwa perlengkapan yang sama akan membuat kami mampu melenggang bebas di Norgan dan menyelesaikan keseluruhan cerita yang ada dengan cepat. Namun yang kami temukan justru sebaliknya.
Bukan hanya karena karena cuaca yang terkadang diisi dengan badai salju yang kami bicarakan sebelumnya,. Capcom juga mendongkrak keseluruhan tingkat kesulitan Dark Arisen, bahkan di tingkat kesulitan Normal sekalipun, dengan lonjakan yang cukup brutal.
Sebrutal apa? Sebrutal fakta bahwa karakter kami yang sudah di level 65 tadi, yang sudah dipersenjatai dengan barisan equipment terbaik di versi dasar, berujung kesulitan hanya untuk sekadar membunuh seekor direworlf – yang notabene menjadi monster dasar ketika Anda masuk Norgan pertama kali. Serigala-serigala berukuran cukup besar ini langsung datang dengan damage serangan yang mampu menghabisi kami sebagai Magick Archer dengan hanya beberapa kali gigitan saja. Hal yang serupa juga terjadi ketika kami menemui faksi musuh di lokasi yang sama.
Realita semakin keras menghantam ketika kami bertemu dengan monster raksasa perdana kami yang berbentuk bak Yeti dengan beberapa lapisan HP untuk dibersihkan. Berbeda dengan monster berukuran serupa di region awal yang bisa kami babat dalam hitungan detik, monster perdana ini langsung membuat kami rendah hati. Ia mematikan lewat damage besarnya yang cukup untuk membuat kami harus menghidupkan Pawn kami yang berfungsi sebagai tank beberapa kali sembari melewati pertarungan hingga puluhan menit sampai bisa membuatnya beristirahat selamanya.
Namun situasi ini justru membuat keseluruhan Dark Arisen menjadi menggoda. Karena jelas Capcom berhasil membuat konten expanison ini seolah-olah membawa Anda kembali memainkan versi Dragon’s Dogma 2 dari awal. Ini menuntut kebutuhan untuk kembali memperkuat diri, memaksimalkan semua konten baru yang didapatkan dari Lost Rites hingga Obelisk of Benediction, serta mulai “menggali” ragam Relic yang berpotensi untuk membuat karakter dan Pawn utama Anda lebih kuat.
Kesemuanya disempurnakan dengan keputusan Capcom juga untuk membuat karakter-karakter kini akan melewati proses leveling up yang jauh lebih cepat. Walaupun kenaikan atribut per level pada akhirnya akan menipis dan berhenti total di titik tertentu, setidaknya kenaikan level cepat ini akan secara pelan dan pasti membuat karakter Anda kian siap menghadapi ragam rintangan yang ada. Ia juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk merekrut Pawn di level yang setara di luar sekadar rasa puas yang tidak pernah bisa terbantahkan saat melihat angka level karakter Anda terus merangkak naik.


Sulitnya Norgan juga menariknya menghasilkan satu konsekuensi yang tidak pernah kami prediksi akan terjadi – apresiasi pada proses balancing yang dilakukan Capcom di sini. Di awal, Anda memang akan merasa lemah. Namun seiring dengan lebih banyak konten yang Anda nikmati dan relic yang Anda dapatkan, Anda akan mulai melihat bagaimana serangan Anda kini akan menghasilkan damage lebih besar dan serangan musuh tidak lagi sama mematikannya.
Dan ketika Anda merasa bahwa Anda sudah di titik puncak? Capcom juga paham caranya untuk membuat Anda rendah hati kembali. Bahwa tidak lagi soal kualitas, ia kini melemparkan kuantitas. Memberikan Anda varian rasa dengan bumbu ketegangan dan keputusasaan melawan monster-monster terkuatnya, tidak lagi satu, tetapi tiga sekaligus. Masih belum cukup? Bagaimana jika Anda kini harus melakukannya secara beruntut. Dark Arisen terus menghadirkan tantangan demi tantangan yang akan membuat perhatian dan fokus Anda terus tertuju padanya.
Rasa terkejut di awal soal betapa signifikannya tingkat kesulitan Dark Arisen yang harus diakui cukup terasa tidak adil untuk Anda yang sudah menghabiskan sekitar 50 jam di versi dasar Dragon’s Dogma 2 bertransformasi menjadi sebuah rasa cinta dan apresiasi ekstra di akhir. Karena jelas, tanpa keputusan ini, expansion ini tidak akan terasa sama seru, sama menegangkan, dan sama adiktifnya.

